balabali-com

BalaBali, The Energy of My Passion and Dedication

Siapa sangka di usianya yang berkepala dua, I Putu Adhi Kerta Mahendra telah mampu menghadirkan terobosan lewat perangkat lunak yang bertajuk BalaBali Kalender. Jika pada umumnya, kalender Bali hanya bisa ditemukan versi cetaknya dan baru-baru ini juga dikembangkan ke dalam versi online-nya. Adhi begitu sapaan akrab pria kelahiran 4 Mei 1986 ini mengembangkan Kalender Bali digital ke tingkat yang lebih inovatif yakni dapat diinstal pada komputer desktop. Aplikasi BalaBali Kalender yang dirilis pada Maret 2011 silam tersebut sangat kompatibel komputer bersistem operasi Windows, Mac OS, serta Linux.  Melalui perangkat lunak tersebut, pemuda lulusan Teknik Informatika ITS ini pun berharap segala ilmu yang diaplikasikannya tersebut dapat berkontribusi terhadap masyarakat dan budaya bali khususnya. Kalender Bali digital tersebut hanyalah sebagai sebuah pelatuk bagi putra dari pasangan I Made Sukerta dan Ni Wayan Seni ini untuk mulai merealisasikan mimpi-mimpi besarnya lagi. Selagi merampungkan aplikasi kalender Bali digitalnya itu, Adhi pun mulai menguji insting kewirausahaannya dengan mendirikan BalaBali bersama rekan karibnya Gusti Kompyang Asmara Artha. Bagi Adhi, BalaBali adalah rumah kedua yang memiliki nafas multimedia di dalamnya. Ia tak hanya sekadar ingin bermain-main dengan passion-nya tapi juga mencari penghidupan melalui passion-nya tersebut. Untuk itulah BalaBali dilahirkan. Bahkan langkah untuk keluar dari comfort zone-nya di salah satu perusahaan IT terkemuka di Indonesia pun diambilnya demi mengejar impiannya tersebut. Bersama reporter M&I Putra Adnyana, Adhi pun berbicara banyak tentang motivasi dibalik langkah yang diambilnya tersebut, tentang taman bermain barunya bernama BalaBali tersebut serta cita-cita yang tengah ia rajut di dalamnya. Berikut petikan wawancaranya!

Kamu dulu sempat kerja di salah satu perusahaan IT terbesar di Indonesia, lantas kenapa kamu memilih untuk keluar dari perusahaan tersebut dan malah berwirausaha sekarang?
Dari dulu saya memang punya cita-cita untuk bisa buka usaha sendiri. Tiga tahun kerja di sebuah perusahaan IT sudah cukup bagi saya. Saya ingin keluar dari zona nyaman saya selama ini. Dulu sebagai mahasiswa, saya selalu punya cita-cita bagaimana pun juga suatu saat nanti saya ingin berkontribusi untuk masyarakat dengan ilmu yang saya dapatkan di bangku kuliah. Bisa dibilang idealisme itu selalu muncul dalam diri saya. Tercetuslah saat itu ide untuk membuat software kalender Bali digital. Software itu mulai saya cicil kerjakan sebelum resign dari perusahaan itu. Tapi baru fokus dan akhirnya rampung saya kerjakan saat saya keluar dari perusahaan. Maklum kalau dulu mana bisa saya mengambil pekerjaan lain diluar dari tugas-tugas perusahaan. Kerja kreatif, salah satunya di bidang IT seperti ini selalu dituntut deadline dan deadline.

Kalau sudah dapat satu project dari perusahaan, maka kita harus fokus dengan satu project itu saja. Ternyata berpacu dengan deadline itu sangat menguras tenaga, jadi nggak bakal bisa ngurusin proyek idealismu.

Jadi Kalender Bali digital itu proyek idealis pertamamu. Apa yang membuatmu termotivasi untuk membuat software tersebut?
Seperti yang saya katakan tadi bahwa saya ingin ilmu yang saya dapatkan di bangku kuliah bisa berguna untuk masyarakat Bali. Saya pikir BalaBali Kalender ini bisa menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat Bali untuk mengetahui penanggalan kalender Bali melalui media yang lebih praktis. Saya kan dulu sempat kuliah di Surabaya, dimana saya melihat banyak orang Bali di rantauan itu kebingungan untuk mengetahui penanggalan kalender Bali, karena mereka sendiri tidak memiliki kalender Bali yang cetakan di sana. Lalu saya kepikiran kenapa nggak bikin aplikasi Kalender Bali secara digital. Saya bukan pionir untuk produk Kalender Bali digital. Sebelumnya sudah ada dua orang Bali yang berinovasi membuat kalender Bali versi online artinya hanya bisa diakses di website tertentu. Saya melihat ini kurang praktis, jadi saya mencoba untuk mengembangkannya lebih lanjut. Saya kemudian melihat media desktop belum dilirik untuk pengembangan. Maka tercetuslah ide BalaBali Kalender yang software-nya bisa dimainkan di desktop masing-masing tanpa ribet harus online. Orang-orang Bali yang sibuk mobile dengan karirnya seperti sekarang tentu sangat dibantu dari kehadiran Kalender Bali digital seperti ini. Nggak berakhir hanya di desktop, ternyata ada orang yang juga mengembangkan ide kalender Bali digital ini untuk bisa diaplikasikan pada perangkat Blackberry lho!

Apalagi keunggulan yang kamu tawarkan pada Kalender BalaBali yang mungkin nggak didapatkan oleh orang-orang Bali kebanyakan pada kalender Bali cetak yang mereka punya?
BalaBali Kalender punya fitur yang namanya event. Dalam fitur yang mirip memo ini, pengguna bebas mencatat segala agenda yang menyangkut perayaan (rerahinan) Umat Hindu seperti Odalan di Pura atau pun Otonan anak Anda. Cara kerjanya gampang kok. Dengan menambahkan suatu event, serta menambahkan detail-detail seperti pewarigaan event bersangkutan, maka yang kamu pun akan dapat mengetahui waktu tiba event tersebut selamanya.
Dari mana ide BalaBali muncul?
Kebetulan saya dan teman akrab saya Gusti Kompyang Asmara Artha punya visi yang sama untuk punya usaha sendiri dan passion kami di bidang kreatif pun tidak jauh beda. Maka tercetuslah untuk mendirikan BalaBali tersebut pada 2011 lalu. Hanya saja kami memilih untuk bergerilya di dunia maya terlebih dahulu melalui website kami balabali.com. Ide BalaBali ini muncul berbarengan saat saya sedang menuntaskan pengerjaan aplikasi kalender Bali tersebut.

Konsep apa yang ingin kamu tawarkan dalam BalaBali?
Sebenarnya saya ingin mengarahkan BalaBali sebagai software house, nggak cuma menawarkan produk aplikasi tapi juga jasa. Di awal-awal BalaBali berdiri, kami mulai untuk membuat desain theme template untuk mobile phone. Tapi saat itu memang masih fokus membuat tema-tema template untuk handphone dengan sistem operasi Symbian. Melihat ranking dan grafik pengunduh setiap bulannya, kami anggap itu adalah respon yang sangat positif. Lumayan dalam sebulan kami sudah bisa mengantongi Rp 900.000. Tapi ternyata kami salah prediksi waktu itu. Seharusnya kami melakukan survey terlebih dahulu sebelum fokus mengembangkan ini di sistem operasi Symbian. Perkembangan teknologi itu semakin cepat. Akan ada penemuan baru dan inovasi baru lagi ke depan. Siapa sangka Nokia yang dulu merajai pasar ponsel, kini disalip oleh kepopuleran handphone dengan sistem Android dan iOS.
Apakah itu berarti kalian merugi?
Bukan itu maksud saya. Pengembangan aplikasi tema ini memang dari awal kami targetkan Free alias kami tidak mencari profit dari sini. Ya kalau misalnya ada profit yang masuk, alangkah bersyukurnya kami. Itu pula yang terjadi pada aplikasi Kalender BalaBali digital.

Kenapa kalian memilih mendesain theme template untuk mobil phone saat itu?
Saya sempat bilang kan kalau saya ingin sekali pekerjaan saya juga bisa berkontribusi terhadap lingkungan sekitar saya. Dulu saya sempat baca artikel di salah satu media yang memberitakan pemerintah kita tengah jor-joran dalam mempromosikan Bali dengan bujet yang cukup fantastis. Aneh, padahal dengan cara yang sederhana dan murah meriah pun, kita bisa kok turut serta mempromosikan Bali. Dengan motivasi itulah, maka saya menciptakan desain-desain tema yang bermuatan ornamen-ornamen Bali di dalamnya. Iya, secara tidak langsung ini namanya ikut mempromosikan Bali, bukan? Selain itu, saya lihat trend mengunduh tema-tema hp itu lagi booming. Tapi ya seperti yang saya katakan tadi, ternyata kami tidak memprediksi kondisinya ke depan. Apalagi saat itu kami fokusnya hanya pada sistem operasi Symbian.

Lalu apa yang kalian lakukan setelah itu?
Memang sempat terpikirkan untuk mengembangkan proyek theme template itu pada sistem Android dan iOS, tapi belum sempat kami realisasikan. Kami malah fokus untuk mengoptimalkan jasa BalaBali dalam bidang web design, architecture dan photography.

Bisa ceritakan sekilas jasa seperti apa yang kalian tawarkan dalam tiga bidang tersebut?
Kebetulan rekan saya Kompyang memang hobi jepret-jepret, maka untuk photography service dia yang handle. Kami melihat celah bahwa orang-orang Bali kini suka menggunakan jasa fotografer untuk mengabadikan foto-foto pernikahan, pre-wedding maupun event formal dan informal yang mereka buat. Untuk arsitekturnya sendiri, kami memang lebih concern dengan pembuatan ilustrasi atau desain 2D dan 3D bangunan arsitektur itu sendiri. Basic Kompyang adalah arsitek, sementara saya bisa diandalkan untuk desain grafis. Bisa dibilang kolaborasi kami adalah satu paket skill yang benar-benar bisa optimal untuk jasa arsitektur ini.

Bukankah latarbelakangmu adalah teknik Informatika, dimana berarti lebih cenderung bermain di wilayah programming seperti peng-coding-an? Tapi kenapa justru kamu lebih banyak terlibat dalam hal desain?
Kalau boleh jujur saya bosan berkutat dengan programming. Bertemu dengan yang namanya coding dan teman-temannya itu cukup menguras tenaga dan pikiran. Beda dengan desain yang lebih menekankan pada estetika dan komposisi. Tapi sebenarnya saya nggak bisa lepas dari bidang pemrograman. Seperti yang saya kerjakan pada Kalender Bali Digital itu kan pada dasarnya adalah pekerjaan pemrograman. Mungkin memang kebetulan saja sekarang job desain yang malah datang lebih banyak.

Apakah service yang kamu berikan bisa disamakan dengan konsep web development?
Saya menawarkan service 80% desain dan 20%-nya adalah development-nya itu sendiri. Saya tidak mengambil pure website development, karena lebih menekankan pada desain web yang lebih praktis. Saya nggak lagi berkutat dengan pembuatan web yang pada umumnya ribet, dimana segalanya dimulai dari nol dalam pembuatan web. Saya mengoptimalkan sebuah open source bernama Drupal untuk membuat web yang diminta klien saya. Dengan menyederhanakan pengerjaannya tanpa mengurangi kualitas, tentu ini akan sangat efisien waktu dan tenaga. Sebenarnya bisa saja sih jika ada klien yang minta web-nya dikustomisasi khusus. Biasanya ada yang minta disisipkan fitur khusus didalamnya. Meski pengerjaannya agak ribet, tapi tetap kami kerjakan semaksimal mungkin sesuai dengan keinginan si klien.

Biasanya klien kalian dari mana saja?
General sih! Kalian kami berasal dari berbagai kalangan. Mungkin saya bicara untuk konteks klien-klien web design kami. Memang lebih banyak dari cooperate yang sering minta untuk dibuatkan website sebagai company profile mereka. Kebanyakan perusahaan yang bergerak di bidang properti. Ya tahu sendiri, bisnis properti lagi booming. Tapi kita juga pernah kok menangani website sekolah dan UKM lokal. Tapi memang kecenderungan klien kami adalah Internasional. Padahal tujuan awal dari BalaBali itu sendiri adalah concern dengan pasar lokal. Tapi kalau saya boleh berpendapat, orang-orang lokal kita belum bisa memaksimalkan penggunaan teknologi sebagaimana mestinya. Banyak UKM yang masih kurang ngeh bagaimana mengoptimalkan fungsi website untuk kepentingan bisnis mereka. Mereka sering buat yang asal-asalan, tidak bisa memaksimalkan bujet yang ada. Tapi setelah website-nya jadi, mereka tinggalkan begitu saja. Ini termasuk tantangan kami dalam meraih pasar lokal itu sendiri. Beda dengan orang asing, mereka tahu kalau kehadiran website sangat penting bagi kemajuan usahanya. Mereka benar-benar melakukan perencanaan terlebih dahulu terhadap website mereka. Mereka selalu datang dengan konsep dan memperhatikan detil-detil pekerjaan saya.

Bagaimana kalian bisa mendapatkan klien-klien tersebut? Bagaiman strategi promosi BalaBali?
Nggak ada yang khusus kok. Kami memaksimalkan promosi melalui website, email dan jejaring sosial. Tapi memang dominan hampir 90% klien kami dapatkan berasal dari networking. Saya banyak bekerja dengan orang yang ternyata juga merekomendasikan karya saya dengan partner-nya.

Begitupula dengan teman-teman saya. Kalau ada proyek dari partner atau perusahaannya pasti saya yang direkomendasikan. Rekomendasi dari seseorang itu sangat penting dalam mencari klien-klien kita selanjutnya. Karena orang lebih percaya atas rekomendasi temannya, ketimbang dia harus coba-coba dengan jasa baru yang ia belum tahu pasti kualitas pekerjaannya.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri