www.personneltoday.com

Mutasi Oh Mutasi!

Umumnya perusahaan, apapun jenisnya, mereka pasti pernah memutasi para pegawainya. Tentu dengan berbagai alasan. Bahkan demosi pun tetap kita bahasakan mutasi agar tidak membawa dampak “putus asa” bagi pegawai yang didemosi. Sebagai pegawai kita lebih sering mengartikan mutasi dalam artian negatif, apalagi jika kita dimutasi ke tempat yang jauh berbeda dengan pekerjaan sebelumnya. Bertanya-tanya, apakah kita telah melakukan kesalahan, apakah karena kita tak capai target, tak cocok dengan rekan kerja, dan masih banyak tanda tanya lainnya. Betulkah mutasi hanya alasan “penyegaran” semata?

Well, bagi Anda yang termutasi semoga sharing berikut menginspirasi!

1. Hadapi saja

Galau karena termutasi, sah-sah saja. Kalau akhirnya Anda menjadi kepikiran juga tak apa. Hanya saja jangan sampai kegalauan Anda jadi mempengaruhi ritme Anda bekerja. Ingat, saat Anda termutasi, manajemen justru sedang lebih ketat “mengawasi” Anda. Jadi, hadapi saja sambil merancang strategi langkah Anda selanjutnya. Saat Anda dimutasi, PR-nya justru bertambah banyak. Mulai dari mengenal bos baru, rekan kerja baru hingga job desk baru.

2. Teman memang harus dipilih

Anda perlu teman curhat saat dimutasi atau di demosi? Boleh-boleh saja, tapi di tempat kerja jarang sekali Anda menemukan yang benar-benar teman. Jangan-jangan keinginan Anda hanya untuk sekedar curhat justru jadi bumerang, apalagi kalau Anda curhat tentang betapa tak menyenangkannya departemen Anda bekerja saat ini. Jangan beri celah bagi orang lain untuk bersikap tak respect pada Anda hanya gara-gara curhatan sesaat.

3. Cari Tahu

Cari tahulah sebanyak mungkin tentang tempat atau posisi Anda sekarang. Mulai dari kebiasaan atasan, karakter teman-teman kerja Anda hingga PR apa yang tertinggal oleh staff sebelumnya di tempat itu. Lebih baik hindari pikiran bahwa pekerjaan itu mudah atau mungkin itu pekerjaan remeh, atau justru sebaliknya, pekerjaan itu begitu sulit dan tak cocok dengan minat Anda. Tidak ada yang tidak bisa dipelajari di dunia ini, semua ilmu sekarang begitu mudah dibaca dan ditiru, hardcopy dalambentuk buku terjual bebas, apalagi dunia maya lewat smartphone Anda. Yang diperlukan hanyalah satu, yakni kemauan.

4. Selalu dan Tetap Ada Target

Apapun pekerjaan itu, sekalipun mengepel lantai, pasti ada target yang ingin Anda capai. Menentukan target tak pernah mudah apalagi mencapainya. Dibutuhkan kemauan, semangat dan tekad kuat untuk mewujudkannya. Misalkan, jika Anda di mutasi ke bagian administrasi berarti target Anda harus cepat, benar, tingkat kesalahan zero defect. Jika Anda dimutasi ke bagian logistik berarti target Anda ekonomis, kualitas baik dan manajemen stock mesti oke. Jika Anda di bagian operator telepon berarti target Anda seluruh panggilan telepon bisa terlayani, traffic telepon baik keluar masuk bisa teratasi dan lainnya. Nah, sekecil apapun tidak ada yang tidak ada target bukan? Yakinlah, dengan target life never been flat. Target tidak tercapai bukan ubah targetnya lho, tapi strateginya yang harus ganti.

5. Jadilah yang Terbaik

Semua orang yang berhasil selalu bilang jika keberhasilan adalah hasil dari rangkaian uji coba, trial&error. Mutasi justru seringkali membuat seseorang menemukan bagian terbaik dari dirinya. Sebagian lagi justru menemukan passion bekerja, sebagian lagi mungkin judtru marah tak terima, bahwa tempat sekarang tak pantas dengan latar belakang pendidikan atau kecerdasan diri. Apapun teori motivasi atau teori keberhasilan, semua tak akan berhasil jika kita tidak berusaha menampilkan yang terbaik dari diri kita. Minimal, dengan memberikan yang terbaik, bekerja yang terbaik, berusaha yang terbaik adalah modal dasar bagaimana kita menghargai diri sendiri.

Seperti kata banyak orang sukses, “If It Doesn’t Challenge You, It Won’t Change You.”

 

Tulisan oleh Ina Lestari

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2017 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri