DSC_0574

Cerita Istanbul

Negeri sarat sejarah, rangkaian peristiwa yang telah mengubah peta dunia saat ini. Nama-nama besar pejuang lahir dari kota ini. Negeri 1000 mesjid dengan multi peradaban.

Dalam sejarahnya, kota ini pernah populer dengan nama Konstantinopel dan Bizantium. Salah satu kota terpadat yang perekonomiann dan budayanya menjadi pusat dunia. Uniknya, inilah kota yang juga disebut Eurasia, karena terletak di sisi Eropa, sementara sekitar sepertiga penduduknya tinggal di sisi Asia. Membentang melintasi Selat Bosporus di antara Laut Mataram dan Laut Hitam.

DSC_0439

DSC_0386

 

Pusat perdagangan dan sejarahnya. Didirikan dengan nama Bizantium sekitar tahun 660 SM disebuah tanjung kecil bernama Sarayburnu, kota ini berkembang sehingga menjadi salah satu kota terpenting dalam sejarah. Setelah pendirinya kembali dengan nama Konstantinopel pada tahun 330 M, kota ini berfungsi sebagai ibu kota kekaisaran selama hampir 16 abad, yaitu selama Kekaisaran Romawi dan Bizantium atau Romawi Timur (330-1204 dan 1261-1453), Latin(1204-1261), dan Utsmaniyah atau Ottoman (1453-1922).

Kota ini berperan penting dalam perkembangan Kekristenan selama zaman Kekaisaran Romawi dan Bizantium sebelum Utsmaniyah menaklukannya pada tahun 1453 dan mengubahnya menjadi kubu pertahanan Islam serta tempat kedudukan Kekhalifahan Utsmaniyah. Sebagai ibukota imperium terbesar pada masanya, banyak dihuni berbagai etnis bangsa dan didominasi oleh etnis Yunani.

Ada dua bangunan sejarah yang melambangkan betapa megahnya kerajaan-kerajaan masa lampau yang terdapat di negeri dua benua ini. Yakni Aya Sofia dan Blue Mosque atau Masjid Biru.

Disebut biru karena masjid ini berhiaskan keramik-keramik berwarna biru yang menutupi dinding dan kubahnya. Bangunan ini berada di Istanbul Turki dan dibangun Sultan Ahmed 1 berasal dari Dinasti Ottoman yang menguasai Turki pada abad ke-14. Sultan Ahmed I memerintah Turki mulai tahun 1603-1617. Konstruksi masjid mulai dibangun pada tahun 1609, oleh arsitek terkenal pada jaman itu, yaitu Mehmed Aga. Pada tahun 1616, masjid ini selesai dibangun. Sultan Ahmed I sendiri membangun Masjid Biru ini untuk menandingi bangunan Aya Sophia buatan kaisar Byzantine yaitu Constantinople.

Aya Sophia berada satu blok dari Masjid Biru. Aya Sophia sendiri artinya kebijaksanaan suci, landmark kota Istanbul. Bangunan megah yang merupakan harta warisan penting dunia yang sudah berusia ribuan tahun dan memiliki sejarah masa lalu panjang bagi umat manusia. Selain usia dan sejarahnya, Aya Sofia memiliki keindahan arsitektur yang mengagumkan karena dibuat berabad-abad lampau.

Sebelum menjadi Museum, Aya Sophia pernah menjadi masjid selama hampir 500 tahun, atau 482 tahun tepatnya. Meskipun telah beberapa kali diperbaiki. Tidak menyurutkan kebesaran bangunan ini sebagai cerita warisan dunia.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri