Jonas dan Joan Johnsson

Jonas dan Joan Johnsson – Behind the Dragon

Daya pikat Bali begitu magis, sehingga menginspirasi pria berdarah Swedia, Jonas Johnsson dengan istrinya Joan Johnsson untuk membangun dunia kecil bernama Dragon Game Studio, dimana mimpi dan passion mereka turut bermain di sana. Siapa sangka Bali yang kondang dengan industri pariwisatanya justru dilirik oleh Jonas dan Joan sebagai tempat yang tepat untuk mendirikan sebuah studio game. Di studio inilah, Jonas dan Joan bersama lima anggota tim fantastiknya itu mengolah kreatifitas untuk menghasilkan game-game yang mampu menarik antusiasme berbagai kalangan usia. Resmi berdiri di bulan Juli 2012 lalu, Dragon Game Studio telah menghasilkan tiga game yang hanya bisa dimainkan pada perangkat mobile dan tablet. Jonas dan Joan pun memastikan bahwa studio game yang terletak di bilangan Bypass Ngurah Rai Sanur ini akan terus mengembangkan inovasi dan kreatifitas guna menghasilkan produk game yang mutakhir, sekaligus menyenangkan. Untuk mengetahui lebih jauh tentang project Dragon Game Studio serta pandangan Jonas terhadap perkembangan game lokal dewasa ini, maka reporter Money &I Magazine, Putra Adnyana pun menyambangi studionya yang dikonsep begitu ‘home friendly’ itu. Jonas dan Joan pun meluangkan waktunya untuk sekedar bincang-bincang singkat ini.

Bagaimana ceritanya Anda bisa membangun sebuah studio game di Bali?
Saya dan istri saya memang memiliki minat dan passion yang sama terhadap game. Terutama saya yang selalu mengikuti perkembangan game dari dulu, lihat saya mengoleksi segala jenis Nintendo dari berbagai tahun rilisnya. Saya ingin melakukan sesuatu yang sesuai dengan passion saya dan tentunya sebuah pekerjaan yang fun. Bisnis ini sendiri mulai dicetus setelah saya menikahi Joan, kemudian kami memutuskan untuk menetap di Bali, karena Joan juga punya keluarga Indonesia di sini. Oh ya, sejauh pantauan kami, di Bali juga masih jarang ada sebuah perusahaan atau studio game.

Mengapa namanya Dragon Game Studio,mengapa Dragon?
Itu karena istri saya Joan lahirnya pas tahun Naga.

Game seperti apa yang saat ini dikerjakan bersama tim Dragon Game Studio?
Tipe game kami kerjakan lebih bersifat game casual bukan game console. Game casual ini cenderung bisa diaplikasikan dalam bentuk mobile application, mirip seperti game sejenis Angry Bird.

Lalu target pasarnya bagaimana?
Target pasarnya tentu lebih worldwide. Anda bisa menemukan game kami untuk diunduh di Google Play Store bagi Andrioid, ataupun iTunes bagi pengguna Iphone, Ipad, dan Ipod. Semuanya bisa diakses online dan beberapanya diunduh gratis. Tapi sesungguhnya kami memang cenderung fokus pada pasar Apple.

Bisa ceritakan secara singkat proses pengerjaan untuk sebuah game project?
Proses pengerjaannya sangat kompleks. Pertama-tama kita mulai dengan rencana desainnya, kemudian lanjut dengan drawing (menggambar karakter), programming, memproses gambar-gambar agar bisa dimainkan dalam program tertentu. Selanjutnya kami melalukan trial error. Dari sini kami akan membuat beberapa revisi jika ada sesuatu yang kurang atau mungkin terlalu berlebihan. Barulah nantinya bisa dipertimbangkan apakah game itu sudah layak dirilis apa belum.

Proyek game pertama dan utama sangat unik, yakni mengangkat budaya Bali. Apa yang membuat Anda begitu terinspirasi dengan Bali, sehingga project game pertama berlatarbelakang Bali?
Benar, nama game itu BaliFied. Kami memilih untuk memberikan game dengan tema Bali karena kita adalah BaliFied. Kami mencintai Bali, dan ini masuk akal jika game pertama kami pun harus berbau Bali. Sejak kami menikah di Bali, kami merasa bahwa kami telah terhubung dengan pulau ini. Ditambah kami ingin berbagi semua hal indah tentang Bali untuk ditawarkan kepada orang-orang yang bermain game kami.

Pulau ini telah mendapat begitu banyak keindahan dan seluruh dunia harus tahu tentang hal itu! Segala sesuatu dari alam yang paling menakjubkan, orang-orang dan budaya yang indah. Jika permainan kami bisa menarik banyak orang untuk tertarik ke Bali, kami akan senang.

Bicara tentang game project Anda yang bernama BaliFied. Adakah arti di balik nama tersebut?
Kami menamainya BaliFied, karena kami ingin game ini mampu merepresentasikan keindahan Pulau Bali. Selain itu, game ini memang banyak memiliki elemen yang berkaitan tentang Bali seperti logo, pemandangan, latar belakang dan sebagainya. Dengan nama tersebut orang akan memahami bahwa permainan kami terhubung dengan Bali. Dan jika seseorang adalah BaliFied, itu berarti bahwa ia mengalami “kecanduan” di Bali. Sederhananya bahwa ia mencintai Bali!

Apakah game lokal buatan Indonesia, Bali khususnya dapat bersaing di tingkat internasional, Jika tidak, apa saja kendalanya?
Ketika itu datang untuk game yang sifatnya casual yakni mobile game, Ya pasti! Jika kami tidak percaya, mana mungkin kami memilih untuk memulai studio game sendiri di Bali. Jelas kita tidak sedang bisa bersaing dengan studio game AAA besar dengan bujet jutaan dolar dan 100 orang yang bekerja pada satu game project. Tapi saya tahu pasti bahwa kami memiliki apa yang diperlukan untuk membuat game agar menyenangkan, bahwa setiap orang tidak peduli berapa pun usianya dapat menikmatinya.

Bagaimana Anda melihat SDM generasi muda Indonesia dalam industri game, dapatkah mereka bersaing dengan para kreator game level Internasional?
Kami hanya bisa berbicara tentang tim kami sendiri dan mereka, Anda pun bisa menggambarkan mereka dengan satu kata: Amazing! Bakat, energi, kepribadian dan semangat para anggota tim kami adalah sangat luar biasa. Jumlah talenta di Indonesia telah jauh melebihi harapan, dan kami tidak bisa lebih dari bahagia. Semua orang di tim kami pasti bisa bersaing dengan pencipta game internasional.

Menurut Anda, bagaimana masa depan para kreator game lokal, apakah industri ini menjanjikan di Indonesia, khususnya bagi Anda yang menjalani bisnis ini di Bali?
Kami pikir masa depan untuk pengembang game Indonesia sangat cerah dan menurut kami bisnis ini akan menjadi sangat besar. Pada saat ini kita berada pada tahap yang cukup awal, tapi ketertarikan sudah ada, bakat pun ada dan kami yakin itu akan terus tumbuh.

Tapi itu tidak berarti bahwa semua orang bisa langsung memulai studio game mereka sendiri dan menghasilkan uang. Gairah terhadap game itu harus ada. Mengembangkan game tidak hanya bisa dipandang sebagai investasi bisnis dan jalan untuk menghasilkan uang. Jika Anda sebagai owner tidak sama bergairahnya dengan tim Anda dalam menciptakan game, maka akan sangat sulit untuk berhasil dalam bisnis ini.

Industri game di Indonesia juga tengah berkembang, memang tidak sehebat pasar Amerika dan Eropa. Tapi mungkin untuk 5-10 tahun mendatang akan menjadi lebih baik dari sekarang.

Apakah sulit untuk mempromosikan permainan ini ke seluruh dunia, apalagi studio ini di Bali?
Kesulitan untuk mempromosikan game memang akan selalu ada, tidak masalah di mana pun Anda berada. Ini akan menjadi tidak sulit dan tidak juga mudah untuk melakukannya dari Bali. Hari-hari ini semua promosi dan pemasaran yang dilakukan secara online atau melalui aplikasi mobile, sehingga berada di Bali tidak akan membuat kami kesulitan, ya tentunya selama Anda memiliki koneksi internet yang stabil, he he..!!

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri