20151021-recode-podcast-red-chair-michael-moritz-1.0

Michael Moritz – Sentuhan Sang Midas

Tiap kali membaca biografi start up yang sukses, kita kerap bertemu dengan nama sosok yang satu ini. Bahkan ketika sejumlah startup digital di Indonesia berkembang, nama sosok ini pun kembali disebut-sebut. Kalau Anda masih awam dengan nama Michael Moritz, mungkin Anda mengenal nama Sequoia Capital. Yup, inilah perusahaan penyandang dana yang habishabisan berinvestasi di sejumlah perusahaan digital, sejak era bubble dot com di Amerika, hingga saat ini ketika jejaring maya ini menginvasi negara-negara Asia. Dan Moritz, adalah driver dari perusahaan Ventura ini. Di tangannya perusahaan ini sukses berinvestasi disejumlah bisnis yang kini bernilai miliaran dollar.

Dilahirkan pada tahun 1954, Sir Michael Jonathan Moritz lahir dari keluarga Yahudi di Cardiff, Wales. Ia tumbuh dengan keprihatinan, ketika itu Inggris mengalami sentuhan sang Midas Michael Moritz fase yang berat, ada pemogokan gas dan pemogokan batubara yang suram dan menyedihkan. Namun itu tidak menghalanginya dalam menjalankan pendidikannya. Moritz belajar di Sekolah Tinggi howardian di Cardiff sebelum pindah ke Gereja Christ, Oxford, dimana ia menerima gelar Bachelor of Arts dalam sejarah. Di tahun 1978, Moritz menerima gelar Master of Business Administration dari Wharton School of university of Pennsylvania sebagai Thouron Scholar. Namun sekalipun ia menyandang gelar dalam bidang bisnis, Moritz justru berkecimpung dalam bidang jurnalis sebagai pekerjaan pertamanya.

“Saya datang ke Amerika pada tahun 1976 tanpa benar-benar mengenal siapa pun di sini. Tidak ada rencana besar apapun. Aku menjadi koresponden untuk Time Magazine dan dipindahkan ke San Francisco,” ujarnya dalam www.sequoiacap.com.

Amerika memang dibangun di atas imigran, dan Moritz menjadi bagian didalamnya selama bertahun-tahun. Dari sinilah ia kemudian mulai bersinggungan dengan dunia digital. Perjalanannya berkarir membawanya berjumpa dengan Steve Jobs, yang memintanya untuk mendokumentasikan perkembangan Mac dalam sebuah buku yang sedang ditulisnya tentang Apple pada tahun 1980-an. Menurut Andy hertzfeld, Jobs mengatakan bahwa “Mike akan menjadi sejarawan kita.” Pada akhir tahun 1982, Moritz sudah menjabat sebagai Kepala Biro San Francisco Time Magazine, ia pernah melakukan wawancara panjang dengan pacar Jobs dimasa ‘SMA, Chrisann Brennan, yang kemudian melahirkan seorang anak bernama lisa. Belakangan, nama lisa menjadi salah satu nama dari produk yang dikeluarkan oleh Jobs.

Namun sayang, hubungan mesra Moritz dan Jobs tak lama. Ketika ia melanjutkan reportasenya tentang Steve Jobs bersama perusahaannya, Moritz melihat ada sisi lain dari sosok Steve yang cerdas. Steve mendapat pandangan negatif dari karyawan Apple, dan juga menunjukkan sikap penolakan kepada anaknya. Time kemudian menerbitkan laporan Moritz ini dalam bentuk edisi khusus, yang dalam hasil liputannya membeberkan soal sikap Steve tersebut, bahkan Steve di illustrasikan lebih seperti mesin daripada manusia. TIME’s Man of the Year for 1982, the greatest influence for good or evil, is not a man at all. It is a machine: the computer. Judul dalam edisi tersebut. Kontan, hal ini berujung kemarahan Steve Jobs yang berujung dengan pemutusan hubungannya dengan Moritz.

Ketertarikan pada bidang teknologi akhirnya membawa Moritz bergabung dengan Sequoia Capital di tahun 1986. Dan masih dalam bidang media dan jurnalistik untuk perusahaan tersebut. Kemudian ia mendirikan Technologic Partners, sebuah media buletin yang mengupas soal teknologi. Dari sinilah kemudian segalanya berkembang. Karirnya menanjak dan ia mulai mendapat kepercayaan untuk memegang kendali perusahaan. langkah besarnya adalah ketika membawa Sequoia berinvestasi di Google, Yahoo!, Skyscanner, PayPal, Webvan, YouTube, eToys, dan Zappos. Dan sebagaimana kita ketahui, ini adalah daftar dari perusahaan-perusahaan paling sukses dijagat bumi saat ini. Ia pun kemudian dinobatkan sebagai no 1 kapitalis Ventura yang memiliki sentuhan midas. Dan investasi ke Google pula yang membawanya menjadi salah satu orang terkaya versi majalah Forbes.

Pada tahun 2009, 25 tahun setelah liputannya soal Steve Jobs. Moritz menerbitkan “The little Kingdom edisi revisi. Yang kali ini ia menceritakan bagaimana Apple dan Steve Jobs mengubah dunia. Ia juga mengatakan dalam prolog buku tersebut, bagaimana marahnya Steve atas apa yang dilaporkan oleh Time ketika itu. Namun prestasi Moritz sudah tertancap. hubungannya dengan Apple dan Steve mungkin tak berdampak, tapi sejumlah kalangan akademis memberikannya apresiasi. Pada bulan Juli 2010, Moritz dianugerahkan gelar kehormatan dari Cardiff university. Pada Mei 2012, ia mundur dari Sequoia Capital karena alasan kesehatan. Namun hal ini tidak menghentikannya mendapatkan perhormatan lainnya. Pada Juli 2014 ia menjadi anggota kehormatan dari Aberystwyth university. Pada bulan November 2014, Moritz diberi doktor Kehormatan (Doctor of letters honoris causa) dari hKuST atas prestasinya yang luar biasa. Saat ini, Sequoia juga menjadi salah satu perusahaan yang berinvestasi di sejumlah startup di Asia, termasuk salah satunya Tokopedia dan GoJek.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri