job-interview-panel-tease-today-160328

Impressive On First Interview

Beberapa bulan lalu, saya memiliki aktivitas baru yang jujur saja, menyenangkan, challenging dan membuat saya belajar dari NOL lagi. Apa itu? Saya terlibat dalam kegiatan rekrutmen bagi calon pegawai di tempat saya bekerja saat ini.

Mengamati adik – adik fresh graduated ini, mendengar seberapa jeli mereka menjawab pertanyaan, terkadang saya mengukur waktu mereka berpikir dan menjawab pertanyaan para interviewer, membuat saya sadar, betapa kebutuhan tenaga kerja memang sangat banyak, namun sedikit sekali yang berhasil dan cukup baik mengamati apa yang dibutuhkan oleh perusahaan. Para pelamar ini cukup banyak berbekal history perusahaan namun beberapa dari adik – adik ini justru terjebak dengan pertanyaan sederhana yang membuat mereka kehilangan kesempatan untuk diterima bekerja. Ternyata memang benar, bahwa mencari tenaga kerja itu susah, sangat sangat susah (bagi saya).

Dari sekelumit kegiatan itu, saya ingin sharing terkait dengan hal ini, mudahan bisa jadi tips bermanfaat bagi Anda.

1. Don’t Ever Limit Yourself

Betul setiap orang pasti belajar di pendidikan formal sesuai dengan minat mereka. Ada yang suka akuntansi, marketing, psikologi dan sebagainya. Namun bagi anda yang justru melamar ke tempat kerja yang membutuhkan keterampilan yang luas, sebaiknya jangan batasi diri sendiri dan berlindung di balik ijazah yang anda kantongi. Bukankah pada saat anda membuat surat lamaran, Anda memang sungguh – sungguh ingin bekerja di tempat itu bukan? So, tunjukkan bahwa anda memang benar – benar ingin bergabung bersama mereka, tunjukkan semangat dan kesediaan anda untuk belajar. Bukankah Anda masih fresh graduated juga, jadi sesungguhnya belum banyak “ilmu” bekerja yang anda miliki kan?

2. Move On, Please

Semua orang punya masa lalu, semua orang punya trauma tersendiri, semua orang punya pengalaman “buruk” dan bertekad tak ingin terulang, namun yang terpenting jangan jadikan pengalaman itu menghambat langkah kita. Jangan jadikan pengalaman masa lalu sebagai hakim kegagalan atau keberhasilan anda di masa kini. Pengalaman akan selalu menjadi guru yang terbaik, bersyukurlah pada apa yang telah Anda lihat, Anda dengar dan Anda lakukan, terlepas dari itu berhasil atau tidak. Kan namanya juga mencoba, and lets move on!

3. Take The Chance

Kesempatan tidak pernah datang dua kali, kalaupun ada maka sudah pasti Anda akan dibuat menunggu datangnya lagi. Kesempatan tidak pernah mengenal waktu yang tepat karena kesempatan memang ada bagi orang yang tepat. Menjadi orang yang tepat berarti willing to do anything. Apapun yang disodorkan kepada anda, sepanjang itu bisa dan mampu Anda lakukan, please take the chance. Jangan hanya karena Anda berlatar belakang akuntansi lantas anda takut ditempatkan di bagian legal. Minimal Anda sudah pernah mencoba daripada tidak sama sekali.Toh dengan mencoba anda jadi lebih tahu apa bakat dan minat anda.

4. Don’t Be Afraid

Anda takut jadi marketing hanya karena target, Anda takut jadi auditor karena jelimet dengan angka – angka. Lho, bukankah hidup juga memang harus pasang target? Anda pasti punya target kapan menikah dengan pasangan kan? Kalo beli tas Anda punya target mau merk apa? Mau punya uang 1M Anda punya target harus setor berapa dan berapa lama, trus, mengapa takut?. Jangan jadikan diri Anda yang fresh graduated itu “takut” mencoba hal – hal baru, karena semua hal – hal baru itu selalu ada “how”nya. Entah menjadi marketing, auditor, staf legal, bahkan backoffice sekalipun selalu ada target yang harus dicapai. Target hanyalah sarana evaluasi bagi diri sendiri, dan kalaupun Anda tidak mencapai target selalu ada banyak cara untuk mencapainya di babak berikutnya. Anda punya kesempatan bekerja itu sudah syukur banget, jadi kenapa mesti takut.

5. Respect

Maaf, menurut saya, inilah krisis terbesar yang kita alami, yaitu how to respect, terutama pada orang yang telah lebih dulu memiliki pengalaman. Hanya karena anda cum laude atau sarjana strata 2 dengan multiple language lantas membuat Anda yakin bahwa anda unbeatable. Senantiasa menghormati dan menghargai orang lain justru kelak akan memperkaya point of view anda. Tiap orang memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda, tiap orang sudah terlahir dengan bakat – bakat tertentu. Lebih baik hindari berdebat hal – hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan saat Anda di interview bekerja.

Terkadang, para interviewer gemar bertanya hal – hal yang menyimpang, hanya karena ingin menguji mental, pemahaman berpikir dan tentu saja untuk melihat anda how to respect other people. Seperti kata Bonnie Blair, “winning doesn’t  always mean being first, winning means you’re doing better than you’ve done before.”

 

 

Oleh Ina Lestari

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2017 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri