DSC_5763

Ida Ayu Damayanthi ‘Ogek’ Putri Suardana “Move On dengan MOV”

Keisengan anak muda adalah kreativitas yang dicari dunia. Bukankah sudah banyak bukti, pencipta media sosial yang sekarang seakan mengendalikan dunia maya Facebook. Awalnya adalah keisengan Mark Zuckerberg untuk membuat komunitas digital di kampusnya. Tapi yang kita lihat sekarang adalah perusahaan dengan harga saham yang selangit, mengakuisisi beberapa perusahaan teknologi dan menjadi korporat raksasa di dunia.

Tak hanya satu contoh saja, ada Evan Spiegel pencipta aplikasi Snapchat dengan keisengannya untuk mengejutkan seorang temannya. Ilkka Pananen, si seniman yang menuangkan seni dalam game sejuta umat, COC. Tony Hsieh dengan keinginannya menjual sepatu via online yang tak terpikirkan waktu itu. Dan satu lagi penemu Virtual Reality, Palmer Luckey, bocah berusia 19 tahun yang ingin masuk dunia game. Bukankah semua adalah sebuah keisengan dan imajinasi yang tak terpikirkan sebelumnya?

Namun di tangan anak-anak muda itulah dunia berubah. Era globalisasi adalah sebuah era yang memberikan kesempatan manusia sama rata. William Tanuwijaya, founder Tokopedia.com mengatakan, “era Internet membuat seorang underdog pun memiliki kesempatan yang sama seperti kesempatan para juara.”

Ini yang menjadi bagian dari sebuah kisah hidup dara manis kelahiran Denpasar, 29 Maret 1994 silam. Berawal dari ketidapuasaan akan model sepatu yang kerap kali ia jumpai di toko sepatu biasa, dan keisengganya untuk mendesain sepatunya sendiri, kini ia merintis toko online sepatu buatan tangan dan desain dari dirinya sendiri.

Ia bertutur, “awalnya saya susah mendapatkan sepatu yang pas dengan kaki saya yang berukuran lumayan besar 26 cm. Lalu iseng-iseng buat sepatu untuk digunakan sendiri, ternyata teman-teman banyak yang suka. Akhirnya memutuskan untuk berjualan handmade shoes.”

Gadis yang bernama lengkap Damayanti Putri Suardana ini sebelumnya bukanlah seorang yang dibilang biasa-biasa saja. Ia adalah anak dari Prof.Dr.IB. Raka Suardana, guru besar di Universias Udayana dan Gusti Ayu Sri Ardhini yang berprofesi sebagai wartawan.

Dengan bibit, bebet dan bobot yang begitu meyakinkan, Ogek begitu sapaannya, dikenal memiliki segudang bakat dan prestasi. Siapa sangka gadis manis ini memiliki bakat bernyanyi ketika SD. Soal bakat tarik suata ini, ia memiliki kenangan yang begitu spesial. Di usia 10 tahun, atau duduk di kelas IV SDK Harapan, Ogek mendapat kesempatan menyanyi di Istana Merdeka. Tidak tanggung-tanggung, Ogek menyanyi di depan Presidn RI, waktu itu Ibu Megawati Soekarnoputri. “Pengalaman yang tidak mudah dilupakan, bisa nyanyi di depan Presiden, bisa langsung tatap muka dengan pemimpin negara tercinta ini,” kenangnya. Ogek juga pernah menyandang predikat Delegasi Anak Bandung 2010, Duta Endek 2012, Puteri Bali Berbakat 2015 dan segudang prestasi lainnya.

Kini Jebolan Ilmu Komunikasi Universitas Udayana tersebut disibukkan dengan keisengannya yang  malah menjadikan ia semakin sukses. Yups, mendirikan toko sepatu di tahun 2012 lalu, sekarang Ogek mulai kebanjiran order dari seluruh penjuru, bahkan sampai datang dari negeri Jiran Malaysia.

Toko Sepatu Online yang ia beri nama MOV Shoes tersebut kini sedang terfokus pada penjualan via online dengan memanfaatkan akun Instagram @MOV_id yang memiliki 20.000 followers lebih.

Di sela-sela kesibukannya berbisnis, Ogek juga sibuk mengerjakan tesis untuk gelar masternya di Universitas Airlangga Surabaya.

Bagaimana gadis cantik ini memulai bisninya, berikut adalah paparan wawancara kami bersama Ida Ayu Damayanthi Putri Suardana.

Sekarang sedang sibuk apa?

Kalau sekarang sih, masih kuliah master di Airlangga Surabaya. Ya, sambil mengembangkan usaha juga, itu aja sih, sesekali juga jalankan hobi, travelling, jalan-jalan.

Bisa ceritakan sedikit tentang diri Anda?

Lulus dari SMA Negeri 5 Denpasar, terus lanjut kuliah di S1 Ilmu komunikasi Undiknas Denpasar, dan sekarang sedang mengambil S2 di Universitas Airlangga Surabaya. Saya anak ke 2 dari 4 bersaudara, Ayah saya Prof IB Raka Suardana, beliau Guru besar di Universitas Udayana. Kalau ibu, Gusti Ayu Sri Ardhini, profesinya wartawati.

Awal mula mengembangkan toko sepatu online seperti apa, karena keluarga Anda dari kalangan akademisi?

Ceritanya sih iseng aja. Awalnya saya susah mendapatkan sepatu yang pas dengan ukuran kaki saya yang lumayan besarm size-nya 26 cm. Lalu iseng-iseng buat sepatu untuk digunakan sendiri, ternyata teman-teman saya banyak yang suka. Akhirnya memutuskan untuk berjualan handmade shoes. Mula-mula buka pre-order wah ternyata laku keras. Dan akhirnya sekarang sudah buak yang ready stock.

Memang sedari kecil ingin berwirausaha?

Yups, emang dari SMP. Saya itu suka jualan, mulai dari MLM sampai Palaguda, Apa Lu Mau Gue Ada. Hahahah., jadi macem-macem saya pernah jual.

Kenapa memilih nama MOV Shoes?

Awalnya brand ini belum terbentuk. Saya memulai usaha handmade shoes ini du tahun 2012. Nah waktu itu belum ada brand nih, di pertengahan tahun 2013 baru kepikiran untuk brand, karena udah mulai banyak yang pesan. Cari-cari, eh akhirnya ketemu kata “move”. Akhirnya saya singkat menjadi MOV berasal dari kata move, artinya pindah. Pindah dengan melangkah. Melangkah bersama MOV, hee..hee..heee

Berapa keuntungan per bulan?

Tergantung ya, kadang bisa sepi kadang bisa ramai, kalau ada bazar biasanya jauh lebih banyak.

Bagaimana dengan desainnya?

Semua sepatu yang ada di MOV Shoes adalah desain dari saya. Namanya juga handmade shoes ya, jadi memang benar-benar buatan tangan. Tapi untuk produksi, saya punya karyawan untuk itu.

Sekarang sudah berapa karyawan?

Untuk karyawan di bagian administrasi ada 2 orang, sementara di bagian produksi ada 3 orang.

Apa pernah sampai ekspor ke luar negeri?

Bukan ekspor sih, tapi kita sih pernah shipping sampai Malaysia.

Kenapa enggak pakai marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak dan lainnya?

Ya untuk sementara saya manfaatkan akun Instagram dan beberapa sosial media. Dan baru-baru ini kami lagi mau masuk Berrybenka, doakan yah.

Bagaimana tanggapan Anda tentang kompetitor di bisnis ini?

Wah, kalau saya sih memandang kompetitor seperti ini, kompetitor itu bikin saya makin kreatif dalam mengembangkan model sepatu kami. Karena apapun usahanya, pasti selalu ada kompetitor, yang penting bersaing secara sehat saja. Begitu sih menurut saya.

Siapa mentor Anda?

Ibu, beliau selalu mendukung saya, kadang malah ibu yang suka excited buat model baru dan beli display untuk sepatu ha..ha..haa

Apa kutipan favorit Anda?

Motivation is waht gets you started. Habit is what keeps you going, ini quote dari Jim Rohn.

Harapan-harapan Anda ke depan?

Semoga bisa makin dikenal masyarakat luas, dan pastinya bisa export beneran keluar negeri juga.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri