Freepik 2

5 Tahapan Seleksi, Mencari Kandidat Tepat

“Salah satu proses yang paling sulit dalam mengoperasikan bisnis, adalah rekrutmen karyawan, apalagi jika skala usaha kita kecil. Katakanlah usaha Anda adalah jasa konsultasi keuangan dan pajak, maka tenaga admin yang Anda butuhkan tentu saja diharapkan yang menguasai sedikit banyak soal perpajakan, atau misalnya Anda membutuhkan customer service, maka setidaknya karyawan yang Anda cari memiliki kemampuan berkomunikasi. Jika kita berorientasi pada kualitas, maka proses seleski adalah bagian penting. Ada beberapa tahapan dalam tes rekrutmen yang biasanya dilakukan secara umum, dan berikut beberapa tahapan tes sederhana yang bisa Anda lakukan.”

  1. Data ulang, umumnya, surat lamaran yang dibuat oleh calon karyawan, sesuai dengan masing-masing personal, berbeda tentunya. Itu sebabnya, buatlah form kualifikasi khusus sesuai dengan informasi apa yang dibutuhkan perusahaan untuk calon karyawannya. Misalnya soal data dan informasi dari keluarga calon karyawan, maka dalam formulir bisa ditambahkan informasi nama saudara kandung, lengkap sampai dengan tanggal lahir mereka, demikian pula dengan orang tua, istri dan anak. Umumnya, surta lamaran yang diajukan oleh calon karyawan tidak memuat informasi tersebut. Keudian jenjang pendidikannya, Anda bisa menambahkan informasi indeks prestasi mereka selama dijenjang akademik. Walaupun hasil ini tidak berbanding lurus dengan kualitas seorang karyawan. Ada yang buruk nilai akademiknya, namun seorang workaholic yang hebat. Namun ada pula yang bagus justru tidak bisa bekerja sama sekali.

Dan pada pengalaman kerja, kita bisa melihat apakah karyawan ini orang yang loyal atau tidak, tanyakam pada sesi wawancara, mengapa dia meninggalkan pekerjaan lamanya. Jika dalam rentang 5 tahun dan karyawan tersebut sudah bekerja di 3 perusahaan yang berbeda, maka harus ada penelusuran lebih jauh, mengapa karyawan tersebut tidak memiliki loyalitas, atau punya kecenderungan mudah bosan dengan satu tempat kerja. Mintalah referensi pada atasannya dulu dan hubungi untuk mengetahui alasan karyawan tersebut berhenti, apakah pernah menerima surat peringatan atau konflik sebelumnya.

Cari tahu juga soal pengalaman organisasi, semakin banyak seseorang punya pengalaman  organisasi, tentu saja semakin bagus karena adanya pengalaman. Yang harus dipastikan adalah, seberapa jauh aktivitas berorganisasi tersebut mempengaruhi pekerjaan karyawan tersebut.

Informasi terakhir yang harus Anda ketahui adalah besaran gaji yang diinginkan karyawan tersebut. Pastikan lebih awal hal ini, sehingga Anda tidak membuang waktu jika besarannya tidak sesuai. Jika gaji yang diinginkan calon karyawan tersebut lebih rendah dari yang dialokasikan perusahaan, maka biasanya calon karyawan akan menolak dan tidak ada proses lanjutan

1.Tes Psikologis

Ada bermacam-macam tes psikologis, dengan tujuan tes yang berbeda-beda pula. Ada tes untuk mengukur ketahanan kerja atau melihat kemampuan daya pikir calon karyawan. Tes psikologis bisa Anda dapatkan di toko-toko buku, pilih saja salah satu yang menurut Anda cocok untuk digunakan, pilihlah yang sederhana untuk mengukur kecakapan kerja, tentukan beberapa saja sehingga dapat dikerjakan dengan cepat selama proses seleksi

2.Tes Umum

Tes ini mulai jarang diberikan kecuali untuk karyawan yang akan dialokasikan untuk menduduki jabatan tertentu, seperti supervisor penjualan atau store manager. Tesnya pun bisa Anda buat sendiri, sifat jawaban dalam bentuk analisa. Carilah materi dibuku atau majalah bisnis, misalnya saja berkaitan dengan penyebab krisis moneter yang terjadi di Asia, atau yang berkaitan dengan penualan produk Anda. Jika misalnya usaha Anda dibidang otomotif, maka pertanyaan seputar mesin bisa Anda ajukan disini.

3. Wawancara

Dari data isian pada poin 1, bisa menjadi bahan wawancara awal, mulai dari menanyakan soal keluarga kemudian tempatnya bekerja dan sebagainya. Berikut adalah urutan materi wawancara yang bisa Anda lakukan.

  • Tanyakan latar belakang pendidikannya
  • Tanyakan soal pengalaman kerjanya
  • Tanyakan alasana kenapa berhenti kerja ditempatnya dulu
  • Tanyakan soal motivasinya bekerja ditempat Anda
  • Tanyakan pendapatnya apa yang diketahui soal usaha Anda

 4. Tes tambahan

Biasanya 4 tahapan diatas sudah cukup, namun jika Anda merasa masih belum menemukan, atau belum bisa memutuskan kandidat yang tepat, maka Anda bisa meminta mereka membuat analisa SWOT berkaitan dengan usaha Anda, dan mempresentasikannya. Yang bisa memaparkan dengan baik dan meyakinkan, bisa menjadi pertimbangan bagi Anda untuk mengambil keputusan.

Setelah semua tahapan seleksi selesai, saatnya Anda menentukan pilihan. Tidak selamanya calon karyawan yang mendapat hasil tes paling baik adalah calon yang tepat untuk bekerja dengan Anda. Disini peran intuisi harus digunakan. Selama proses seleksi, khususnya wawancara, ada banyak kesempatan dimana Anda bisa memberikan penilaian secara subyektif. Akrena terkadang sebuah loyalitas tidak bisa terbaca hanya melalui serangakaian tes pendek. Namun jika tidak ada faktor lain yang mempengaruhi, maka hasil tes bisa menjadi bahan pertimbangan utama pengambilan keputusan Anda.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri