Excited co-workers

Beautiful Mind

Suatu hari, saya sedang membaca artikel di Twitter, Singapura akan memberikan denda sekitar 100 hingga 5000 dollar Singapore bagi warganya yang ketahuan membiarkan mesin kendaraannya menyala (kalau di Indonesia, mungkin maksudnya sedang memanasi kendaraan atau menunggu seseorang). Respon saya waktu itu, Woow, negara “kecil” itu begitu concern tentang kenyamanan dan udara sehat bagi warganya.

Kebayang nggak kalau itu diterapkan di Indonesia? Kebijakan pemerintah mengenakan biaya plastik belanja yang Cuma Rp. 200 saja beberapa dari kita masih ngedumel kan.

Yaa, begitulah kita kadang mengisi hari-hari dengan prasangka, politik, skeptis dan masih banyak pikiran jelek lainnya. Padahal positive thingking seringkali menyelamatkan, kenapa.. lets… cek up”

  • Sulit untuk percaya

Anda saja sudah sulit menerima kesalahan bagi diri sendiri, alih-alih ingin memperbaiki, tentunya Anda akan sulit menerima masukan orang lain, komentar orang lain, apalagi kritikan yang seringkali tiap orang beda-beda cara menyampaikannya, bahkan mungkin Anda akan apatis pada tiap perubahan yang terjadi di sekitar Anda. Yang ada hanyalah praduga, prasangka, intrik dan aneka ketidakpercayaan lainnya. Buntutnya, semakin tak percaya diri. Padahal siapa tahu dengan perubahan-perubahan yang terjadi di sekitar kita, berikut masalahnya justru dapat membantu kita menjadi manusia yang tumbuh, berpikir dan kreatif, setuju.

  • Depresi

Tiap kali gagal mengerjakan tugas, Anda langsung mencela diri sendiri. Tiap kali tak capai target, Anda langusng vonis diri kurang bekerja keras. Begitu di kritik atasan, Anda langsung tak mau mengerjakan pekerjaan itu lagi alias tak percaya diri, Kantor Anda punya kebijakan baru, Anda langsung komen kebijakan kantor tak memihak karyawan. Well, stres gak jauh-jauh kan. Stres begitu mudah Anda ciptakan hanya dengan mencela, mengkritik dan mengkotakkan diri dalam ketidakmampuan. Stres  datang  begitu kita berkomentar pada sesuatu yang terjadi di luar kendali kita. Hasilnya, Anda akan selalu dan sangat mudah depresi. Tipsnya, cobalah berikan diri Anda sendiri apreasiasi, dan mencoba berkompromi pada sesuatu yang bukan “urusan” Anda. Saat gagal, jangan cela diri Anda, lebih baik gagal dari pada Anda tidak berbuat apa-apa bukan? Saat ada orang yang terburu-buru menyalip mobil Anda, cobalah untuk tak mengumpat. Mungkin kelihatan remeh, tapi coba praktekkan 5 hari saja, hati Anda lebih damai lho.

  • Beautiful Mind = Beautifil Life

Saya memberi judul tulisan ini dengan sebutan Beautiful Mind daripada memberinya judul How To Be Positif, karena menurut saya pikirkan kita, otak kita, benar-benar adalah sesuatu yang indah, yang ajaib dimana kita benar-benar punya kendali penuh untuk mengaturnya. Ketika kita bisa mencela, atau kita dengan seketika bisa optimis. Cobalah untuk berpikir dan bereaksi sesuai dengan kadarnya. Jika itu tidak mempengaruhi Anda secara langsung, abaikan. Jika itu kebijakan tempat Anda bekerja, terimalah karena tujuannya pasti lebih baik, baik bagi personal diri kita dan juga bagi perusahaan. Terimalah segala bentuk kenegatifan sebagai sarana bagi Anda, untuk maju dan tumbuh menjadi manusia lebih baik.

Hasilnya. Saya mengharapkan semoga kita semua diangerahi Beautiful Life.

  • No Optimism

Saya pernah membaca sebuah buku, judulnya adalah “Bukan Untuk Dibaca”, saya mengutip sebuah cerita dalam salah satu bab nya, bahwa ada seorang pengusaha yang memerintahkan tenaga sales-nya untuk menjual sisir kepada Biksu. Nah lho, kebayang kan gimana caranya jual sisir pada Biksu, kan sisir gunanya untuk menyisir? Si Negatif Mind pasti akan segera berkata itu ide gila, tak mungkin atau aneh.. namin Si Positif Mind melihat itu sebagai peluang, bahwa Si Sisir justru bisa menjadi sebuah souvenir bagi para pengunjung Vihara tersebut. Nah, terasa kan perbedaannya walau hanya membaca..

Manusia harus selalu punya HOPE alias harapan. Tidak ada satupun di dunia yang bisa merampas harapan sepanjang kita berusaha, dan sekali lagi Be Positif.

  • Apakah Benar-benar Penting

Yup, sebelum Anda berkomentar, nyeletuk negatif, ngedumel, coba tanyakan dalam hati “apakah ini benar-benar penting”. Apakah dengan Anda ngomel, Anda merasa lebih baik, sehat, rejeki berlimpah? Apakah dengan menyalahkan diri sendiri, masalah Anda akan selesai? Apakah dengan menyalahkan kebijakan perusahaan, Anda merasa pekerjaan Anda di kantor terbantu. Well, coba kembalikan kepada diri Anda sendiri. Mungkin sulit dan tak mungkin diterapkan seketika, tapi patut dicoba. Berpositif thingking-lah, karena itu bisa membantu kita membuat prioritas tentang cara berpikiri dan bereaksi pada suatu kejadian.

 

“Positive thingking isn’t about expecting the best to happen every time, but accepting that whatever happens is the best for this moment.”

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2017 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri