DSCF7197

Jin-Jin Donburi Teppan

Layaknya kota-kota besar, kini di Denpasar pun kita bisa menemukan begitu banyak usaha kuliner yang beragam, dari yang tradisional, sampai yang manca negara. Salah satu yang mudah kita jumpai adalah restoran Jepang. Jika dulu masakan Negeri Sakura ini identik dengan menu daging mentah seperti Sushi, kini tidak lagi. Banyak menu lain yang ditawarkan seperti yang ada pada Jin-Jin restoram yang terletak di Jalan Cok Agung Tresna, Renon Denpasar, mereka hadir dengan berbagai pilihan menu yang beragam. Restoram dengan design khas Jepang ini berdiri sejak akhir Desember 2016 lalu. Sekalipun baru beroperasi, tapi usaha ini banyak diminati. Berikut wawancara kami dengan pemiliki usaha ini, yang notabene anak-anak muda antusias, Rajawali Suriadiredja, Yogi Wahyu Pangkasidhi, I.B Ngurah Sidhayatra Wijaya dan Iga Paloma Adjani Blanco Oka.

Bisa dijelaskan konsep restoran Anda seperti apa?

Konsep kami adalah Japanesse Restaurant dengan ciri khas Donburi Teppan. Donburi artinya Tepayaki. Jadi kami adalah restoran Jepang yang lebih fokus pada menu Japanesse Rice Bowl.

Kenapa menggunakan konsep itu?

Karena di cabang lain seperti di Seminya, menawarkan menu masakan Jepang seperti Sushi dan Tepayaki, dan untuk cabang di  Renon kami mencoba menggambungkan Japanesse Rice Bowl dengan Tepayaki.

Mengapa memilih masakan Jepang?

Kami melihat di daerah ini masih sedikit kompetitor restoran Jepang, dan saat ini sedang booming masakan Jepang, jadi kami pun tidak ragu mewujudkannya.

Kenapa dinamakan Jin-jin?

Nama Jin-jin diambil dari konsep mitologi Jepang yang artinya Dewa Kebaikan. Secara filosofis, kami ingin menghadirkan semua goodness, atau kebaikan dari segala aspek, dimana dapat dilihat pada logo kami yang terdapat bowl (mangkuk) dengan gambar daratan dan lautan, jadi kami ingin membawa segala kebaikan baik dari darat dan laut ke dalam satu bowl (mangkuk).

Kapan restoran ini mulai berdiri, dan bagaimana respon masyarakat sejauh ini?

Berdiri akhir Desember 2016 kemarin, dan respin masyarakat sangat bagus, banyak yang datang ke restoran kami, feedback konsumen juga tinggi.

Bagaimana dengan harga?

Kami menetapkan harga yang reasonable, berbeda dengan market di cabang lain seperti di Seminyak dan Sanur, jadi berkisar dari Rp 40.000 – Rp 50.000, dan yang paling  mahal Rp 75.000 – Rp 85.000 itu dalam bentuk rice bowl dimana konsumen makan dan merasa kenyang dengan ukuran bowl (mangkuk) tanpa harus menambah menu lain.

Ada menu apa saja di restoran ini?

Yang tadi itu, Japanesse Rice Bowl diantaranya Chicken Teriyaki Doung, yakni ayam teriyaki yang disajikan dengan mix vegetables. Doung dalam bahasa Jepang artinya rice bowl, jadi semua yang ada nasinya kita sebut doung di belakangnya. Menu spesial kami lainnya adalah Gyutandon, yakni irisan daging lidah sapi ditumis dengan garlic shoyu. Kami juga menyediakan Dynamite Roll, yang terdiri dari crabstick, timun, alpukat dengan tpooing seafood pilihan dan saus dinamit.

Ditengah banyaknya restoran Jepang, apa yang membedakan restoran ini dengan yang lainnya?

Awalnya, restoran kami merupakan gabungan dari dua grup, yakni Sidhayatra Grup dan Kaminari Group yang sejak dulu berpengalaman dalam masakan Jepang. Kami mengutamakan kualitas produk, bukan hanya cepat dalam pelayanan dan harga murah. Jadi kami mengutamakan kualitas, kami tak mau menjadi sekedar fast food yang buka cabang dimana-mana, namun tidak memperhatikan kualitas. Kami menjamin, soal kualitas kami tak kalah dengan restoran Jepang lain.

Apa yang dilakukan untuk promosi?

Kami menggunakan sosial media untuk promosi, selain dari mulut ke mulut. Dari sana banyak customer yang datang ke restoran kami.

Sebenarnya, sudahkah masakan Jepang familiar dengan “lidah” orang Bali?

Masakan Jepang di Bali sangat dikenal, walau pada awalnya masakan Jepang identik dengan makanan mentah seperti Sushi, makanya kami ingin memperkenalkan menu Jepang lainnya yang sesuai dengan lidah dan citarasa orang Indonesia. Selain itu, masakan Jepang juga soal status, kami lihat kini banyak orang yang mulai menyukai masakan Jepang.

Apa harapan ke depan terkait restoran ini?

Harapan kami ke depan agar masyarakat Indonesia dan Bali khususnya, bisa menikmati masakan Jepang dengan varian yang lebih banyak. Kami juga ingin agar budaya Jepang makin dikenal di Indonesia.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri