Print

Bukan hanya yang Raksasa, Yang Medium pun tak kalah menggiurkan.

Bagaimana dengan pengusaha berkocek sedang? Wahana permainan tetap masih bisa dibuat, namun tentu dengan skala yang proporsional. Area bermain anak-anak yang kerap kita jumpai di mal-mal adalah salah satunya. Seperti yang skala besar, usaha medioker ini juga terus bertumbuh.

Permainan seperti Bom-bom Car, Ding Dong ataupun Mandi Bola, adalah sarana yang jauh telah ada sejak lama, dan hingga kini peminatnya tak kunjung berkurang. Segmen pasarnya tentu warga lokal di kota-kota terdekat. Perlahan, model bisnisnya mulai berkembang. Awalnya yang kerap berada indoor di mal-mal, kini mulai menjadi wisata sejenis outbond.

Di Kampung Main Cipulir (KMC) salah satnya. Area rekreasi ini tidak memiliki lahan yang super luas, namun tetap bernuansa alam. Safitri pendirinya, memulai usaha ini pada tahun 2010, karena memiliki lahan kosong yang mulai dimanfaatkan. “Orang haus hiburan itu pasti, jadi saat tetap mempunyai tanah menganggur di Cipulir ini saya cobalah buka usaha ini,” ujar Safitri sebagaimana dikutip dari umkmjogja.com.” Yang mutlak, liburan murah serta mengasyikkan. Saat ini tidak butuh keluar Jakarta untuk nikmati liburan memiliki nuansa alam yang fresh,” tutur seorang pengunjung KMC melalui situs yang sama. Dan di tahun 2013, sekalipun KMC belum balik modal, namun Safitri kembali membuka Kampung Main Puncak (KMP) di kawasan Bogor.

Dan benar saja, dalam satu bulan jumlah pengunjung KMC bisa mencapai 20.000 orang. Dengan tiket masuk yang hanya Rp 5.000 untuk hari kerja dan RP 7.000 untuk hari Sabtu-Minggu, dapat meraih 4000 pengunjung, “jelas Safitri. Pendapatan dari tiket masuk saja, jumlahnya bisa lebih dari Rp 100 juta, dan itu belum termasuk pendapatan dari harga permainan di KMC. Maka bisa dipastikan, sekalipun untuk skala menengah, bisnis ini juga punya potensi yang juga yahud.

Tantangan Industri

Sekalipun perkembangan taman rekreasi hiburan di Indonesia berkembang dengan sangay pesat, namun dinilai masih belum mampu bersaing dengan masih belum mampu bersaing dengan negara tetangga. Melalui laman beritasatu.com, Pembina Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (ARKI) Rachmat Sutiono mengatakan bahwa theme park dan atraksi di Indonesia sudah jauh ketinggalan dibandingkan negara tetangga terutama Singapura dan Malaysia.

Padahal, sekitar dua hingga tiga dekade lalu, Indonesia adalah pemimpin bisnis taman rekreasi hiburan dengan hadirnya Dunia Fantasi (Dufan) Ancol yang merupakan salah satu theme park pertama di Asia. Bahkan kerap kali diiklankan di Malaysia dan Singapura untuk menjaring wisatawan dari dua negara itu ke Indonesia.

“Tapi sekarang yang justru banyak diiklankan di Indonesia adalah Sentosa, Universal Studio Singapura, Legoland dan Hello Kitty di Malaysia,”ujarnya.

Disinyalir, hal ini karena bea masuk pagi investor yang ingin menanamkan modalnya di bisnis tersebut. Menanamkan modal untuk bisnis taman rekreasi hiburan di Indonesia tercatat lebiuh mahal sekitar 30 persen ketimbang di Malaysia dan Singapura. Selain itu pajak hiburan yang cukup tinggi dinilai memberatkan. Belum lagi dengan proses perizinan dan retribusi yang harus di renew setiap tahunnya. Industri ini juga menghadapi kondisi dimana penurunan nilai rupiah karena hampir seluruh alat permainan dari impor.

Bertahan ala Pemain Lama

Dufan sendiri sebagai pemain lama, haruslah berbenah. Sekalipun masih memperoleh kunjungan yang tinggi, namun terus mengalami penurunan. Banyaknya taman hiburan yang kini hadir menjadi salah satu alasannya. Data dari BPS hingga tahun 2013 menunjukkan, kunjungan wisatawan sejak tahun 2011 terus mengalami penurunan. Dan bukan hanya Dufan, namun juga taman wisata lainnya yang dulunya ‘pemegang kunci permainan’. Kebun binatang ragunan, Monas dan sejumlah Museum mengalami penurunan kunjunga. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk pun mulai menargetkan pertumbuhan, sejumlah perbaikan mulai dilakukan, mulai dari menyediakan fasilitas WiFi di seluruh unit rekreasi. Hingga layanan pembelian tiket secara elektronik dan online (e-payment) bagi pengunjung Dufan, Atlantis Water Adventure dan Ocean Dream Samudera melalui www.ancol.com

Sejumlah wahana hiburan juga mulai ditambah, seperti aksi panggung dari para stunt sepeda motor asal Cina dalam bola besi atau International Soccer And Crazy Motor Show. Underwater Show di wahana Ocen Dream Samudera (ODS), Ocean Ecopark yang menyajikan beragam satwa unik serta teater animasi baru bernama Kaila Adventure.

Bahkan lebih jauh, manajemen Pembangunan Jaya Ancol menyiapkan ekspansi di luar Jakarta. Sebagaimana diberitakan dalam VIVANews.com perseroan ini tengah berencana mengincar daerah Surabaya, Medan, dan Balikpapan sebagai langkah ekstensifikasi di bisnis taman hiburan dan rekreasi. Pada akhirnya, perbaikan terus menerus untuk bertumbuh menjadi poin penting keberhasilan Taman Rekreasi Ancol di  masa mendatang.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri