BRN_9031

Heart to Heart with Raisa Andriana

“Saya sempat ngobrol sama teman-teman musisi yang ada di Belanda, Jerman dan beberapa negara lainnya. Mereka bilang gini, “enak banget di Indonesia, follower kamu bisa sampai delapan juta terus Youtube viewer bisa sampai jutaan, negaranya gede banget.” Jadi bukan karena saya tidak berkarir di negara bule, itu berarti karir saya kecil.”

Namanya, Raisa Andriana. Rasanya tak ada kaum Adam yang tak kenal akan parasnya. Di Indonesia, kehadirannya adalah pesona akan romansa. Segudang prestasi pernah diraih si jelita yang satu ini, namun itu semua tak membuatnya merasa puas dalam berkarya.

Raisa mengawali karirnya sebagai penyanyi pendatang baru di tahun 2008 dengan single ‘Serba Salah’, yang melejitkan ia di kancah musik nasional, serta menempatkan dirinya di antara penyanyi papan atas tanah air dalam waktu yang relatif singkat. Pada awal karirnya, Raisa sempat digandeng komposer kenamaan David Foster untuk tampil di konsernya di Jakarta. Pada tahun itujuga, ia menjadi vokalis bentukan Kevin Aprilio, Andante yang menjadi embrio lahirnya grup band Vierra.

Seiring berjalannya waktu, karir bintang jelita ini semakin melejit, dibuktikan dengan turut serta menjadi salah satu pengisi acara di panggung Java Jazz Festival. Tak tanggung-tanggung, di tahun 2012 pun ia menyabet penghargaan dalam Anugerah Musik Indonesia sebagai Pendatang Baru terbaik. Selain penghargaan dari Anugerah Musik Indonesia, ia juga meraih penghargaan dari Anugerag Planet Muzik sebagai Best New Female Artist.

Setelah meraih banyak penghargaan di tahun 2012. Musisi yang berasal dari ibukota Jakarta ini  merilis album keduanya yang berjudul ‘Heart to Heart’. Album yang rilis pada 27 November 2013 ini berisi lagu; Bersinar, Hari Bahagia, Pemeran Utama, Teka-teki, Let Me Be (I do), Katakan, LDR, Bye-bye dan Mantan Terindah. Lagu Bye-bye daan Mantan Terindah telah dirilis sebagai single pertama dan kedua secara berurutan dari Album Heart to Heart.

Tahun demi tahun seperti tak pernah kosong oleh Raisa. Di tahun 2014 ia ditunjuk sebagai juri tamu di ajang bergengsi pencarian bakat Indonesia Idol. Di tahun 2015, produsen film animasi ternama dan terbesar di dunia Walt Disney menggandengnya sebagai penyanyi dalam  soundtrack film terbaru Disney, Cinderlla, yang berjudul A Dream is A Wish Your Heart Makes.

Ketika kami bersua dengannya, sapa hangat kami disambut senyumannya yang manis. Kepada kami, Raisa bercerita soal mimpi-mimpinya.

Lagi sibuk apa sekarang?

Sekarang ini lagi sibuk persiapan launching album ketiga, karena sebentar lagi April sudah harus launching, jadi benar-benar dalam proses persiapan akhir. Musiknya hampir semua sudah selesai, lagu rekaman tinggal satu lagi, foto album sudah, terus tinggal proofing desain dan segala macam hal lainnya.

Karena sekarang juga proses bikin albumnya independent (diluar major label.red) jadinya ya mellihat semua prosesnya, melihat hasil percetakan dan hal-hal lain yang dulu tidak dikerjakan, sekarang mesti dikerjakan, tapi justru jadi jauh lebih seru sih.

BRN_9082_1

“Saya tumbuh dengan Disney, dan segala macam soal Disney, hapal dengan lagu-lagu mereka, mungkin ini alasannya mengapa mereka memilih saya sebagai penyanyi soundtrack lagu Cinderella.”

Masih di aliran musik Jazz?

Bukan, aliran musik saya bukan Jazz, saya Pop. Tapi sebenarnya saya tidak pernah mengklaim apa pun, walau Pop tapi lebih ke R&B kali ya, karena dulu saya sering dengerin Broan McKnight, Alicia Keys dan Joss Stone. Kenapa saya memilih aliran ini, karena saya grow up with this genre, dan juga pas nulis (lagu.red) yang keluar ya ini..ha..ha

Bagaimana sampai digandeng oleh Walt Disney?

Untuk soundtrack lagu film Cinderella. Mereka sih memang ada representasi di setiap negara, waktu mereka bikin Frozen ‘Let It Go’ yang dapat itu penyanyi dari Malaysia. Pas mereka bikin Cinderella, ya mereka pengennya dari Indonesia, dan saat itupun saya sudah tidak sama label, jadi mereka kontak ke manajemen kita langsung. Mungkin mereka juga sudah dengar, kalau saya itu grow up with Disney, nge-fans sama Disney, sega;a macamnya yang berkaitan, semua lagu Disney saya tahu. Mungkin itu salah satu alasan mengapa mereka menghubungi saya. Dan semuanya lancar-lancar aja sih.

Apa ada target untuk Go International?

Pasti, Cuma memang menurut saya, go international itu nggak segampang dan semudah itu. Membutuhkan komitmen yang tinggi banget, dan sekarang menurut saya saat ini, pasti ingin go international. Cuma ya Indonesia itu besar banget. Saya sempat ngobrol sama teman-teman musisi yang ada di Belanda, Jerman dan beberapa negara lainnya. Mereka bilang gini “enak banget di Indonesia, follower kamu bisa sampai delapan juta, terus Youtube viewer bisa sampai jutaan, negaranya gede banget.” Jadi, bukan karena saya tidak berkarir di negara bule, itu berarti karir saya kecil.

Tapi karir saya jauh lebih besar dibanding banyak orang-orang, atau musisi-musisi bule yang diagung-agungkan itu. Pastinya, saya ingin go international, hanya saja kalau itu komitmennya, saya harus pindah ke sana, saya nggak akan disini lagi. Mungkin itu nanti setelah album ketiga.

Ngomong-ngomong tentang cita-cita. Selain bernyanyi seperti sekarang, apa ada cita-cita yang belum tercapai?

Nggak ada! Hahaha.. alhamdulilah saya punya banyak cita-cita, Cuma ya gitu sih. Dengan terwujudnya cita-cita atau mimpi-mimpi saya, pasti tumbuh yang baru lagi, ada yang baru lagi trus seperti itu. Jadi saya masih nyari nih mimpi-mimpi baru karena kemarin mimpi terbesar saya membuat konser tunggal sudah terlaksana dua kali di Jakarta dan Surabaya, jadinya masih menggodok mimpi-mimpi yang baru.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri