BRN_5650

Bali Fashion Tendance – Memproyeksi Tren 2016 Dari Pulau Dewata

Pagelaran fashion paling prestisius di Bali, Bali Fashion Tendance 2015 telah usai digelar dari 9 sampai 11 Oktober 2015 lalu. Ajang tahunan yang diinisiasi oleh APPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia) Bali ini sejak tahun 2004 mencoba menampilkan tren fashion untuk 2016. Bertempat di TS Suites Seminyak Bali, event yang bertemakan “Runway to The World” ini merangkul sekitar 48 desainer, di mana karya-karyanya dipresentasikan oleh 100 model profesional.

Desainer-desainer kondang, seperti Ali Charisma, Monika Weber, Dwi Iskandar, Selphie Bong, Oka Diputra, Espen Salsberg (Norwegia), Renato Vianna (Brasil), Milo Migliavacca (Italia), Dominique Tan Jepang), dan Anys juga turut mengambil andil lewat karya-karya mereka yang mempesona di ajang ini. Tak ketinggalan pula dua sekolah mode, Susan Budihardjo Fashion School dan Angeliqa Wu Fashion Course juga ikut serta unjuk gigi lewat karyakarya siswanya.

Sederet koleksi urban wear, ethnic contemporary, resort wear, bridal, cocktail hingga evening wear ditampilkan di atas panggung catwalk selama tiga hari berturutturut. Setiap karya hadir dengan karakter desainnya yang unik dan kuat. Semisal Oka Dwiputra yang berangkat dengan koleksi bertema “Beaute Sauvage” yang terinspirasi dari karya-karya legendaris desainer maestro Alexander McQueen. Oka juga bermain dengan material sutra India dan Vietnam, neoprene, cotton jersey dan burned velvet atau lycra mix.

Desainer kondang, Dwi Iskandar juga tampil dengan karya-karya busana pria yang berani berimprovisasi lewat kain sarung. Lewat label Dwico-nya, Dwi memamerkan koleksi celana pria kasual yang sarat dengan kesan etnik dan elegan, di mana dipadu-padankan dengan atasan yang berwarna terang. Sementara itu, desainer-desainer muda asuhan LPTB Susan Budihardjo menampilkan koleksi dengan label Acak-Acak, di mana mempresentasikan busana ready-to-wear dengan gaya futuristik, urban, dan funky. Koleksi yang terinspirasi dari permainan gasing serta mainan tentara ini bermain lewat desain celana, cropped blouse, cropped jacket, jaket ponco, hingga jumpsuit.

Gaya bohemian atau gipsy juga menjadi inspirasi favorit dalam sejumlah karya desainer yang tampil dalam Bali Fashion Tendance 2016. Gaya bohemian sendiri memang menawarkan ruang berkarya yang lebih ekspresif dan bebas. Seperti Deden Siswanto yang membawa imajinasi gaya petani bohemian ke dalam busana-busana wanitanya. Sementara, Bintang Mira bermain lewat motif-motif batik Bali di dalam gaya busana gipsy rancangannya. Bukankah akan sangat menarik untuk menjadikan karya-karya mereka nyata sebagai tren di tahun mendatang?

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri