DSC_5740

Putu Mahardika Pande – Berbagi Rasa Lewat Masakan

Sukses di usia muda, kenapa tidak. Bagi seorang Putu Mahardika, sukses di usia muda adalah impiannya sedari kecil. Kami temui di sela-sela kesibukannya mengisi training wirausaha di SMK Kesehatan Sanjiwani yang diadakan oleh pemerintah Gianyar. Ia memompa semangat wirausaha adik-adik SMK “kalian harus sukses di usia muda. Dan bekerja lah dengan hati, karena kalau bekerja dengan hati yang menyenangkan akan terasa mudah.” ungkapnya.
Mengembangkan usaha di bidang kuliner, pemuda yang akrab dipanggil Dika ini mengungkapkan suka-duka untuk membangun wirausahanya menjadi semaju seperti sekarang. Adalah Ngerodok Resto, ia mengembangkan warung makan yang memiliki konsep tempat nongkrong anak muda. Ngerodok sendiri berarti mendidih. Ketika ditanyakan kenapa memilih nama Ngerodok? “yang terlintas di pikiran saya ya itu, hahaha. Akhirnya saya gunakan untuk nama tempat usaha saya”. Pengorbanannya untuk memulai usaha bisa dianggap tidak mudah untuk seorang anak muda di usia 25 tahun. Ia bertutur betapa sulitnya membuat sebuah kebiasaan baik untuk menjadi sukses. Membuat tempat nongkrong bukan berarti harus nongkrong berlama-lama. Ia harus meninggalkan waktu nongkrong bersama teman-teman, mengorbankan waktu jalan dengan pacar bahkan memulai nongkrong di pasar untuk mencari pemasok bahan masakan untuk Restonya.

Ide tempat nongkrong yang ia kembangkan menjadi sebuah warung makan, berawal dari ia nongkrong bersama kawan sejawatnya. “Waktu itu saya nongkrong sama teman-teman, eh terbersit dalam pikiran saya untuk membuat tempat nongkrong yang menyediakan makanan enak dan murah. Kebetulan saya juga hobi masak.”

Setelah terbersit ide untuk membuat usaha, ia menyiapkan waktu dua bulan untuk memulai usahanya. Mulai merencanakan menu makanan apa yang disediakan, penyediaan fasilitas nongkrong anak muda, dan akhirnya pada 28 Oktober 2012 Ngerodok Resto resmi di buka. Setelah mengisi pelatihan kewirausahaan untuk siswa-siswi SMK Kesehatan Sanjiwani, kami sempat berbincang dengan pemuda yang memiliki nama lengkap Putu Mahardika Pande ini. berikut adalah kutipan wawancara kami.

Ngerodok Resto, Resto yang mendidih, apa ini memiliki sebuah Filosofi?

Mungkin bisa dikaitkan dengan lagu Roma Irama ya? Haha, darah muda darah yang berapi-api dan mendidih. untuk menjawab ini, saya akan bercerita awal mula saya membangun Ngerodok Resto. Ide ini
muncul ketika saya dan kawan-kawan itu sedang nongkrong. Biasa kan, anak muda hobinya nongkrong. Di sana saya terbersit, ini adalah kesempatan membuat usaha tempat nongkrong.

Dua bulan saya menyiapkan segala sesuatunya untuk memulai, mulai dari menu, kemudian fasilitas nongkrong seperti meja dan lainnya. Termasuk nama untuk tempat nongkrong ini. Sekilas saya berpikir tentang kata Ngerodok yang artinya mendidih tadi, ditambah Resto. Kayaknya bagus nama Ngerodok Resto. Akhirnya saya pakai.

Kapan Ngerodok Resto buka?

Kurang lebih umurnya sekarang sudah empat tahun, kami buka 28 Oktober 2012 lalu.

Apa yang menjadi tantangan terberat Anda saat mengembangkan Ngerodok Resto ini?

Di awal mungkin ya, saya ceritakan sedikit. Awal-awal saya membuka usaha ini, saya merasa terpuruk sekali di enam bulan pertama. Belum ada pelanggan, belum terkenal-lah istilahnya. Hari-hari membuat saya belajar banyak jiwa wirausaha itu harus setegar karang di laut. Saya selalu membesarkan hati saya, ini bukan hanya sekadar uang, tapi bagaimana kita bekerja dalam bahagia, itu saja yang saya pikirkan di awal. Dan akhirnya, semakin ke sini semakin ramai lah Ngerodok Resto, menjadi tempat nongkrong anak muda. Selain itu, menjaga kepercayaan pelanggan dan kualitas dari sajian adalah hal yang paling urgent untuk dipertahankan.

Target pasar untuk Ngerodok Resto sendiri?

Ngerodok Resto sebenarnya dibuat untuk tempat nongkrong-nya anak muda. Jadi target pasar untuk ini ya anak muda, jadi harga yang kami patok memang untuk kantong kalangan muda yang cepet bolong. Hahaha. Tapi, seiring waktu ada juga kalangan dewasa seperti ibu-ibu dan bapak-bapak yang mampir untuk menikmati sajian Ngerodok Resto. Walaupun murah, tapi makanan yang kami sajikan di sini bukan berarti murahan ya. Kami memiliki ciri khas yang berbeda dari yang lain.

Menu Andalan di sini apa?

Ada Ayam Karedok namanya. Dengan daging yang lembut, gurih dan pedas. Kan makin banyak nih pesaing-pesaing yang muncul semisal Ngerodok Resto.

Bagaimana cara Anda melihat kompetitor lain?

Untuk persaingan, saya pribadi tidak pernah melihat kompetitor sebagai seorang pesaing pada umumnya. Saya malah melihat sebagai seorang partner. Karena bagi saya itu akan membuat motivasi saya meninggi untuk terus berjuang dan berkembang.

Ngerodok Resto sebenarnya dibuat untuk tempat nongkrong-nya anak muda. Jadi target pasar untuk ini ya anak muda, jadi harga yang kami patok memang untuk kantong kalangan muda yang cepet bolong ha.. ha.. ha… “

Wow. Pemikiran Anda sangat positif, apa ini ada kaitannya dengan visi mendirikan Ngerodok Resto?

Hahaha, mungkin ya. Karena memang kami ingin selalu membagi kebahagiaan dengan orang lain melalui makanan. Jadi, berbagi kebahagiaan lewat makanan. Kami yakin dengan makanan kami bisa berbagi kebahagiaan itu.

Berapa jumlah karyawan Anda sekarang?

Kurang lebih dua puluh orang.

Untuk keuntungan perbulan?

Saya tidak bisa sebutkan yang pasti ya, tapi bisa berkisar puluhan juta per bulannya.

Untuk alasan Apa pelanggan Anda datang kembali?

Mmm, mungkin karena murah dengan pelayanan yang baik. Kami juga sengaja mendesain tempat ini menjadi tempat yang nyaman untuk nongkrong.

Harapan Anda ke depan untuk Ngerodok Resto?

Harapan saya, semoga semakin banyak yang ingin menjadi sahabat dari Ngerodok Resto. Dan tentunya, semoga Ngerodok Resto lekat di hati sahabat sekalian.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri