BRN_8001

dr.Vivi Vinata Guizot, Sp.BP – Melayani Dengan Hati Memperbaiki Kualitas Diri

Dua dekade terakhir, ketika kemajuan teknologi semakin berkembang pesat dan peralatan kedokteran semakin mutakhir, ada begitu banyak batasan yang dulunya menjadi penghalang, perlahan tereduksi dan hilang. banyak terobosan di abad 21 yang menjadi penyelesai berbagai masalah, bahkan ketika di era modern ini penampilan menjadi salah satu prasyarat sebuah kesuksesan. Maka teknologi menjadi penyelamat dari berbagai kebutuhan tersebut, terutama bagi orangorang yang memiliki keterbatasan dalam fisik. Dan melalui bedah plastik adalah salah satu solusinya.

Di Asia, negara Korea dikenal sebagai pelopor dari populernya bedah plastik untuk estetika. budaya ini kemudian perlahan diadopsi oleh beberapa negara Asia lainnya, tak terkecuali Indonesia. bahkan kini, di bali pun telah siap dengan kebutuhan pasar bedah plastik. Dari berbagai klinik kecantikan yang ada, maka Divine Aesthetic Surgery & beauty Clinic adalah salah satunya. Adalah wanita jelita bernama Vivi Vinata Guizot sebagai pendiri dari klinik tersebut. Menurutnya, teknologi bedah plastik di Indonesia sudah tidak kalah dengan luar negeri. “Apalagi biayanya jauh lebih murah di Indonesia dengan kualitas dokter dan standar operasi yang bagus,” ujar Vivi.

Sejak klinik ini dibuka pada tahun 2012 lalu, jumlah pasien di Klinik Divine mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dan sekitar 20% merupakan pasien asing yang didominasi warga negara Australia. Vivi pun meyakini, bedah plastik adalah alternatif untuk meningkatkan nilai tambah seseorang, dan ini sesuai dengan asal kata plastik yang merupakan bahasa latin plasticos yang berarti membentuk.

Wanita kelahiran Denpasar tahun 1974 ini melayani bedah plastik rekonstruksi yang dilakukan untuk memperbaiki kelainan akibat trauma, maupun bedah plastik estetika untuk mempercantik diri. Dan tentu saja, tren saat ini justru ramai pada bedah plastik estetika daripada operasi rekonstruksi. Karir Vivi sendiri diawali sejak kuliah di Fakultas Kedokteran Unair, kemudian melanjutkan spesialis kedokteran bedah plastik di Fakultas Kedokteran UI dan lulus pada tahun 2009 dengan predikat terbaik. Untuk memperdalam ilmu kedokteran bedah plastik yang terus berkembang, Vivi pun mengikuti pelatihan sampai ke beijing, Korea dan bangkok.  Vivi sempat membuka praktek di ibukota, sebelum akhirnya hijrah kembali ke tanah kelahirannya di Bali. Dan membuka Divine Clinic pada bulan November 2012 bersama salah satu temannya yang memang telah berpengalaman bekerja di salah satu klinik kecantikan terkenal.

Modal yang dikeluarkanpun tidak sedikit, untuk hasil yang terbaik, Vivi mengeluarkan banyak dana untuk membeli peralatan medis dari Amerika. Modalnya sendiri di peroleh Vivi dengan menjual satu-satunya apartemen yang dimilikinya di Jakarta, ditambah pemberian orangtua berupa tanah di kawasan Padang Galak Sanur, kemudian Vivi mengajak sahabatnya tersebut sebagai manajer klinik.

Dan sekarang secara perlahan, kliniknya mulai dikenal luas, terutama untuk melayani operasi plastik memperindah bentuk hidung (rhinoplasty) dan memperindah kelopak mata (blepharoplasty). Sepak terjang wanita muda ini pun akhirnya mengantar kami untuk menjumpainya, dan mendengar langsung bagaimana karir wanita yang sekarang kerap menjadi pembicara seminar hingga ke bangkok itu mengawali karirnya. Melalui rubrik ini, Vivi bercerita apa-apa saja yang menginspirasinya hingga kemudian menekuni profesinya sebagai dokter bedah.

Apa yang mendorong Anda terjun ke profesi ini?

Dulu waktu saya SMP, saya memiliki keluarga yang memiliki kelainan sejak lahir di bagian wajahnya, ukuran kelopak matanya beda sebelah, keadaan itu membuat ia minder, jarang keluar rumah. Jadi waktu itu keluarga saya memutuskan operasi untuk menghilangkan kelainan itu. Dulu itu operasinya di luar negeri, di Singapura. operasinya membutuhkan waktu 30 menit. Setelah operasi, hasilnya bagus, keluarga saya itu tak malu lagi untuk berinteraksi, bisa jalan-jalan, bisa keluar tanpa menutup wajahnya lagi.

Saya senang waktu itu. Saya merasa bahwa saya juga bisa menjadikan quality life seseorang itu menjadi lebih baik. Dari yang sebelumnya minder, tidak percaya diri menjadi percaya diri. Dari sinilah saya kemudian mengambil pendidikan terkait dengan bedah plastik.

Tahun berapa Anda mengawali karir sebagai dokter spesialis bedah plastik ?

Tahun 2009, waktu itu saya baru lulus dan membuka praktek di Jakarta. beberapa waktu kemudian, saya pindah ke bali, pulang kampung. Kebetulan orang tua saya menghibahkan tanah ini untuk saya, jadi saya membangun klinik Divine bersama sahabat saya yang memang sudah berpengalaman lama sebagai manajer klinik kecantikan.

Kenapa memilih nama Divine?

Nama Divine itu artinya mulia, jadi klinik kami tidak akan memberikan layanan atau treatment , produk dan prosedur yang merugikan pasien. Tujuan kami agar pasien puas dan aman bagi mereka. Alat-alat yang kami gunakan semuanya buatan Jerman dan USA, bukan buatan Cina.  Semua treatment kami yang terlihat efeknya bukan hanya berdasarkan apa yang sedang trend, misalnya tanam benang, 99% klien kami melakukan di tempat lain tanpa adanya perubahan yang signifikan. Maka dari itu kami memutuskan untuk tidak melakukan perawatan tanam benang yang merugikan pasien, yang secara finansial malah membuat pabriknya di Korea tambah kaya.

Saya beberapa kali menjumpai komplikasi dari tanam benang berupa infeksi sampai bernanah dan alergi, sehingga menimbulkan jerawat parah pada pasien. Ada lagi mesotherapy slimming , 99% pasien saya yang ingin liposuction sudah melakukan mesotherapy slimming . Tapi tidak satupun yang merasa ada perubahan berarti, malah hasil laboratorium mereka menunjukkan kenaikan liver enzyme yang cukup signifikan menandakan bahwa zat yang disuntikkan itu adalah toxic buat tubuh. Malah ada satu pasien saya yang sudah melakukan mesotherapy selama tujuh tahun, baru memutuskan untuk liposuction . Namun saat cek darah, hasil fungsi hatinya sangat buruk bahkan klien tersebut sampai melakukan cangkok hati di Cina.

Ini yang kemudian menjadi isu akan bahayanya operasi plastik?

Jika itu dilakukan oleh bedah plastik yang qualified enggak apa-apa, tidak ada efek berbahaya. Yang memiliki kasus bad effect itu kan biasanya yang suntik-suntik silicon cair, kemudian dokter yang bukan spesialis bedah plastik yang melakukan bedah plastik. Tapi kalau dokter spesialis bedah plastik yang sudah qualified, pasti mengerjakannya sesuai standard operating procedure, jadi tidak berbahaya.

Pasien yang datang berasal dari mana?

Kalau lokal ya kebanyakan dari bali, ada juga yang dari lombok, banyuwangi, Jember, bahkan Kalimantan.

Lebih banyak yang datang untuk operasi estetika atau rekonstruksi?

Estetika jauh lebih banyak daripada rekonstruksi. Perbandingan pasiennya 20 berbanding 80. biasanya untuk estetika itu seperti operasi kelopak mata, kantung mata, hidung dan bagian wajah lainnya.

Bagaimana dengan harga?

Operasi rekonstruksi jauh lebih mahal daripada estetik, karena membutuhkan beberapa tahap dan jauh lebih sulit

Berapa jam yang Anda butuhkan untuk operasi?

Saya membatasi maksimal dua pasien perhari. Untuk operasinya, bisa sampai satu sampai tiga jam tergantung. Kadang kadang pasien saya ingin sekalian, semuanya dioperasi. Mata atas, mata bawah, hidung. Itu yang bisa memakan waktu hingga tiga jam, tapi kalau hanya hidung, atau kelopak mata saja misalnya, itu cukup sekitar satu jam.

Bagaimana cara Anda membagi waktu untuk keluarga di sela-sela kesibukan?

Saya memulai operasi pagi, jam lima sore sudah selesai, saya sudah di rumah, jadi tidak seperti dokter umum. bedah plastik kan juga tak terlalu emergency. Pada bagian patah tulang wajah misalnya, operasi tidak harus saat itu juga, karena wajah pasien masih bengkak dan sering ada cedera kepala yang membutuhkan observasi, jadi bisa ditunda untuk hasil yang lebih optimal

Lokasi klinik Anda jauh dari pusat kota, ada alasan khusus?

Sebenarnya terkait privasi pasien. Dulu klinik kami di depan jalan raya, setiap selesai operasi, pasien ditembel-tembel. Kita harus payungin, tutupin. Jadi itu juga faktor kenapa klinik ini agak jauh dari pusat kota. Alasannya ya itu, untuk privasi mereka.

Berapa lama proses penyembuhan pasca operasi?

Proses penyembuhannya sekitar satu sampai dua bulan. Pasien tetap bisa beraktivitas kok, tapi masih ada efek pembengkakan paska operasi. Waktu normal untuk penyembuhan memang satu sampai dua bulan. Jadi setelah operasi enggak langsung mulus gitu.

Adakah pasien Anda yang operasi karena sebelumnya menggunakan silicon yang ilegal?

Ada, jadi pasien yang sebelumnya ingin membentuk estetika wajahnya dengan silikon cair cenderung akan timbul pembengkakan kronis pada wajah yang lama kelamaan bisa merubah wajah seseorang menjadi aneh. bisa dilakukan koreksi dengan bedah plastik, namun untuk kembali normal tidak mungkin, karena silikon cair sudah merembet keseluruh jaringan wajah.

Pesan Anda untuk para pembaca yang ingin melakukan bedah plastik?

Saya sarankan agar jangan pernah percaya dengan orang tanpa lisensi dokter yang sering mengaku bisa menyuntikkan Kolagen padahal sebenarnya adalah silikon cair. Mohon berhati-hati, yang aman hanya filler dengan isi asam hyaluronat. Jika ingin melakukan bedah plastik bisa terlebih dahulu melakukan cross check di website www.perapisurgeon.org, untuk melihat daftar dokter bedah plastik yang kompatibel di bidangnya. Kita tidak boleh sembarangan dalam memilih dokter bedah plastik. Karena banyak dokter bedah umum yang sering melakukan bedah plastik, kemudian terjadi kesalahan. Kalau mau memperbaikinya lagi, itu lebih susah, jauh lebih susah memperbaiki kerusakan karena kesalahan operasi yang pertama, ketimbang mengoperasi saat pertama kali.Ini juga karena orang-orang kita yang cenderung inginkan murah, kok semakin murah semakin dicari. Justru karena murah sebenarnya kita harus mencari tahu, kenapa murah, apakah alat dan dokternya qualified atau enggak.

Apa produk Divine yang berbeda dengan klinik lain?

Yang berbeda itu laser Vagina, laser Resurfacing yang tidak agresif dengan laser erbium yang terbaik di dunia. laser Vagina, di mana dinding Vagina dilakukan rejuvenation dengan laser. laser ini didedikasikan untuk wanita. Untuk merejuve saraf-saraf, otot dan dinding Vagina. Wanita akan lebih mudah orgasme dan sang suami tentunya pasti merasakan perubahan pada dinding Vagina.  Sedangkan laser erbium untuk mengoreksi kulit dengan jaringan parut bekas jerawat, pori-pori besar dan spots. Hasilnya seperti kulit bayi, dan jaringan parut jerawat terkoreksi sampai 70 persen. Kami juga ada terapi f at derived stem sel yaitu sel lemak diambil kurang lebih 50 cc untuk diekstrak stem selnya kemudian disuntikkan ke tubuh untuk mencegah penyakit degeneratif, dan bonusnya terlihat rejuve.

Adakah rencana untuk membuka cabang lebih banyak dan tidak hanya di Bali?

Saya belum berniat membuka cabang di luar bali, inginnya di daerah Ubud dan mungkin di Kabupaten paling utara, karena pasien saya yang berasal dari sana cukup banyak.

Bagaimana Anda melihat perkembangan klinik kecantikan di Indonesia?

Perkembangan klinik kecantikan di Indonesia sangat pesat, namun tidak dibarengi dengan kualitas. Standar tidak jelas. bagaimanakah klinik-klinik tersebut mensterilkan alat-alatnya, virus-virus berbahaya mengancam, Hepatitis b, C bahkan HIV. Jadi bila sterilisasi alat tidak dilakukan dengan SoP ( Standard operating Procedure ) yang jelas, ini berbahaya. Jangan hanya berlombalomba memberikan harga murah untuk menarik klien, namun membahayakan dan merugikan klien.

Umumnya, orang tua mengarahkan anaknya untuk menjalani profesi yang sama, bagaimana dengan Anda?

Rencananya sih begitu. Tapi saya membebaskan anak-anak untuk memilih apa yang mereka suka. Tapi anak saya yang bungsu sih bilang, dia pengen jadi dokter, tapi nggak tahu juga gedenya kayak gimana.

Adakah pengalaman yang berkesan ketika menangani pasien?

Pernah saya menangani seorang anak berusia lima tahun terkena luka bakar, dia itu main api kemudian terbakar. luka bakar itu sembuhnya gampang, tapi justru ketika penyembuhannya itulah kita akan menemukan masalah baru. Dagunya itu menempel ke dada karena luka bakar. Sehingga anak ini tidak bisa mendongak ke atas.  Saya sangat berkesan karena ketika Saya menanyakan kenapa adik ini ingin dioperasi, saya pikir itu karena suruhan orang tuanya atau karena malu, tapi saya terkejut dengan jawabannya. Ia dengan polosnya menjawab “saya ingin lihat bintang lagi.” Sekarang ia sudah normal, jadi lehernya sudah tak menempel lagi dengan dada. Waktu itu saya menghabiskan waktu operasi sekitar 5 jam.

Saya juga pernah mengoperasi anak usia tujuh tahun yang bibirnya sumbing. Dia sampai tidak mau sekolah. Tapi setelah dioperasi, dia sangat bersemangat ke sekolah. Hal-hal seperti ini sangat menyenangkan bagi saya. Dan inilah alasannya mengapa saya menekuni profesi ini.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri