First Lady Michelle Obama & Disney CEO Robert Iger Announcement On Nutritional Guidelines

Bob Iger – Pelajaran Bisnis Dari Presenter Berita Cuaca

Kisah Zero to hero sudah tak terhitung lagi banyaknya, namun salah satu yang cukup fenomenal mungkin bisa kita lihat pada perjalanan karir Bob Iger.

Mengawali karirnya sebagai seorang pembaca ramalan cuaca di stasiun televisi lokal, Bob kemudian menjadi salah satu CEO paling berpengaruh, dan berhasil membawa Disney, perusahaan yang dikelolanya menapaki banyak prestasi.

Tidak ada yang istimewa dari dirinya yang terlahir dengan nama Robert “Bob” Iger pada 10 Februari 1951. Memutuskan bergabung dengan stasiun televisi ABC, dan menjadi salah satu lompatan yang menentukan karirnya kemudian. Berawal sebagai supervior studio, hanya dalam waktu 3 tahun (1993-1996), ia dipercaya menjadi Presiden. Dan ketika stasiun televisi ini di akuisisi oleh Disney, posisinya pun tak tergantikan. Justru terus menanjak hingga ditunjuk sebagai Presiden Walt Disney International dan Chairman ABC Group di tahun 1999. Kemudian menjadi Presiden dan COD Disney pada tahun 2000. Dan lima tahun kemudian, pada 13 Maret 2005, dia pun menjadi CEO Disney menggantikan Michael Eisner. Bob juga terlibat dalam pengambil alihan Pixar pada tahun 2006 setelah konflik panjang dengan studio animasi tersebut. Ia juga memimpin perusahaan ini untuk mengambil alih Marvel Entertaiment pada tahun 2009, sehingga memperluas jaringan waralaba perusahaan Disney.

Lelaki yang biasa disapa Bob ini pun menjadi kiblat soal kepemimpinnya layaknya Jack Welch. Setelah dilantik menjadi CEO, Bob langsung menggandeng Roy E. Disney, anak Roy Oliver Disney dan keponakan Walt Disney, yang  juga salah satu pemegang saham mayoritas The Walt Dsinet Company. Roy diberinya posisi Direktur sekaligus konsultan, tujuannya agar tidak ada pergesekan internal sepanjang dirinya memimpin perusahaan. Dengan koalisi ini, kebijakan Bob pun pada isu-isu strategis berjalan dengan lancar. Salah satunya ketika Bob memutuskan untuk mengakuisisi Pixar.

Pixar adalah perusahaan yang memproduksi film animasi, sementara dalam bidang film, makan Disney cenderung unggul pada jaringan distribusi. Awalnya memang Pixar merupakan penjual hardware Pixar Image Computer yang digunakan Disney untuk meningkatkan efisiensi proses animasi 2D, namun kemudian mereka bekerjasama, dengan proyek perdananya membuat film animasi berjudul Toy Story yang sukses luar biasa. Film animasi tersebut terjual lebih dari 150 juta keping dan mencetak pendapatan lebih dari US$ 2,5 miliar.

Dengan pembagiam sama rata, maka proyek perdana ini menjadi salah satu sumber pendapatan yang menggiurkan. Dimulailah proyek berikutnya membuat sekuel, namun persoalan kemudian muncul karena Pixar merasa diperlakukan tidak adil, semua hak atas cerita dan serialnya dimiliki sepenuhnya oleh Disney yang juga mengutip biaya distribusi sebesar 12,5% dari pendapatan. Pucaknya, Steve Jobs selaku pemilik Pixar berencana akan mencari mitra lain untuk proyek mereka berikutnya. Jika itu terjadi, maka Pixar akan menjadi kompetitor serius bagi Disney. Apalagi jika mengingat film Disney tidak sesukses film produksi Pixar. Hal inilah yang mendorong Bob unutk mengambil langkah berani, mengakuisisinya dengan harga fantastis. Tidak kurang dari US$ 7,4 miliar dikeluarkan Bob untuk menagntongi saham Pixar ketika itu.

Tantangan Bob paska akuisisi adalah menyatukan dua perusahaan dengan budaya berbeda. Apalagi di masa lalu, CEO Disney sebelumnya Michael Eisner memiliki konflik dengan Steve Jobs. Untungnya, Bob memiliki pengalaman bagaimana perusahaan tempat dirinya bekerja yakni ABC, diakuisisi dua kali. Bob punya pengalaman dan perasaan sebagai bagian dari perusahaan yang dibeli, sehingga tahu bagaimana membangun kepercayaan dari karyawan Pixar. Bob tetap mempertahankan Pixar sebagai identitas bisnis yang berbeda, nama Pixar tetap dipertahankan, alamat surat elektronik karyawan pun tidak berubah, logo di pintu gerbang sama sekali tak disentuhnya, bahkan karyawan dapat mempertahankan benefit kesehatannya yang melimpah. Satu-satunya hal yang berubah, hanyalah pada branding film produksi sesudah akuisisi yang diberi label sebagai Disney Pixar.

Dan keputusan ini terbukti tepat, dengan kesuksesan sejumlah film yang menjadi box office, seperti High School Musical, Beverly Hills Chihuahua dan Bolt. Bahkan film High School Musical menyumbangkan pertumbuhan pendapatan operasional sebesar 20%.

Bukan hanya soal akuisisi perusahaan, dengan mendapatkan Pixar, maka Bob juga secara tidak langsung mendapatkan Steve Jobs, yang diberinya kursi sebagai salah satu dewan direksi, yang tidak memiliki kekuatan sebagai eksekutif pun juga tidak dibayar. Namun pengalaman Jobs dalam hal teknologi adalah kekuatan besar bagi perkembangan Disney kedepannya. Hal ini pula yang menjadikan Disney menjadi studio pertama yang filmnya tersedia secara online melalui iTunes. Selain itu, sejumlah program acara dari stasiun ABC juga dijual melalui iTunes. Melalui channel inilah Disney sukses menjual jutaan film dan pertunjukan televisi.

Ketika International Herald Tribune mewawancarainya, Bob mengatakan bahwa keberhasilan dari akuisisinya adalah saling menghargai, dan inilah hal yang dibutuhkan dalam kemitraan bisnis yang berhasil.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri