design interior

Mendulang Rupiah dari Menata Rumah

Kebiasaan menata ruangan dan mempersolek rumah dewasa ini tidak hanya dilirik sebagai hobi semata. Malah minat, bakat, dan kemampuan khusus dalam bidang desain interior dapat menuntun Anda kepada sebuah profesi berprospek cerah. Terlebih seiring pesatnya pertumbuhan bisnis properti ternyata mampu menciptakan sebuah peluang usaha baru, di mana skill mumpuni sebagai seorang konsultan desain interior menjadi incaran di dalamnya.

Bayangkan apabila interior ruangan kantor, ruko, toko, hotel, apartemen, villa, bahkan rumah sekalipun, tidak dipoles sedemikian rupa, pasti akan menurunkan kesan prestise dan atmosfer kenyamanannya. Dengan interior yang terkonsep akan membuat Anda betah di rumah.

Dengan interior yang menarik pula akan meningkatkan profesionalitas kantor Anda. Tak heran dengan kian maraknya pertumbuhan properti akan berdampak signifikan dalam perkembangan bisnis desain interior ke depannya. Bukankah untuk memikat konsumen, para pelaku bisnis properti juga harus memperlihatkan sebuah nilai yang pantas, di mana tidak hanya diukur dari arsitektur bangunan dan lokasi, tetapi juga konsep interior yang ditawarkan. Lewat desain interior yang terkonsep apik, maka secara tidak langsung akan menambahkan nilai jual dari properti itu sendiri. Apalagi masyarakat urban sudah paham betul, bahwa interior sebuah bangunan harus dipersolek serupa dengan desain arsitekturnya.

Di Bali sendiri, profesi sebagai konsultan desain interior telah menemukan titik terangnya. Indikatornya bisa dilihat dari maraknya pembangunan hotel dan villa di Bali yang ternyata memerlukan sentuhan profesional dalam merealisasikan konsep interior mereka. Belum lagi dengan banyaknya kalangan ekspatriat dan pendatang yang bermukim di Bali, di mana hasrat mereka untuk mempersolek hunian pribadi kian membara. Maka dari itu, tidak hanya bisnis furnitur yang kecipratan untung tetapi juga jasa konsultan desain interior itu sendiri.

Seperti yang dilakukan oleh narasumber utama kami di edisi ini, Lisa Dewi yang telah berkecimpung selama hampir 6 tahun dalam bisnis interior desain. Wanita asli Bali ini melihat efek dari industri pariwisata di Bali ternyata mampu mendorong sektor-sektor lain untuk ikut bertumbuh, salah satunya bidang interior design. Wanita yang pernah bekerja di dunia perhotelan itu pun berani banting stir ke bisnis desain interior. Selain pertimbangannya diperkuat oleh passion Lisa di bidang desain, ia juga melihat peluang pasar yang sangat menggiurkan di sana.

Bisnis desain interior yang dikembangkan oleh Lisa pun terbilang unik. Tidak mau hanya sebatas sebagai konsultan desain, tetapi ia juga menciptakan bisnis manufacture khusus di dalamnya. Ini yang menjadikan brand desain interior Neela Home miliknya juga fokus dalam penciptaan furnitur. Menariknya lagi, Lisa juga mengambil target pasar khusus di kalangan masyarakat menengah ke atas dan kaum ekspatriat. Bahkan, ia juga menekankan spesialisasi khusus dalam jasa kustomisasi kitchen cabinet.

Di samping memiliki modal, tekad, dan bakat, para pelaku bisnis desain interior biasanya juga mesti membekali dirinya dengan pendidikan formal maupun informal di bidang desain untuk memperkuat sepak terjang bisnisnya. Namun, agaknya pandangan tersebut dipatahkan oleh Lisa. Ia sama sekali tidak memiliki latarbelakang pendidikan desain interior. Ia malah mempelajarinya secara otodidak lewat buku dan majalah desain serta mengandalkan insting dan taste-nya dalam menilai sebuah desain.

Jika bisnis interior desain yang Anda inginkan lebih banyak fokus pada usaha jasa, maka ada baiknya Anda merancang portofolio sebelumnya demi meyakinkan klien. Anda bisa memanfaatkan media digital, seperti website dan social media dalam memperkuat promosi dan brand Anda. Anda juga bisa memanfaatkan forum, seminar, dan event properti sebagai ajang memperluas relasi Anda. Tak hanya getol di promosi, Anda juga harus mampu mengenal selera pasar. Jangan pernah malas untuk meng-update gaya yang tengah menjadi trend dan mampu mengimprovisasinya ke dalam bentuk gaya yang segar. Selain itu, untuk bisa sukses di bisnis interior, Anda juga harus mempertimbangkan dalam pemilihan target pasar. Anda bisa menyasar secara eksklusif hunian yang bersifat residence atau malah fokus di pangsa pasar perhotelan dan perkantoran.

Anda juga harus melakukan survei lebih lanjut terkait kisaran harga jasa desain interior, agar bisa bersaing di pasaran. Sebagai gambaran saja, beberapa desainer ada yang menetapkan harga desain per meter persegi, ada pula per view gambar, bahkan ada yang menawarkan per ruangan atau full satu bangunan beserta perabotannya. Jika Anda mengusahakan manufacture sendiri untuk pengadaan furniturnya, maka di situ juga akan menjadi nilai tambah. Dari segi keuntungan yang diperoleh juga akan bervariatif. Misalkan, satu set rancangan desain interior sebuah rumah dapat mencapai kisaran lebih dari Rp 200 juta. Sementara, untuk per ruangan kisaran keuntungan yang diperoleh bisa mencapai Rp 30 juta – Rp 80 juta. Bukankah bisnis ini terdengar amat menggiurkan?

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri