?????????????????????????????????????????????

Ngatur Duit di Bulan Ramadhan

Selalu ada isu yang sama tiap kali Ramadhan tiba, selain soal ibadah, juga yang tak kalah vitalnya terkait erat dengan keuangan keluarga. Bukan rahasia lagi jika di bulan ini, pengeluaran kita mengalami ‘inflasi’, selain karena kenaikan harga barang-barang, juga didorong oleh faktor emosional di bulan puasa. Karenanya, pada edisi kali ini ada beberapa tips yang mungkin bermanfaat untuk Anda dalam mengatur keuangan di bulan Ramadhan.

  1. Anggaran pengeluaran makan sehari-hari

Pertama yang harus disadari adalah pada dasarnya berpuasa adalah perubahan siklus jadwal makan, tidak menambah kuantitas porsi jam makan, ataupun mengurangi, namun hanya menggeset. Yang tadinya sarapan, sekarang menjadi makan sahur. Yang tadinya makan siang, diganti dengan takjil berbuka puasa, dan tetap pada jadwal makan malam yang umumnya dilakukan setelah Tarawih. Korelasinya pada pengeluaran menjadi tidak relevan, karena toh pada dasarnya tidak ada pengeluaran berlebih. Kecuali, kita secara emosional mengganti menu dan lauk santapan dengan kualitas yang jauh lebih mahal dari bulan-bulan umumnya (termasuk faktor kenaikan harga pangan), ini akan mempengaruhi pengeluaran kita.

Untuk itulah harus diberikan batas maksimal, sampai seberapa jauh kita mengalokasikan pengeluaran tambahan untuk jatah makan sehari-hari. Idealnya, agar anggaran kita tidak jebol, dan kualitas makanan juga meningkat, maka tidak lebih dari 10-20% dari anggaran biasanya. Kalau misalkan, anggaran makan sehari tiga kali untuk 1 orang adalah Rp.100.000, maka pada bulan Ramadhan, kita maksimal Rp. 120.000. kelebihan Rp. 20.000 merupakan tambahan kualitas makanan seperti kurma, buah atau suplemen yang biasanya tidak dikonsumsi di bulan lainnya.

  1. THR & Biaya Hari Raya

Yang kedua adalah mengelola Tunjangan Hari Raya atau THR, yang akan masuk ke pos pendapatan tambahan. Di sejumlah perusahaan, THR umurnya diberikan sebesar 1 kali gaji pokok. Namun ada beberapa perusahaan yang menghitung berdasarkan lama waktu bekerja. Uang THR, sebaiknya dialokasikan untuk pembelian kebutuhan hari raya, seperti kue-kue lebaran atau pakaian baru. Namun memang, jika tidak terlalu urgent. Maka sebaiknya kita hanya mengalokasikan 50% dari dana THR tersebut, tidak semuanya sehingga kita masih bisa menambah saldo tabungan dari THR.

  1. Mudik alias Pulang Kampung

Yang terakhir adalah mudik lebaran. Besarnya tergantung dengan lama waktu dan tempat kita mudik. Jadi setiap keluarga berbeda-beda kebutuhan untuk ini. Khusus untuk biaya mudik, tidak bisa diambil dari pengeluaran dana harian, namun memang sudah harus disiapkan jauh hari, terutama bagi mereka yang berencana mudik dalam waktu yang lama, atau kekampung halaman yang jauh. Carilah tiket promo dan usahakan tetap memberikan batasan agar mudik dan tujuan silahturahmi tetap terjaga tanpa harus anggaran kita jebol karenannya.

Itu adalah 3 hal yang akan mempengaruhi pengeluaran duit kita di bulan Ramadhan, beserta tips alokasi yang siapa tahu bisa dimanfaatkan agar cash flow kita tetap lancar. Selamat menjalankan ibadah puasa, mohon maaf lahir dan batin.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri