Closeup of business woman hand typing on laptop keyboard with mo

16% Anak-Anak Muda Berbisnis Di Platform Digital

Ketika melakukan kajian untuk topik utama pada edisi ini, tim redaksi majalah Money&I mendata ratusan nama narasumber, para pebisnis muda yang berhasil dalam karir mereka. Dimana salah satu kriteria kami untuk menjadikan seseorang sebagai narasumber adalah keberhasilannya dalam merintis karir yang ditekuni. Hasil tabulasi data menunjukkan kecenderungan profesi yang ditekuni oleh anak-anak muda, dimana hasilnya adalah :

  • Dari 100 anak-anak muda narasumber tersebut, 19% diantaranya berkarir dalam bidang usaha kecil kreatif, beberapa diantaranya industri rumahan dengan berbagai produk, mulai dari fashion seperti tas dan sepatu, atau merchandise. Bedanya dengan cara dulu adalah pada sistem pemasarannya, mereka menggunakan online sebagai saluran distribusinya. Dulunya tidak banyak dari mereka yang berani masuk dalam industri ini, alasannya karena harus mengeluarkan modal besar untuk menyewa kios, namun dengan saluran digital yang nyaris gratis, maka kian banyak yang berkecimpung dan menuai sukses.
  • Di posisi kedua, sebanyak 16% berprofesi sebagai Apps developer (game ataupun software aplikasi lainnya), website, App Analyst atau Social Media Strategist. Kecuali Website Developer, lainnya adalah profesi yang belum ada 10 tahun silam.
  • Menariknya di peringkat 4, sebanyak 11% anak-anak muda memilih untuk berprofesi sebagai pengajar atau pembimbing. Bukan sebagai guru akademik tentunya, tapi sebagai advisor, beberapa ada yang memang mengambil peran sebagaimana motivator pada umumnya, namun ada pula yang punya profesi yang berbeda. Financial Planner misalnya, profesi ini dipopulerkan oleh Safir Senduk di Indonesia, kemudian ada nama-nama seperti Prita Hapsari, Ligwina Hananto atau Ahmad Ghazali dari generasi yang lebih muda. Bahkan ada satu yang cukup unik, yakni Career Coach. Profesi ini di deklarasikan oleh Rene Suhardono, yang ini mengawali karirnya dengan bekerja di sebuah bank swasta. Pernah menjadi partner di Amrop Indonesia, perusahaan business advisors dan excecutive search sejak tahun 1996. Namun aksinya justru dimulai pada Januari 2007, ketika dirinya menggagas sebuah program yang menuai sukses di radio swasta berjudul Career Coach.
  • Profesi yang belakangan juga mulai banyak dicari adalah menjadi Chef, ini bahkan diakui oleh beberapa rekan yang mengelola sekolah Tata Boga. Mereka menyampaikan, sejak ada acara kompetisi memasak di televisi, pendaftar ke jurusan Tata Boga peminatnya terus bertambah. Acara televisi memberikan pengaruh pada banyak anak-anak muda yang ingin terjun menjadi tukang masak. Persepsinya pun sudah berubah, sekarang Chef termasuk profesi elite, yang keren, padahal 15-20 tahun yang lalu, menjadi koki bukanlah profesi yang dilihat dengan persepsi seperti saat ini.
  • Ada pula profesi sebagai Komika atau stand up comedian, yang mulai populer 5 tahun terakhir, ini juga tumbuh dengan pesat sejak adanya kompetisi stand up comedy di televisi. Ada 3% an narasumber kami yang berprofesi di jalur ini.
  • Sementara profesi penulis blog, yang dulunya tidak terlihat menjanjikan, sekarang sudah mulai menunjukkan hasil finansial yang nyata. Jika dikelola dengan benar, menjadi blogger bisa menghasilkan penghasilan yang tidak sedikit. Sebanyak 4% narasumber kami berkecimpung pada profesi ini.
  • Sisanya adalah profesi kreator yang sudah ada sejak lama, seperti fotografer, musisi atau yang bergelut dalam usaha kecil dan industri konvensional.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri