property

Berebut Pasar Property di Bali – Siapkah Pemain Lokal Bersaing?

Bali ibaratnya kembang desa yang cantik, sedemikian menariknya sehingga kumbang-kumbang berdatangan. Baik kumbang lokal, dari daerah lain bahkan kumbang dari mancanegara. Pertumbuhan ekonomi yang sedemikian pesatnya, menjadikan para pengembang atau pemain properti besar mulai melirik Bali sebagai areal bermain mereka. Baru beberapa tahun belakangan ini saja, Bali mulai dilirik bukan hanya karena potensi pariwisatanya, tetapi sebagai daerah dengan kekuatan ekonomi masyarakat yang tinggi.

Property investors dari berbagai daerah mulai berdatangan menyerbu Bali. Baik property investor yang profesional maupun amatir. Dari yang melakukan analisa pasar, sampai yang ikut-ikutan saja. Developer besar seperti Ciputra masuk dengan Citraland-nya di daerah Cargo. Daerah yang tadinya cuma buat numpang truk-truk bermalam dan gudang-gudang, sekarang berubah wajahnya, semenjak Citraland mulai memasang patung-patung kudanya di depan lokasi perumahan. Kabarnya ratusan rumah sudah terjual dengan harga yang sangat premium, dan tahap ke 2 dan ke 3 sudah mulai menyusul.

Sea Sentosa (ini sama dengan Sentosa Island Singapore) sejak 2 tahun yang lalu sudah menguasai daerah Echo beach. Sekarang kalau kita ke daerah Echo Beach, perkembangan disana sangatlah luar biasa. Harga tanah dan properti disana sudah melonjak tajam. Selentingan kabar mengatakan bahwa banyak pengembang besar lain yang juga sudah mulai melakukan land banking di Bali. Bali yang tadinya sangat humble dengan mal yang relatif kecil dan sederhana, sekarang memiliki Beach Walk yang memiliki variety tenant setara dengan mal di Jakarta dan Singapore.

Sedemikian kondusifnya bisnis di Bali ini, sehingga orang-orang asing yang kita temui seliweran di Bali, bukan hanya para turis, melainkan juga para pebisnis yang sedang menjajaki ataupun sudah berbisnis di Bali.

Daerah Seminyak, sebagian daerah Legian dan Kuta, sekarang sudah didominasi oleh retailer dan restoran yang notabene dimiliki oleh pebisnis asing. Entah berpartner dengan orang lokal ataupun menggunakan nominee orang lokal. Peta bisnis dan properti di Bali sudah berubah. Pertanyaannya adalah, bagaimana dengan pebisnis lokal yang ada di Bali? Akan tersingkirkah kita?

Saat ini, satu-satunya jalan untuk bisa tetap exist dan menikmati booming bisnis dan properti di Bali adalah dengan meningkatkan standard bisnis kita. Kita harus naik kelas, bukan lagi sebagai pebisnis tradisional, bukan lagi hanya mengandalkan koneksi dan benefit karena kita orang lokal.

Misalnya, jika Anda seorang agent property ataupun perantara tradisional, edukasi diri Anda, sehingga Anda menjadi source of information atas tanah/properti yang Anda tawarkan. Bukan hanya sekadar menawarkan saja. Saya selalu mengatakan, bagaimana Anda memberikan nilai tambah atas jasa/produk yang Anda tawarkan.

Para pengembang dan pemain properti lokal pun harus sudah meningkatkan permainannya. Sudah lewat masanya asal main sruduk saja. Membangun rumah asal jadi, tidak ada ijin dan lain sebagainya. Estetika, kebersihan, kenyamanan lingkungan dan kelegalan sudah saatnya diperhatikan. Tingkatkan standard dari jasa ataupun bisnis Anda. Dengan lebih beredukasi, bersih, lebih beretika, ramah, memperhatikan estetika, design dan juga ramah lingkungan.

Contohlah bisnis-bisnis lokal yang sudah sukses, kebanyakan mereka sudah menerapkan hal tersebut diatas. Bali berkembang dengan segala konsekuensinya, dengan begitu banyaknya kompetisi baik sesama pebisnis lokal Bali maupun luar Bali dan bahkan asing.

Peta persaingan dan bisnis sudah berubah. Kalau Anda tidak berubah kearah yang lebih baik, maka Anda akan kehilangan kesempatan untuk menikmati Bali yang cantik ini.

Pesan saya, jangan terlena dan terbuai dengan harapan semua akan tetap baik, tanpa adanya usaha perubahan kearah yang lebih baik, maka kita semua akan ketinggalan kereta. Yuk, tingkatkan persaingan dan level competition kita sehingga Bali akan tetap dapat dimiliki dan bermanfaat bagi Bali.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri