Freepik 3

Prinsip Email Marketing yang Jarang Diketahui

Sebagian orang menganggap media sosial adalah rajanya kanal pemasaran zaman sekarang, dan email adalah cara marketing lama yang lapuk dimakan waktu, tapi fakta dari respon pelanggan berkata sebaliknya.

Tidak bisa dipungkiri memang, media sosial menjadi primadona untuk mendapatkan pelanggan baru. Apalagi dengan kemudahan dan murahnya biaya untuk beriklan di Facebook dan Instagram. Ditambah lagi ada teknik retargeting yang memungkinkan iklan sebuah produk dengan intensif muncul di timeline akun seseorang.

Tapi coba perhatikan lebih jauh, meskipun beberapa perusahaan e-commerce gencar beriklan di Facebook dan Instagram, namun jika kita mengunjungi website mereka, akan terlihat bagaimana perusahaan tersebut memberikan penawaran menggiurkan, misalnya dengan memberikan diskon 10% pembelian pertama, dimana pengunjung diminta untuk mendaftarkan alamat email.

Karena nyatanya, lebih mudah bagi pelanggan untuk kembali mencari informasi di dalam inbox email daripada harus bolak-balik scroll timeline di media sosial. Belum lagi, di media sosial, besar kemungkinan pelanggan akan melihat iklan produk sejenis dari kompetitor, bisa-bisa pelanggan malah pindah ke lain hati.

Jadi untuk menarik perharian pelanggan loyal, walaupun kalah canggih dibanding media sosial, email masih jadi juaranya. Akrena dengan menggunakan email marketing, seolah-olah langsung berbisik ke telinga pelanggan.

Pertanyaan berikutnya, apakah tampilan email promosi harus cantik?

Email yang dikirim ke member mailing list tidak harus kelihatan “cantik”, yang penuh gambar dan warna-warni. Bahkan nyatanya, email promo yang isinya mirip sekali dengan tampilan website, malah akan membuat pelanggan jengah untuk membuka email beriktnya.

Gary Halbert, salah satu penulis iklan terbaik di dunia, membagi jenis surat menjadi dua, jenis “A pile”, dan jenis “B pile” . Jenis “A pile” seperti surat tagihan listrik, atau surat dari kawan dan saudara, adalah tumpukan amplop yang selalu orang buka, karena suratnya personal. Sedangkan jenis “B pile” adalah surat yang bentuknya mirip brosur, selebaran promosi yang tampilannya “cantik”. Tapi meskipun cantik, surat jenis ini sering kali diabaikan dan langsung masuk tong sampah. Begitu juga dengan email, daripada merepotkan diri untuk membuat tampilan yang cantik tapi akhirnya masuk tong sampah, lebih baik mengirimkan email dengan gaya personal, seperti menulis surat ke orang yang sudah Anda kenal. Email marketing yang dilakukan dengan benar dan sesuai etika, akan memberi manfaat langsung keomset, dan tentunya branding perusahaan.

Email adalah cara riset pasar yang murah dan sangat efektif. Saat ada ide produk baru, cukup mengirimkan email ke mailing list. Setelah 24 jam, biasanya dapat langsung diputuskan, apakah sebuah ide produk baru bisa diterima pasar atau tidak. Selain itu, setiap kali mengirimkan email, jika produk kita itu dirasa bermanfaat, maka umumnya akan langsung menghasilkan penjualan. Jadi bisa dibilang, email akan membantu menjaga kesehatan cashflow perusahaan.

Dan jika Anda mengirimkan email bergaya personal hampir setiap hari, pelanggan akan merasa punya relasi yang kuat dengan produk Anda. Bahkan tanpa beriklan sepeserpunn, brand Anda akan diingat pelanggan.

Bagaimana memulainya?

Pertama, Anda perlu memilih platform email marketing yang akan digunakan. Beberapa brand yang sudah terkenal adalah Mailchimp, GetResponse dan Aweber, sayangnya mereka hanya menerima pembayaran via kartu kredit. Jika belum mempunyai kartu kredit. Jika belum mempunyai kartu kredit, bisa melirik produk lokal.

Anda juga bisa mulai mengajak pengunjung website, ataupun pelanggan lama untuk mendaftarkan email mereka ke mailing list. Anda tidak perlu memaksakan diri membri iming-iming potongan harga. Informasi yang bermanfaat sudah cukup sebagai imbalan, misalkan Anda menjual jaket kulit, cukup berkata,  “join mailing list kami, akan kami kirimkan tips dan cara mudah untuk merawat jaket kulit”

Setelah email terkumpul, Anda bisa mendapatkan database dan mengirimkan email promosi ke anggota mailing list. Jika Anda baru memulai email marketing, usahakan untuk mengirim email yang bergaya personal, bukan email yang didandani macam-caman. Supaya perhatian Anda tetap fokus ke strategi penjualan, bukan malah menghabiskan waktu memoles email promosi.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan, ketika menjalankan email marketing, pastikan agar mail Anda tidak dianggap spam. Jika sampai terindikasi demikian, maka sebagus apapun email dan produk Anda, kecil kemungkinan akan dibaca pelanggan.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri