www.wired.co.uk

Ilkka Paananen- “Games Are A Form Of Art, Not A Science”

Pernah jengkel melihat anak kita, atau sejumlah kawan-kawan disekitar yang demikian teradiksi dengan permainan Clash Of Clan? Permainan yang sering di singkat COC ini disebut sebagai permainan ‘sejuta umat’. Kita sering melihat di halte, di dalam bus, di dalam gerbong kereta api ataupun di ruang tunggu, orang-orang entah tua maupun muda, anak-anak maupun dewasa. Mereka akan mengubah layar handphone menjadi mode landscape untuk melanjutkan pertempuran mereka di ranah maya dalam bentuk permainan COC.

Ilkka Paananen adalah sosok dibalik semua itu. Seperti kata-katanya, permainan adalah sebuah seni, bukan ilmu pengetahuan, dari filosofi inilah kemudian lahir permainan yang demikian disukai oleh berbagai kalangan. Lalu siapa sebenarnya Paananen?

Tak banyak yang tahu sosoknya, ia adalah CEO dari Supercell, produsen dari game COC. Pria tampan asal Finlandia ini merupakan founder dari Supercell, perusahaan developer game yang memiliki markas pusat di Helsinki, Finlandia. Di tahun 2009, ia menyandang Gelar Master of Science di Helsinki University of Technology, Finlandia di jurusan International Business Strategy.

Sebelum mendirikan Supercell, Ilkka Paananen bekerja di perusahaan game mobile Sumea. Rekan kerjanya Kodisoja adalah salah satu pendiri dari Sumea pada tahun 1999, dan Paananen dipekerjakan sebagai CEO perusahaan pada tahun 2000. Di tahun 2003, Sume memperoleh keuntungan hingga 1.200.000 berkat tangan dinginnya. Namun di tahun berikutnya, Chocolate Amerika Digital membeli Sumea dan membuat perusahaan markas Finlandia dan Paananen beralih jabatan menjadi manajer pemasaran di bagian Eropa. Dengan pemilik baru, kegiatan usaha meningkat, namun pada saat yang sama budaya bisnis mengambil arah yang berbeda. Karena itulah rekan Paananen, Kodisoka yang merupakan Direktur Kreatif pada saat itu memilih keluar dari Sumea di tahun 2010, dan segera setelah Paananen mengikuti jejak rekannya.

Setelah keluar dari Sumea. Paananen bekerja di perusahaan pemodal Lifeline Ventures, tapi ia berpikir ingin menjadi seorang pengusaha sendiri. Ia berencana untuk membuka sebuah perusahaan permainan. Akhirnya setelah terhubung kembali dengan rekan kerjanya yang dulu, Paananen, Kodisoja, Petri Styrman, Lassi Leppinen, Visa Forsten dan Niko Derome mendirikan Supercell pada tahun 2010. Perusahaan ini memulai usahanya di sebuah kantor sempit di distrik Niittykumpu dari Espoo.

Kodisoja dan Paananen menginvestasikan 250.000 dari tabungan sendiri hasil sewaktu mereka bekerja di Sumea. Tantangan pertama Supercell adalah banyaknya permainan multiplayer online yang bisa dimainkan di Facebook dengan browser atau pada platform mobile. Dan mereka diminta membuat prototipe game yang harus siap dalam waktu delapan bulan.

Tidak mudah bagi Paananen memulai perusahaannya sendiri, sekalipun berbekal pengalaman selama 10 tahun sebagai start up, faktanya Supercell telah beberapa kali meluncurkan game yang semuanya di tarik karena tidak dapat menembus pasar dunia. Mereka baru berjaya ketika merilis game Hay Day dan Clash Of Clans pada tahun yang sama, dimana kedua game tersebut sukses besar. Dari dua game ini saja, mereka diperkirakan mampu bersaing ketat dalam hal pendapatan dengan developer game besar dunia macam EA. Setelah Hay Day dan COC, mereka pun kemudian meluncurkan game baru bernama Boom Beach pada tahun 2013 lalu, yang lagi-lagi di download oleh banyak user.

Paananen sendiri memang dikenal dengan kepribadian yang ramah dan selalu mementingkan tim. Tak heran jika sekarang ini Supercell bisa menjadi perusahaan game terbesar di Finlandia, bahkan diperkirakan mencapau $5 Million per hari atau setara dengan Rp. 68 Miliar dan itu disumbangkan dari 3 dari game saja.

Supercell membangkitkan kembali gairah para programmer di utara Benua Eropa Daerah yang dikenal dengan nama Skandinavia itu sempat maju dengan hadirnya Nokia, dan kini telah banyak start up keren yang hadir dari daerah ini.

Dan ketika ditanya oleh Forbes bagaimana caranya menghasilkan uang melalui game mobile. Paananen menjawabnya dengan santai.

“…cara terbaik untuk membuat uang di game mobile adalah dengan berhenti berpikir tentang membuat uang. Pikirkan tentang hal yang menyenangkan sebagai gantinya,” ujarnya.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri