kucit

Festival Desa Suwat

Dimulai pada tanggal 30 Desember 2015 dan berlanjut di hari Minggu, 3 Januari 2016. Festival yang meriah dan seru ini menggelar sejumlah permainan, mulai dari Perang Air, balapan Upih di tengah lumpur, hingga Ngejuk Kucit dan bebek. Siat Yeh sendiri terinspirasi dari model perang tomat di Spanyol atau perang oli di India. Di mana dalam festival tersebut bermakna pemuliaan ciptaan Tuhan berupa sumber daya alam khususnya air di Desa Suwat.

Sementara dari ritual balapan Upih yang digelar pada hari minggu, dilakukan di tengah lumpur yang melibatkan kaum laki-laki dan perempuan dari segala usia. Prosesi balap Upih ini digelar di atas sepetak sawah penuh lumpur, di mana dalam balapan adu cepat ini dilakukan sembari menyeret salah satu anggota keluarga. Mulai dari anak menyeret bapaknya, atau sebaliknya, pun suami yang menyeret istrinya. Tidak selesai sampai di situ, di hari yang sama juga digelar lomba Ngejuk Kucit (menangkap anak babi) dan Ngejuk bebek (menangkap itik). Panitia acara juga memberikan hadiah berupa itik untuk mereka yang menang dalam balap Upih dan Ngejuk bebek.

Hal ini agar korelatif dengan semangat lomba yang peserta lakukan. Mulai dari ritual Siat Yeh, lomba balap Upih, Ngejuk Kucit dan Ngejuk bebek semuanya dipimpin langsung bendesa Pakraman Suwat, I Wayan Suka Merta.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2017 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri