(www.arabianbusiness.com)

Al Waleed – The Warren Buffet of Saudi Arabia

The Warren Buffet of Saudi Arabia, adalah julukan yang diberikan oleh majalah Time kepada Al-Waleed. Boleh jadi, ia mendapat julukan tersebut karena ia merupakan investor tersukses setelah Buffet. Dalam tempo hitungan tahun, Al-Waleed berhasil mengibarkan namanya sebagai investor terkaya di dunia setelah Buffet. Ia berada di urutan nomor 34 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes tahun 2015, dan termasuk 5 besar sebagai orang terkaya seantero Jazirah Arab. Dan yang luar biasa, ia kaya dengan investasi dari usahanya sendiri.

Pangeran Al-Waleed bin Talal bin Abdul Aziz Alsaud lahir pada 7 Maret 1955. Ia merupakan salah satu anggota dari keluarga Kerajaan Arab Saudi yang mengumpulkan kekayaan sendiri melalui investasi di dunia saham dan properti. Ia mengibarkan namanya ke peringkat 5 jajaran orang terkaya versi Forbes, dan itu ia peroleh melalui gelarnya sebagai seorang pangeran, melainkan atas usahanya sendiri. Ia di juluki pangeran kontroversial dari Arab karena spekulasi dan langkah-langkah bisnisnya yang nekat, tapi terbukti brilian.

Kisah sukses Al-Walees di mulai pada tahun 1991, ia mempertaryhkan uangnya senilai 590 Juta Dollar AS di saham Citicorp ketika industri raksasa perbankan itu hampir kolaps. Beberapa tahun kemudian, secara perlahan Citicorp mampu bangkit hingga saham Al-Waleed yang di tanamkan bernilai 17 kali lipat. Saat itulah ia meraup uang miliaran dollar pertamanya di dunia investasi. Setelah itu, kisahnya berlanjut, dan bisnisnya mulai merambah sampai ke perusahaan lainnya. Belasan tahun berlalu, Al-Walees masih menabur asetnya secara sistematis di pasar kapital seluruh dunia, dan membentuk kerajaan investasi yang menghimpum nama-nama perusahaan global beken di portofolionya yang bernilai lebih dari 25 Miliar Dollar AS. Ini membuktikan bahwa ia bisa disejajarkan dengan para kampiun bisnis internasional.

Jika kita perhatikan, jajaran orang terkaya bisa di bagi menjadi dua golongan. Di satu kubu adalah para pendiri kerajaan bisnis, semacam Bill Gates dan Mark Zuckerberg. Al Waleed termasuk golonga kedua, satu kelompok dengan orang-orang seperti Buffet dan Philip Anschutz, yang kepiawaiannya bukan mengembangkan kerjaan bisnis, umumnya mempunyai nama lebih besar. Namun bila di kaji lebih dalam, orang-orang yang ikut mengarahkan agar kapital mengalir ke tempat roang yang paling produktif (para investor), yang memungkinkan para kaisar bisnis itu berkibar. Dan sebagai salah satu dari sedikit investor global, Al-Waleed ikut mendorong aliran kapital tersebut di seluruh dunia, mulai dari Amerika Utara, Eropa, Timur-tengah, hingga Asia Pasifik.

Tidak memiliki latar belakang pendidikan layaknya Buffet, bisa di pastikan Al-Walees tak sepiawai bos Berkshire Hathaway itu dalam menganalisis pasar uang dan sekuritas. Tentunya , ia juga tiddak mempunyai keahlian teknologi seperti Gates atau Mark. Akan tetapi ia cukup pintar untuk menubruk 6,2 juta Dollar AS saham Apple Computer Inc, yang dilakukan pada bulan Maret 1997, ketika saham perusahaan komputer itu jeblok ke posisi 18 Dollar AS perlembar. Hanya dalam tempo 30 bulan (pada Desember 1999), saham Apple meroket jadi 96 dollar AS perlembar. Kesuksesan itu membuat Al-Waleed menangguk keuntungan hampir 500 Juta Dollar AS. Saat ini suksesnya iPhone, yang di nikmati oleh Al-Waleed dari 5% saham Apple yang dikuasai, tentu sudah mencapai Miliaran Dollar.

Kagandrungan Al-Waleed terhadap saham teknologi menunjukkan bahwa strateginya dengan Warren Buffet berbeda. Buffet yang dijuluki peramal dari Omaha ini, walau bersahabat dengan Gates, mengaku terus terang sebagai technophobe, alias investor yang alergi terhadap saham teknologi yang diakuinya tak ia pahami. Sebaliknya pada musim gugur 2001 silam, Al-Walees melepas saham Gillete (55 juta dollar AS) dan Coca-cola  (63 juta dollar AS), yang merupakan saham favorit Buffet. Selanjutnya pada Maret 2002, Al-Waleed memborong saham Citicorp senilai 1 miliar Dollar AS, sedangkan Buffet justru menjual seluruh saham bersimbol C senilai 110 juta dollar AS.

Apakah Ak-Walees memilih saham-saham teknologi, media dan perhotelan secara sengaja? “Ya dan tidak,” jawabnya., “Saya mengambil saham-saham tersebut karena perusahaannya,” ujarnya sederhana.

Hal kedua yang menonjol dan menarik adalah strategi Al Waleed sebagai seorang value investor. Sang pangeran selalu memilih saham yang growth stocks (terutama saham perusahaan dengan nama besar) ketika harganya sedang jatuh. Ia tak tertarik pada saham yang murah, namun tak berkembang.

Misalnya saham produsen metal yang kelihatannya murah, tapi harganya mandek. Sang pangeran dari Jazirah Arab ini, bahkan tak pernah meilirik saham industri migas. Menurut pengakuannya, ia sama sekali tidak paham bisnis ini.

Saya selali mencari hal yang sama; perusahaan global dengan brand name yang pada dasarnya sehat, tetapi sedang gonjang-ganjing. Pertimbangan inilah yang membuat saya memborong saham sebuah perusahaan, “ lanjutnya.

Al Waleed bin Talal

Hasilnya terbukti luar biasa, yaitu portofolio saham yang fokus. Banyak orang meyakini, kunci dari  kiat investasi yang sehat adalah diverifikasi. Tapi bagi Al-Waleed, strategi semcam itu tak ampuh. “Diversifikasi dapat mencegah terjadinya kerugian,” ujar pria kelahiran Riyadh ini menegaskan. “Tak mungkin seorang investor masuk ke jajaran klub elite multijutawan kalau mengandalkan strategi diversifikasi luas, “tambahnya. Data memang menunjukkan, bahwa keuntungan besar akan lebih sering diperoleh melalui taruhan berani pada instrumen saham yang terfokus.

Selain berbisnis, Al Waleed memiliki  ‘ritual’ khusus. Al Waleed yang gemar bersepeda ini menyakralkan hari Rabu. Karena setiap Rabu malam, ia masih bersepeda bersama para sahabat dan koleganya di gurun pasir. Sedikitnya dua mobil mengawal aktivitas santai Al Waleed ini. Selain bersepeda, Al Waleed juga biasa menyepi ke gurun sebelum mengambil keputusan penting yang terkait dengan investasinya.

Kini Al Waleed juga dikenal sebagai pemilik gedung pencakar langit tertinggi di dunia, Kingdom Tower. Kerja keras dan ketekunan Al Waleed telah membawanya menjadi seorang investor yang berhasil.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri