DSC_0041

Imajilogi – Startup lokal yang menembus pasar internasional

Imajilogi, nama yang diusung oleh startup lokal asal Bali, sekalipun baru seumur jagung, tapi para pekarya yang bergerak di bidang creative design sudah melangkah begitu jauh hingga ke Negeri Kincir Angin Belanda.

Didirikan pada bulan Februari tahun lalu oleh tiga anak muda. Imajilogi sudah memiliki berbagai produk yang menembus pasar Internasional. Dari segi desain grafis dan animasi, Imajilogi menjadi pilihan dari sejumlah perusahaan game dan trading card di luar sana, salah satunya adalah perusahaan game asal Negeri Paman Sam, Amerika Serikat.

Adalah tiga pemuda yang akrab di sapa Dwi, Septian dan Marta. Mengawali semuanya dari imajinasi, serta diskusi untuk membuat sebuah startup yang bergerak di jasa desain grafis dan animasi. Setelah menuangkan beberapa karya, mereka ditawari project animasi dari Belanda untuk sosialisasi pulau transmigrasi di Negeri Van Orange tersebut.

Kini tiga anak muda tersebut mulai mengembangkan produk mereka ke ranah yang lebih besar lagi. Diungkapkan Septian sebagai manajer pemasaran produk, Imajilogi kelak akan menjadi sebuah Perusahaan Terbatas. Sementara dalam jangka pendek, Imajilogi akan mengembangkan kepercayaan konsumen baik dari dalam maupun dari luar negeri, dengan cara meningkatkan kualitas produk yang mereka buat.

Tak hanya Belanda dan Amerika Serikat. Tawaran yang datang untuk menjadikan Imajilogi sebagai partner desain grafis juga datang dari Negeri Tirai Bambu, Tiongkok. Mereka tertarik untuk menggunakan jasa anak muda Indonesia ini. Seperti apa kisah mereka bergumul untuk naik kelas, beikut adalah kutipan wawancara kami bersama ketiga pentolan Imajilogi.

Apa proyek kalian sekarang?

Saat ini mainannya ke service, karena basic kami itu creative design agency. Tapi selain itu, kami juga menghasilkan beberapa produk seperti di marketplace dan lainnya. Untuk ke depannya sih, kami sedang membuat maskot bernama GONG, ini sebuah proyek yang masih prototype. Tengah kami kembangkan, sebagai icon dari perusahaan kami. Sudah ada di Youtube sebagai video promosi kami.

Kami masing mengembangkan itu, tapi saat ini kami lagi membutuhkan SDM. Karena kami bertiga saja rasanya susah menangani beberapa proyek, dan akhirnya banyak yang tertunda. Sudah ada tawaran terkait untuk dijadikan berbagai macam hal. Ada yang dijadikan stiker, ada yang dijadikan animasi, dan yang terakhir ini ada tawaran dari WIFI-MU.

Apa produk pertama yang membuat Imajilogi Menembus Pasar Internasional?

Itu adalah project animasi kami yang digunakan oleh pemerintah Belanda. Jadi klien kami ada rencana membuat branding kota. Jadi di Belanda itu ada satu kota kecil namanya Schinnen. Kota ini belum banyak penduduknya. Jadi marketing untuk transmigrasi ke Schinnen ini membutuhkan animasi untuk disebarkan sebagai sarana kampanye untuk menarik penduduk agar transmigrasi ke daerah sana. Dalam animasi yang kami buat itu, ada berbagai informasi yang menunjukkan kelebihan dari kota Schinnen, seperti fasilitas umum yang lengkap, sistem yang sudah memadai, pajaknya kecil dan lain sebagainya. Jadi project, itu kami gambarkan menggunakan motion graphic yang ada di Imajilogi.

Apa lagi jasa layanan yang kalian berikan?

Karena kami menamai diri sebagai motion graphic studio agency. Kami memproduksi berbagai macam komunikasi visual, seperti video animasi, video profile company dan ilustrasi. Kemarin juga ada project dari luar lagi, dari shadow fish untuk trading card game, kami yang membuat ilustrasinya. Shadow fish ini dari United States, produk dari Inner Kingdom Game, semacam trading card game. Kalau di Indonesia mungkin yang populer itu seperti Yu-Gi.

Jadi sebenarnya kami bertiga ini sudah memiliki basis pasar, potensi-potensi dari personal itu kami rangkum. Jadi ruang lingkup perusahaan Imajilogi ini berkaitan dengan ruang lingkup personal kami juga.

Keuntungan Imajilogi itu murni dari penjualan produk?

Iya, kami memiliki pendapatan dari sana. Misalnya, pembuatan maskot ‘Gong’, kami dapat dari penjualan stiker bekerja sama dengan Line. Jadi keuntungan kami murni dari penjualan produk.

Strategi marketingnya?

Untuk strategi marketing, kami fokus ke branding positioning. Jika umumnya di bidang jasa ada tiga kriteria untuk menunjukan branding, yang pertama price, yang kedua time, dan yang ketiga adalah quality.

Kebanyakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa akan menekankan produknua pada nomor satu dan dua, yakni harga dan waktu. Kami menekan hanya pada nomor tiga yakni kualitas. Kami bisa menjanjikan kualitas produk kami, tapi kami belum bisa menjanjikan harga yang bersaing dalam waktu yang singkat. Karena price dan time itu tergantung pada driving customer. Kami berani jamin kualitas produk kami.

Bagaimana dengan pasar lokal?

Kalau di Indonesia, terutama di Bali sendiri kami sudah ada beberapa proyek dari swasta dan pemerintah, ada yang dari Badan Perencanaan Daerah Bali. Kemarin juga ada untuk Sensus Ekonomi, termasuk Rumah Sakit Sanglah, kami juga yang buat animasinya. Kalau untuk order dari Jakarta, kami baru buat belum lama ini.

Kenapa memilih nama “Imajilogi”?

Kami dulu membuatnya secara spontan. Nama ini berkaitan dengan sejarah pembentukan Imajilogi itu sendiri. Dulu karena kami masing-masing punya pasar sendiri. Nah waktu itu Marta kesulitasn untuk menangani proyeknya sendiri. Kebetulan waktu itu kami berdua, saya (Septian) dan Dwi sedang lowong waktunya, jadilah kami membantu Marta. Waktu itu kami juga berdiskusi, berbicara ngelantur sana-sini tentang imajinasi pembentukan sebuah perusahaan ini.

Imajilogi itu akhirnya kami pilih dari kata Imajinasi dan logi. Jadi imajilogi itu ilmu imajinasi. Secara ideologi mengenai imajilogi itu, Einstein pernah bilang”Logic will get you from A to B. Imagination will take you everywhere, “Nah, imajinasi dan ‘logic’ itu jadi Imajilogi. Jadi kami mengambil proyek menggunakan batas rasio, tapi kami juga harus berimajinasi tanpa batas. Sebenarnya itu yang menjadi modal utama dari industri kreatif, yakni imajinasi.

Kapan Imajilogi terbentuk?

Sehari setelah Valentine, yaitu 15 Februari tahun lalu (2015). Rencananya kami akan membuat badan usaha dalam bentuk PT, rencana ini sedang dalam proses.

Apa spirit Imajilogi?

Semangat kerja, semangat untuk berkarya dan agar kualitas produk kami terus meningkat.ada quote dari seorang ternama, saya lupa namanya, dia bilang “yang ditunggu dari jawaban klien itu  sebenarnya ada tiga, Yes, No dan Wow,” dan yang kami sasar adalah WOW!.

Tantangan terberat selama Imajilogi berdiri?

Ada tiga tantangan yang berat, untungnya sekarang masih teratasi. Yakni, customer, system dan team. Customer itu tantangannya, ya kalau mereka datang ke kami, belum mengerti apa yang mereka inginkan. Misalnya nih si A datang ke kami ingin membuat animasi, kadang si A ini tidak ngerti mau buat animasi untuk apa. Ya, akhirnya kamu harus jelaskan dari awal agar customer mengerti. Kalau untuk sistem kami sedang build sama-sama, seperti SOP (Standard Operating Pocedure) segala macamnya. Nah untuk tim sendiri, kami masih mencari tambahan SDM. Jadi saya (Septian) bisa fokus di marketing, Dwi bisa fokus di dalam proyek dan Marta bisa fokus untuk klien luar kami.

Kebanyakan Startup, oleh pemodal asing, seperti Gojek, Tokopedia dan lainnya. Apa Imajilogi tertarik untuk apply pada pemodal asing?

Sangat tertarik. Tapi kalau kami mencari investor, kami harus ada prototype fix. Sementara untk ini belum, prototype Gong sudah ada yang invest untuk itu. Tapi untuk yang baru, akan kami rilis, ini belum selesai prototype-nya. Jadi kalau sudah selesai, mulai dari jalan cerita, background, karakter segala macamnya. Baru kami cari investornya.

Harapan yang ingin kalian capai melalui Imajilogi?

Pastinya berharap Imajilogi berkembang menjadi lebih besar. Kami berharap besok Imajilogi memiliki laboratorium sendiri. Akan ada Imajilogi labs untuk riset produk kami. Kemudian ada cabang tersendiri untuk mengurus advertising, kemudian ada desain grafis tersendiri. Dan semua cabang ini dalam naungan Imajilogi. Kami memiliki mimpi di lima tahun ke depan itu, Imajilogi akan menjadi perusahaan visual desain terbesar di Bali. Kemudian dalam sepuluh tahun, kami akan menjadi yang terbesar di Indonesia.

 

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri