lee-hae-jin (loparonline.com)

Lee Hae-Jin (Pencipta ‘Si Hijau yang Penuh Aksi..’

Tidak banyak muncul Miliarder dari kawasan Timur ketika membangun startup. Setidaknya, mereka tak sepopuler Marck Zuckerberg, Bill Gates, Ilkka Pananen, Steve Jobs atau Evan Spiegel. Nama yang sering kita dengar mungkin hanya Jack Ma, pendiri Alibaba yang sekarang menggurita dan mulai mengakuisisi perusahaan-perusahaan startup lain seperti Lazada. Walaupun tidak sefamiliar lainnya, Lee Hae-Jin adalah sosok yang patut diperhitungkan di industri komunikasi. Lee Hae Jin mendirikan Naver.com pada tahun 1999. Di awal tahun startup-nya, ia berhasil mengantarkan Naver menjadi search engine terpopuler di Korea Selatan.

Berkat kegigihannya membangun Naver, Korea Selatan adalah satu di antara beberapa negara yang tidak di dominasi oleh Google. Belum puas sampai di situ, pria yang dikenal dengan panggilan Lee ini mengembangkan perusahaan Naver ke dalam dunia instant messaging dengan sebuah apps yang ia beri nama Line. Nama Line sendiri terinspirasi saat ia melihat banyak orang Jepang mengantri telepon umum setelah terjadi bencana gempa bumi di wilayah Sendai, utara Jepang tahun 2011 silam.

Walaupun memiliki latar belakang nama yang unik, aplikasi messenger ini sukses diminati banyak orang. Dengan banyaknya user aktif, Line mengeluarkan versi platform Blackberry.

Berkembang pesat, di tahun 2012 Line kembali meluncurkan aplikasi Line yang bisa digunakan di platform dekstop untuk Windows dan MacIntosh. Memahami Line adalah aplikasi perpesanan yang diminati, Line terus berinovasi dan mengembangkan bahasa pendukung untuk aplikasi ini. Ada 12 bahasa yang didukung oleh Line, yaitu : Indonesia, Inggris, Jerman, Jepang, Korea, Thailand, Mandarin, Perancis, Spanyol, Malaysia, Turki dan Vietnam.

Lee Hae Jin juga mengembangkan aplikasi Line tidak hanya sekedar sebagai messenger, namin ada banyak variasi dari aplikasi ini yang menjangkau berbagai aspek. Ada untuk penamaan aplikasi game ciptaan Naver, seperti Line Get Rich, Line Rangers, dan lainnya. Lee Hae Jin terus mengukuhkan posisi Line dengan menambahkan fitur seperti aplikasi dompet virtual Line Pay, aplikasi CCTV dengan nama Line Brush, aplikasi Line Antivirus, aplikasi Line Live Player untuk memainkan video dan musik, aplikasi translator bahasa, aplikasi komik melalui Line Webtoon, aplikasi bisnis Line@, aplikasi Line Camera, Aplikasi Line Card untuk berbagi kartu ucapan.

Hal ini menjadikan Line sebagai aplikasi nomor 1 dalam kategori aplikasi gratis di 42 negara, diantaranya Jepang, Taiwan, Spanyol, Rusia, Hong Kong, Thailand, Singapura, Malaysia, Macu, Swiss, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan beberapa negara lainnya termasuk di Indonesia.

Lee Hae Jin sendiri adalah seorang kaum terpelajar lulusam sains dan teknologi  dengan masa depan yang cerah di Samsung Group. Akan tetapi, Lee kemudian memutuskan untuk mendirikan Naver, dan beberapa tahun kemudian meluncurkan Line. Ternyata langkah ini kemudian jadi keputusan terbaik dalam hidupnya. Dalam waktu 4 tahun, Line sukses dengan mendominasi Jepang. Thailand dan Indonesia. Dengan pasar yang luas dan permintaan yang terus berkembang terhadap dunia instant messaging, Line membukukan 470 juta pengguna di seluruh dunia.

Apa yang membuat Line berbeda dari pesaing=pesaingnya adalah kemampuannya untuk monetize dari sejumlah fitur di dalam apps seperti penjualan stiker dan iklan, meskipun mungkin hanya sebagian kecil pengguna yang bersedia membayar, namun fitur-fitur ini nyatanya toh tidak butuh banyak tenaga untuk membuatnya. Model seperti ini sering kali terabaikan oleh perusahaan-perusahaan besar lainnya. Padahal, lewa penjualan ticker, ads dan beberapa fitur-fitur di dalamnya saja, line berhasil mengumpulkan hingga US$ 6,38 juta pada triwulan pertama tahun 2014. Dan karena 80% pembelian datangnya dari Jepang, model ini kabarnya membuat softbank perusahaan telekomunikasi Jepang tertarik untuk berinvestasi di Line. Kabar ini membuat nilai saham Naver melonjak, yang berujung pada kekayaan Lee yang berlipat ganda.

Kini, pundi Lee Hae Jin diperkirakan mencapai angka sekitar US$ 1,1 miliar. Kesuksesan Lee cukup menakjubkan mengingay perekonomian digital Korea Selatan masih didominasi oleh konglomerat. Bellum ada cukup banyak model bisnis startup yang sukses di sana. Namun toh, Lee bisa membuktikan bahwa tanpa dukungan iklim yang baik pun, selama memiliki keyakinan bahwa Anda bisa, maka Anda mampu mencapai kesuksesan.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri