IMG_6710

Indonesia Fashion Week 2017

Ajang Tahunan Indonesia Fashion Week (IFW) 2017 kembali digelar. Tahun ini merupakan gelaran IFW ke-6 sejak pertama kali diadakan pada 2012 lalu. Mengusung tema ‘Celebrations of Culture’, IFW 2017 hadir membawa spirit pelestarian kebudayaan melalui fashion.

Ratusan pelaku bisnis fashion dan perancang dari berbagai penjuru nusantara berpartisipasi dalam ajang mode terbesar tahun ini. Digelar di Jakarta Convention Center (JCC, IFW menampilkan 20 fashion show, 10 seminar, kompetisi dan lokakarya, 10 talk shows serta memamerkan ratusan brand fashion lokal.

Sesuai dengan tema “Celebrations of Culture”, keseluruhan rangkaian acara dikemas hingga dapat mewakili kekayaan khasanah budaya Indonesia. Mulai dari tata panggung, area pameran dan kompetisi diarahkan ke seluruh aspek yang menguatkan identitas Indonesia.

Presiden Indonesia Fashion Week 2017, Poppy Dharsono menjelaskan, IFW merupakan upaya mengembangkan dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia. “Kami Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) berkomitmen mengembangkan dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia sebagai salah satu benteng ekonomi nasional,” katanya saat membuka acara bulan Februari lalu (1/2/2017).

Pagelaran ini juga ikut mempromosikan pariwisata Indonesia, dengan menitikberatkan pada budaya dari destinasi wisata yang tengah digalakkan oleh pemerintah. Seperti Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai yang menjadi inspirasi perayaan budaya pada pagelran IFW 2017.

“Dengan mengusung khasanah kekayaan Indonesia, baik budaya, wisata alam, maupun sumber daya manusianya Indonesia Fashion Week 2017 diharapkan dapat semakin mengharumkan nama Indonesia di mata Internasional melalui industri fashion,” ujar Poppy.

IFW 2017 mendapat apresiasi dari berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri. Pada acara pembukaan sejumlah perwakilan dari kementerian turut hadir. Di antaranya Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi dan UKM, Badan Ekonomi Kreatif dan Duta Besar negara sahabat.

Kontribusi Fashion Terhadap Negara

“Industri fashion berkontribusi besar terhadap devisa negara, PDB nasional dan penyerapan tenaga kerja. Mengingat besarnya peran tesebut, maka kami terus melakukan berbagai upaya strategis untuk pengembangan industri fashion di dalam negeri.” Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan pada pembukaan IFW 2017.

Menurut Airlangga, fashion merupakan ujung rantai dari industri tekstil yang memiliki nilai tambah tinggi. Fashion juga merupakan salah satu dari 16 kelompok industri kreatif yang berperan penting dalam perekonomian nasional.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2015 fashion punya nilai eksport mencapai US$ 12,1 Miliar. Kemudian kontribusi industri fashion terhadap PDB nasional sebesar 1,21 persen. Selain itu, industri fashion juga mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 2 juta orang atau 14,7 persen dari total tenaga kerja di sektor industri.

Untuk itu, Airlangga mendorong pelaku industri fashion Tanah Air untuk terus menjajaki pasar ekspor prospektif seperti Amerika Serikat, Eropa dan Jepang. Dia juga mengimbau kepada para pelaku industri fashion agar menggunakan bahan baku dari dalam negeri. “Ini untuk mengurangi ketergantungan bahan baku impor,” ujarnya.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri