www.prashantb.files.wordpress.com

Neerja

Kenal dengan Neerja? Neerja Bahnot nama lengkpanya dan kisah hebat di baliknya. Tidak? Ya wajar jika tidak tahu menahu tentang dirinya, tetapi coba tanyakan kepada setiap warga India atau mungkin Pakistan dari era 80’an, saya percaya hampir semuanya mengenal, setidaknya tahu siapa Neerja Bahnot, penerima penghargaan perdamaian tertinggi; Ashkol Calra atas segala keberaniannya yang luar biasa. Nah, melalui Neerja garapan Ram Madhvani, kita diajak berkenalan dengan si cantik Neerja Bahnot dan tragedi mengerikan sekaligus sebuah kisah heroisme inspiratif yang pernah benar-benar terjadi 20 tahun silam. Bahkan jika kita mungkin tahu tentang kisah kepahlawanan Neerja Bahnot, tentu saja kemudian ada rasa penasaran untuk bisa melihat adegan reka ulangnya, dan media film adalah sarana paling tepat untuk bisa kembali ke masa lalu menjadi saksi dari insiden terorisme pembajakan penerbangan Pan Am Flight 73 di Karachi, Pakistan yang mendebarkan itu.

Ya, tetap meski Neerja meminjam narasinya dari kisah nyata, ia lantas menjadi sajian dokumenter atau biografi yang menampilkan footage-footage asli atau wawancara dengan orang-orang yang terlibat, ini hanyalah sebuah drama berelemen thriller yang mendasarkan dirinya pada sebuah true story.

Tetap, meski mendapatkan polesan melodrama di sana-sini plus sedikit nyanyian-nyanyian, ala drama Bollywood untuk menciptakan efek dramatisasi dan emosi buat penontonnya, Neerja adalah sebuah penghormatan besar buat sang pahlawan wanita kelahiran Chandigarh, India 53 tahun silam itu, terutama ketika Madhvani tahu benar bagaimana menjadikan sosok Neerja yang dimainkan bagus oleh Sonam Kapoor benar-benar mampu menjadi sentral cerita yang kuat, bahkan lebih kuat dari momen pembajakan pesawat itu sendiri. Madhvani mencoba mengenalkan siapa Neerja Bahnot, bukan hanya sebagai pramugari cantik pemberani semata, bukan hanya karena kecerdikan dan kemampuannya mengendalikan situasi dalam pesawat, namun juga sebagai pribadi itu sendiri.

Kita langsung bisa mengenal Neerja sebagai perempuan muda yang ceria, happy-go-lucky-lah istilahnya sejak menit-menit awal bergulir. Ia adalah putri tersayang dari orang tuanya, Rama dan Harish Bahnot (Shabana Azmi & Yogendra Tiku) dan dua kakak laki-lakinya, orang tercinta buat Jeideep (Shekhar Ravjiani) dan sahabat-sahabatnya. Penulis naskah Salwyn Quadras turut menyertakan masa lalu Neerja dalam fragmen-fragmen kilas balik, melihat kembali pernikahannya yang kacau juga bagaimana keluarga menjadi kekuatan terbesarnya menghadapi segala ketakutan.

Tetapi tenang, saja meski porsi drama cukup kuat, namun sebagai sebuah film bertema hijack, Neerja masih punya segala elemen thriller yang mencekam. Kelompok teoris Pakistan yang beranggotakan empat orang bersenjata memberi cukup ancaman guna menghadirkan situasi intens dalam pesawat bersama segala kekejaman dan kebrutalan mereka. Kita bisa melihat bagaimana penumpang lain bereaksi, melihat bagaimana wajah-wajah ketakutan terpancar, atmosfer penuh terror berhasil digambarkan dengan baik  begitu juga momen adu pintar antara Neerja dan para teroris, meski harus diakui desain artistiknya terasa kurang akurat dengan jamannya, termasuk pemilihan kostum dan dandanan rambuut, namun itu mungkin  tidak sampai terlalu mengganggu, toh, dengan segala kekacauan yang terjadi di atas sana, susah untuk kemudian memperhatikan detail-detail kecil. Tidak peduli jika kamu tahu kisahnya atau tidak, atau bagaimana ia berakhir nanti, tetap saja susah untuk mengelak dari sebuah ending yang emosional.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri