wallpaper-walking-on-street (www.wallapaperawesome.com)

Aku Ada Dimana?

Beberapa bulan lalu, saya bertanya pada seorang teman, “apa targetmu sampai 3 bulan ke depan?” Teman saya itu tidak serta merat lancar menjawabnya, namun selang sebulan, ia menjawabnya. Begitu menjawab, ya terus terang saja saya kurang sepaham dengan jawabannya, karena tidak  menggambarkan sosok sesungguhnya dari teman saya ini. Seperti kata teori, target minimal berisi angka-angka penuh kepastian yang menggambarkan optimisme orang yang mencita-citakanya, serta akan mewujudkannya kelak. Sebenarnya, yang namanya target, tak peduli entah kita pegawai biasa, ibu rumah tangga, profesional, office boy, apa pun kita, target tetaplah perlu, seminimal apa pun itu. Targetlah yang membuat kita hidup dalam gairah dan semangat. Lalu, sekarang, kita ada dimana? Kenapa pusing dengan target? Let’s check up!.

  1. Jangang muluk-muluk, Fit It To Yourself

Tulis saja, dan ingat jangan heboh-hebih. Lho, lalu dimana letak semangatnya? Hehe, maksud saya, tulislah yang benar-benar passion Anda, yang memang original inilah the most I want it. Cobalah membuat target 3 bulan Anda, tuliskan besar-besar di agenda kerja, meja atau tempat manapun yang  memastikan kita akan melihatnya setiap hari. Contoh, saya adalah staf unit kerja compliance di tempat saya bekerja saat ini. So, target saya dalam 3 bulan yang saya tetapkan di Januari kemarin adalah :

  • Target financial, saya mau ikut tabungan emas di salah satu lembaga pembiayaan milik pemerintah, bulan April saya minimal punya saldo Rp. 3000.000, setara 5 gram emas. (2) Target pekerjaan, setiap bulan saya harus konsisten melaporkan kegiatan dalam bentuk email kepada direksi tentang kepatuhan kita terhadap regulasi. (3) Target kesehatan, saya mau push up dari 10x tiap hari jadi 15x tiap hari.

Tanpa bermaksud mengguri, itulah tulisan target sederhana yang mencerminkan kita dan seharian. Tentunya harapan saya, menulis target menjadi semacam reminder bahwa kita  memang punya sesuatu yang dituju dan bisa diwujudkan.

  1. Action

Ini langkah tersulit sepanjang masa, yaitu action. Target tak akan pernah terwujud jika hanya sekedar goresan pena, perlu langkah nyata untuk bertindak. Contoh, jika Anda seorang peagwai baru, Anda punya target 3 bulan, yaitu ingin punya kenalan baru di kantor, minimal punya teman makan siang lebih dari 1 orang. Well, langkahnya mungkin bisa saja, saat datang ke kantor, berpapasan dengan siapa saja dan say hello. Bukannya jalan menunduk malu khas anak baru. Prinsipnya, kita pasti selalu memulai lebih dulu, tidak mungkin menunggu orang lain yang kick off our start. Setelah aksi, kita perlu konsistensi. Apapun yang kita lakukan tanpa konsisten, tentu kurang maksimal, action + konsisten = hasil.

  1. Sabar, Badai Pasti Berlalu

Saya mencontek sebuah pesan dari Len Schlesinger dalam The Global Leadership Summit, “failure doesn’t mean the game is over, its means try again with experience”. Jangan karena orang tak sepaham pada pendapat kita, cara kerja kita, usaha kita, lingkungan kita juga tak memberi support, lantas deklarasi gagal. Jangan pula karena sudah “merasa” mencoba puluhan metode tapi target tak kunjung berstatus “done”, dan merasa no way out. Percaya deh, begitu proklamasi apa target kita, seketika Tuhan akan memberi tantangan. Contoh, Anda ingin menjadi seorang manajer tahun 2017, tantangan pertama misalkan sudahkah manajemen mengenal Ana, apa kontribusi Anda pada perusahaan, sudahkan Anda sebagai pribadi mencerminkan value perusahaan? Dan jika perusahaan belum menilai seperti itu, berarti kita harus berusaha lagi, bukan banting setir buat target baru lagi.

  1. Check up

Ketika target sudah berhasil diraih, bahkan mungkin ada yang outstanding, bukan berarti langkah kita terhenti. Sediakan selalu waktu sedikit untuk me-review pencapaian kita, atau jika belum berhasil apalagi yang bisa dilakukan. Menjaga semangat dan konsisten jauh lebih sulit daripada mencapai goal kita saat pertama kali menentukan. Jangan lupa untuk selalu mengasah kemampuan atau kompetensi yang, dibutuhkan apa pun profesi kita saat ini, karena be an expert semakin dibutuhkan. Persaingan kerja dan hidup semakin ketat. Seperti yang kita lihat, anak -anak muda zaman sekarang sudah mulai berani terjun ke dunia usaha mandiri, mereka Generasi Y, mereka berprinsip “ku tahu yang ku mau”.

  1. Sudah tahu kan aku ada dimana?

Nah sudah tahukan ada dimana. Sudah tahukan mau bikin target apa 3 atau 6 atau 12 bulan ke depan? Mau punya tabungan, mau prospek segmen baru, mau coba metode kerja baru, apa saja bisa jadi target. Jangan lupa untuk selalu bersyukur, berdoa dan berterima kasih bahwa kehidupan, tantangan dan keberhasilan kita saat ini adalah peranan Tuhan, teman-teman, partner bisnis, pesaing dan seluruh isi lingkungan di mana pun Anda berada.

“Your habits are driving your performance, your rituals are creating your results.” (Robin Sharma)

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri