lifelovelessonsdotcom.files.wordpress.com

Rajin Bersyukur Membuat Jantung Lebih Sehat

Di dalam kehidupan, mobil bagus, gadget yang canggih, rumah yang megah, merupakan lambang dari kemewahan, namun yang tak kalah penting adalah kesehatan yang terjaga. Apa artinya jika kita memiliki segalanya di dunia ini kecuali kesehatan? Dan jika kita berpikir bahwa sehat itu mahal, ternyata kita keliru besar, sehat itu tak semahal yang kita bayangkan. Terutama untuk kesehatan jantung kita.

Sering kita dengar dari nasehat orang tua untuk selalu berterimakasih dan bersyukur atas apa yang kita terima. sebaiknya saran itu tidak kita anggap sebagai angin lalu, karena begitu banyak manfaat dibalik nasehat itu. Orang-orang dengan perasaan bersyukur dan berterimakasih akan mengalami kondisi tidur dan suasana hati yang lebih baik. Perasaan tersebut akan mengurangi tingkat inflamasi pada pasien gagal jantung.

Penelitian terkait pernah dilakukan oleh seorang Paul Mills yang mendalami kesehatan masyarakat dan psikiatris dari University of California. Ia beserta timnya mempersempit fokus dan mencoba menghubungkan antara perasaan bersyukur dengan jantung yang biasa diekspresikan dalam pernyataan ‘a grateful heart’. Diantara pasien yang mengalami gagal jantung stadium b. Kondisi tersebut menunjukkan kalau mereka memiliki sejumlah gangguan fungsi serta pembengkakan jantung tetapi bukan dengan simtom yang lebih serius. Dikatakan para periset, tahap b ini menjadi waktu penting untuk intervensi karena kerusakan yang terjadi dapat diantisipasi.

Responden kemudian diteliti tingkat rasa bersyukur, kesejahteraan spiritual dan efikasi diri. efikasi diri ini adalah keyakinan akan kemampuan diri untuk berhasil dalam mengelola fungsi jantungnya. Pasien juga dinilai simtom depresi yang dialami serta kualitas tidur dan kelelahan. Terakhir, para periset mengecek darah partisipan untuk melihat indikator peradangan.

Dari studi tersebut, para peneliti menjumpai bahwa pasien yang lebih bersyukur dilaporkan tidur lebih baik, suasana hatinya lebih sedikit mengalami tekanan, tidak terlalu lelah, efikasi dirinya lebih tinggi dan indikator peradangan yang lebih rendah. Nina Kupper, Profesor Psikolog dari Tillburg University belanda, mengatakan bahwa emosi positif secara umum dihubungkan dengan kesehatan yang lebih baik. Dan karenanya, “perasaan bersyukur sebagai sebuah konsep, bisa menjadi pembuka ke emosi positif lebih dari yang dilakukan spiritualitas.”  Terkait dengan penekanan akan pentingnya emosi positif terhadap proses pemulihan, perasaan tersebut sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara beban penyakit dan kapasitas seseorang saat berurusan dengan penyakitnya.

Dalam sub-study yang dilakukan, juga dijumpai bahwa pasien yang membuat jurnal rasa bersyukur terhadap perawatan mereka mengalami penurunan indikator dari inflamasi atau peradangan serta peningkatan variabilitas denyut jantung.
Jadi, sudahkah kita bersyukur?

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2017 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri