BRN_3286

Kunto Aji – Gara-gara “Terlalu Lama Sendiri”

Sepenggal lirik di atas sempat menjadi hits di tahun 2014. Bahkan hingga tahun 2015, tembang yang bertajuk “Terlalu Lama Sendiri” ini masih sering wara-wiri di radio maupun sejumlah tangga musik tanah air. Konon, pesan yang tersirat dalam liriknya itu ditujukan kepada orangorang yang masih berstatus single (jomblo). Liriknya pun sederhana, namun sangat mengena. Nama Kunto Aji, sang pencipta sekaligus penyanyi lagu ini pun ikut meroket dibuatnya. Bahkan single ini membuatnya memenangkan predikat “Breakthrough Artist of the Year” dari sebuah stasiun TV swasta di Indonesia.

Mungkin banyak yang baru mendengar sosok pria bernama lengkap Kunto Aji Wibisono ini. Namun nyatanya, penyanyi kelahiran Yogyakarta ini sudah pernah menghiasi layar kaca televisi Anda lewat sebuah program ajang pencarian bakat. Ya, Kunto Aji pernah mengikuti kompetisi Indonesian Idol di tahun 2008 dan sempat bertahan hingga babak empat besar. Kesempatan untuk masuk ke dunia musik dan hiburan pun kian terbuka lebih lebar. Bahkan pada tahun 2010, ia menerima tawaran untuk membintangi film pertamanya “Senggol Bacok”.

Di tahun 2015, bintang Kunto Aji kian bersinar. Pria berambut keriting ini pun sering diundang tampil di berbagai event musik televisi maupun event musik off-air. Seperti salah satunya di gelaran Jazz Market by The Sea, Kunto Aji pun turut menyumbang suara emasnya yang diiringi dengan alunan musik jazz. Kebetulan Money & I Magazine berkesempatan mewawancarai pria berkacamata minus ini sebelum dirinya naik ke atas panggung Jazz Market by The Sea. Pria kelahiran 4 Januari 1987 ini pun membagi banyak cerita seputar karir bemusik dan album barunya yang akan rilis tahun ini. Penasaran? Simak petikan panjangnya di bawah ini.
kira-kira apa yang membuat single “terlalu Lama sendiri” bisa jadi hits dan sebegitu meledaknya?

Enggak tahu juga ya kenapa bisa sebegitu meledaknya. Saya sih dari awal fokusnya berkarya, ya hanya berkarya saja. Bukannya pesimis, sebenarnya saya tidak menargetkan market sebesar seperti sekarang ini. Target market yang saya tuju sebenarnya lebih cenderung niche, pasarnya lebih segmented. Meski dengan cakupan yang kecil, namun mereka merasa sangat sesuai dan puas dengan produk yang saya hasilkan. Ada rasa kepuasan tersendiri di sana.

Bisa ceritakan bagaimana awal perjalanan karir kamu hingga bisa terjun ke industri musik?

Persiapan saya untuk terjun ke industri musik bisa dibilang cukup lama. Dari yang awalnya melalui ajang pencarian bakat di tahun 2008, sampai akhirnya tahun 2014 saya punya kesempatan untuk bisa rilis single saya sendiri, di mana saya kerjakan secara independen. Awalnya tidak pernah berpikir akan bisa berkarir di jalur musik. Malah saya bercita-cita menjadi seorang entrepreneur. Kuliah pun saya mengambil jurusan akuntansi. Ikut ajang pencarian bakat pun sebenarnya hanya iseng-iseng saja sambil menunggu waktu saya wisuda. Kebetulan ada waktu lowong 2 minggu yang bisa saya manfaatkan untuk itu. Musik sejujurnya bukan dunia yang jauh dari kehidupan saya. Paman-paman saya sangat suka bermain alat musik. Itu yang membuat saya terbiasa mendengarkan segala jenis musik. Sejak SMA, saya sudah mulai bikin lagu sendiri dan ikut festival band. Jadi bukan hal yang baru. Tapi saat itu, saya memang belum berpikir, bahwa ini bisa menjadi sebuah karir untuk saya. Karena yang terlintas hanya dari pendidikan formal saya lah yang akan menjadi karir saya ke depannya. Ajang pencarian bakat itulah yang kemudian mengukuhkan hati saya untuk terjun ke industri musik.

Sebesar apa efek dari ajang pencarian bakat tersebut untuk karir bermusik kunto aji?

Efeknya untuk saya cukup besar, tentu saja membuat saya bisa terjun ke industri. Saya ini berasal dari kota kecil di Jogja dan masuk ke industri musik besar tanpa kenal siapa pun. Tiba-tiba saja saya sudah berada di industri tersebut. Ajang pencarian bakat ini membuat jalan saya masuk ke industri musik jadi lebih mudah. Namun, yang terpenting sebenarnya adalah kontes tersebut membuka banyak kesempatan kepada saya untuk mengenal orang-orang hebat di industri, yang nantinya bisa jadi akan bekerjasama dengan saya.

 

Saya sudah sangat yakin lagu ini bakal masuk jadi salah satu single saya. Ternyata memang menjadi single pertama saya.  -Kunto Aji

 

Ceritakan tentang proses kreatif single “terlalu Lama sendiri” dong?

Untuk single yang ini sih inspirasinya berasal dari cerita-cerita teman dan juga bahasan di media sosial. Saya mencoba menangkap kegelisahan dari jomblo-jomblo ini dan menuangkannya ke dalam sebuah lagu. Proses rekaman single ini sebenarnya berlangsung tidak lama. Justru yang membuat nya terasa lama adalah perjalanan dari terciptanya lagu itu sendiri, sampai akhirnya ke proses rekaman secara profesional.

Lagu ini saya ciptakan sekitar tahun 2009 – 2012. Saya lupa tepatnya, karena proses saya menciptakan lagu ini bisa dikatakan sangat random, acak, maju mundur, dan kalang kabut. Kebetulan di lagu ini saya mendapatkan reff nya
dahulu. Langsung datang di kepala saya, berupa notasi dan lirik secara bersamaan. Hingga akhirnya 3 tahunan kemudian, baru saya menciptakan keseluruhan bagian lagu.

Ya, 3 tahun! Menurut saya menciptakan lagu tidak ada pakemnya, tidak ada formula eksak-nya. Dan proses menciptakan lagu ini termasuk yang agak kalang kabut tadi, hahaha! Alasanya pada saat itu adalah dari awal tercipta lagu ini, saya sudah sangat yakin lagu ini bakal masuk jadi salah satu single saya. Dan ternyata memang menjadi single pertama saya.

Sejauh ini tantangan seperti apa yang kunto aji temui selama berada di industri musik?

Untuk sampai di posisi seperti sekarang ini enggak mudah. Dalam rentang waktu enam tahun itu, saya pernah vakum tidak mengeluarkan single atau pun karya lainnya, karena saya sempat berbenturan dengan beberapa kepentingan di industri musiknya itu sendiri. Saya merasa musik yang saya usung itu sangat segmented. Kalau masalah karya, saya tidak ingin banyak berkompromi tentang hal itu. Ini yang membuat saya akhirnya sulit juga untuk merilis karya.

Sampai akhirnya sekarang, saya bisa mengeluarkan karya secara independen. Ya, yang menjadi kendala sekarang ialah bagaimana saya harus belajar untuk mengelola semuanya secara independen, Pada akhirnya saya harus tahu bagaimana memproduksi rekaman ini sendiri dan bagaimana bisa mendistribusikan karya saya sendiri, dan tentunya sampai kepada bagaimana saya bisa mendirikan label saya sendiri.

Hal menarik apa yang kamu pelajari dari sepanjang proses kamu berkarir hingga mencapai titik seperti sekarang?

Kita enggak pernah tahu seperti apa rencana Tuhan untuk hidup kita. Saya awalnya hanya fokus dengan kuliah, aktif di organisasi kampus, hingga lulus tepat waktu. Saya sempat lho berhenti bermusik. Tapi, tiba-tiba saja saya diberi jalan hingga bisa masuk ke industri. Bukan berarti ilmu yang saya dapatkan di bangku kuliah tidak berguna. Saya menggunakan semua ilmu yang saya peroleh tentang bisnis dan marketing tersebut, saat saya memutuskan terjun ke jalur independen atau indie. Saya mulai me-manage semuanya sendiri.

Apakah ini pertama kalinya kamu tampil di konser musik bergenre jazz, seperti jazz market by the sea?

Saya memang penyanyi pop, tapi ini bukan pertama kali bagi saya bermain di event jazz. Meski begitu, saya dan band berusaha mengapresiasi musik jazz dengan mencoba membawa lagu-lagu yang biasanya kita mainkan kini dikemas jadi lebih jazzy. Diferensiasi musik seperti ini sangat menarik, karena kita bisa bermain dengan hal yang sebelumnya mungkin tidak pernah kita bisa mainkan.

Setelah mengeluarkan single, apakah ada rencana rilis album pertama?

Setelah single pertama ini, saya sudah mempersiapkan perilisan album debut saya. Dan untuk single kedua sudah sempat diluncurkan April kemarin, judulnya “Pengingat”. Dan akhir tahun ini, saya akan merilis album debut saya yang kini masih dalam proses pengerjaaan. Akan ada delapan sampai sembilan lagu. Konsep albumnya ini membicarakan tentang generasi milenial. Sederhananya, saya menceritakan tentang generasi saya sendiri. Generasi yang mengalami peralihan masa ke internet, di mana melahirkan sosok-sosok yang independen, vokal, dan yang tahu apa yang mereka mau. Itu yang saya tuangkan ke dalam album ini. Saya akan menceritakan tentang mereka. Secara konsep keseluruhan saya sudah rancang “Terlalu Lama Sendiri” itu bak sampul albumnya dan materi lainnya pun tidak akan jauh dari sana.

Secara garis besar, apakah musik di album pertama kamu nanti itu juga bereksplorasi dengan genre musik lainnya? Apakah ada kolaborasi dengan musisi lain di album ini?

Bicara tentang influence sih saya tidak pernah membatasi referensi musik apa yang saya dengarkan. Semua genre musik saya dengarkan, bukan juga berarti referensi musik saya luas. Album ini ya akumulasi dari pengalaman mendengar semua musik itu. Basic-nya tetap pop, tapi juga ada banyak referensi rock, jazz, bahkan blues. Untuk kolaborasi, saya mengajak Barry Likumahuwa untuk menggarap single kedua saya. Saya yang menulis lagunya, beliau yang mengaransemen musiknya. Saya memang ingin tetap menulis seluruh materi di album ini, hanya saja saya tidak menolak kemungkinan untuk kolaborasi dalam aransemen musiknya.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2017 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri