IMG_6525

Ryan Gondokusumo – Seribu Jurus Sribu.com

Jeli dalam melihat potensi bisnis membuat Ryan Gondokusumo masuk deretan pengusaha muda sukses di Indonesia. Ryan adalah founder dua startup  yang tengah naik daun, yakni Sribu dan Sribulancer. Sribu merupakan situs penyedia jasa desain yang menghubungkan antara klien dan desainer. Sedangkan Sribulancer adalah platform online yang menghubungkan klien dengan freelancer atau pekerja lepas.

Kisah sukses Ryan berawal ketika ia masih bekerja di sebuah perusahaan Travel. Kala itu Ryan mendapatkan tugas dari atasannya untuk mendesain tim desainer tempatnya bekerja untuk mendesain kalender tersebut. Namun dengan hasil desain yang ada, Ryan merasa kurang puas. Tak kehabisan akal, Ryan menggelar kontes desain di sebuah situs forum, yakni Kaskus. “Saya kemudian terpikir untuk mencoba membuat konteks desain kalender di Kaskus dengan hadiah berupa handphone Blackberry,” katanya.

Mengejutkan, dalam tempo tujuh hari, Ryan mendapatkan lebih dari 300 desain kalender dalam konteks tersebut. Dari situlah tercetus ide untuk membuat sebuah platform yang memungkinkan seseorang  mendapatkan desain dengan mudah dan berkualitas. Kejadian tersebut membuat Ryan yakin, bahwa potensi sistem crowdsourcing di Indonesia sangat besar.

Pada 2012, Ryan bersama rekannya Wenes Kusnadi mendirikan startup pertamanya yakni Sribu. Dua tahun kemudian, Ryan melebarkan sayap bisnisnya dengan meluncurkan Sribulancer. Untuk mengetahui kisah sukses Ryan dengan dua startup-nya, berikut adalah hasil wawancara kami dengannya.

Bisa diceritakan bagaimana Anda memulai bisnis ini?

Dulu saya sekolah di Amerika, kemudian pulang ke Indonesia dan bekerja sekitar empat atau lima tahun di sebuah perusahaan. Kemudian saya melihat ada masalah apa sih di pasar? Ternyata waktu itu banyak klien yang membutuhkan desain, tapi mereka tidak tahu harus beli kemana.

Kemudian, ketika bos saya juga butuh desain kalender, saya membuat kontes di kaskus dengan hadiah handphone Blackberry pada waktu itu. Dalam waktu tujuan hari, ternyata saya mendapat lebih dari 300 desain kalender. Dari pengalaman tersebut, tercetuslah ide untuk membuat platform yang bisa menghubungkan klien dengan desainer.

Jadi kalau seseorang ingin order desain logo, website, kalender, company profile, sampai brosur, cukup klik di website. Dengan demikian, klien tidak perlu bertemu langsumg, karena semua dilakukan dengan online, dan hal itu sangat menghemat waktu dan biaya.

Nah cikal bakal Sribu.com dari sana. Saat mendapatkan klien pertama, waktu itu sudah ada ribuan desainer di Sribu. Klien kita itu membutuhkan logo  untuk usaha di bidang penjualan barang elektronik. Setelah order, klien tersebut mendapatkan 100-150 desain logo, tapi dia hanya perlu membayar satu desain saja. Jadi buat klien hal itu sangat menarik.

Maka dari itu, target market kita adalah klien yang baru memulai usaha, atau klien yang sudah memiliki usaha tapi ingin buat produk baru atau brand baru. Mereka hanya posting saja di website, kemudian pilih paketnya, dan dalam hitungan jam desainer sudah langsung upload, dan dalam 7 hari klien bisa mendapatkan ratusan desain.

Desain apa saja yang disediakan?

Pada dasarnya semua jenis desain grafis, bisa logo, billboard, poster atau kartu nama.

Berarti semua ini bekerja secara online?

Betul, semua by online. Kalau tidak online, ada juga yang by call. Jadi kelebihannya, buat si klien, mereka tidak perlu pusing cari siapa desainernya. Klien hanya perlu membuka website Sribu.com kemudian order, pilih paket dan input kebutuhannya apa. Simple kan?

Apa keuntungan klien?

Kalau dulu, biasanya seorang desainer  memberikan tiga pilihan desain kepada klien, namun jika tidak ada yang cocok, mau diapain? Tapi di Sribu, klien bisa mendapatkan hingga ratusan desain.

Dengan begitu, sudah pasti ada yang cocok. Untuk soal komunikasi, klien tidak perlu menghabiskan  waktu untuk bertemu dengan desainer, sebab semua bisa dilakukan lewat website. Jadi di website ada kolom komentar antara klien dan desainer, mereka bisa berkomunikasi disana.

Dan terakhir, jika si klien merasa tidak perlu menghabiskan waktu untuk bertemu dengan desainer, sebab semua bisa dilakukan lewat website. Jadi di website ada kolom komentar antara klien dan desainer mereka bisa berkomunikasi disana.

Dan terakhir, jika si klien merasa tidak ada desain yang cocok, bisa refund uang sekitar 90 persen. Tapi sampai hari ini kita sudah ada 7500 klien, yang refund itu total hanya 10. Jadi kualitas desain kita ini sangat dijaga.

Kenapa namanya Sribu?

“Sribu” datang dari kata “seribu” artinya banyak. Dengan nama itu, kamu juga ingin membuat produk yang asli dari Indonesia. Sampai saat ini, dari 7500 klien, banyak juga yang berasal daril uar negeri, seperti China, Amerika. Tapi ribuan desainer kita semua Indonesia. Jadi kami ingin menunjukkan ke pasar global bahwa produk buatan Indonesia sebenarnya tuh bagus.

Kenapa semua desainer dari Indonesia?

Kami punya pandangan objektif. Kami ingin meningkatkan pendapatan desainer di Indonesia, punya freelance community yang bagus dan mereka ahli. Saya sendiri dulunya freelancer, makanya tahu suka dukanya jadi freelancer. Tapi di sisi lain, saya juga percaya sama produk sendiri.

Anda juga mendirikan Sribulancer, apa bedanya dengan Sribu?

Sribulancer adalah platform online yang menghubungkan klien dengan freelancer atau pekerja lepas. Jadi konsepnya adalah pekerja lepas. Klien yang membutuhkan pekerja lepas dengan berbagai keahlian bisa posting job di website kami. Setelah itu akan ada banyak freelancer yang apply, dan klien bisa memilih freelancer yang sesuai dengan kebutuhan. Sampai saat ini Sribulancer punay 120 ribu freelancer. Bedanya dengan Sribu, di Sribulancer job lebih one to one, jadi sistem kerjanya bukan kontes.

Berapa modal awal untuk membangun ini semua?

Untuk memulai ini, kami banyak menggunakan modal sendiri. Wakti itu kira-kira modalnya hanya beberapa puluh juta. Tapi yang namanya baru merintis bisnis pasti banyak buat kesalahan, coba sini coba sana. Untungnya dari awal kami sudah bisa mendapatkan klien. Perlahan tapi pasti, sekarang kami punya ribuan klien. Kami sangat menikmati hasilnya.

Banyak klien dari perusahaan ternama. Apa strateginya?

Pertama kami sudah tahu target market kami siapa. Kemudian kami banyak melakukan gerilya marketing dan lewat online marketing juga. Di saat bersamaan, kami juga terus meningkatkan kualitas produk kami. Jadi kurang lebih strateginya seperti itu.

Punya klien tetap?

Banyak. Kami di Sribu, klien repeat itu hampir 50 persen. Kalau Sribulancer lebih tinggi lagi. Jadi marketnya lebih fokus ke perusahaan-perusahaan. Kami sangat fokus membantu klien dalam mencari pekerja ahli dan mendapatkan hasil yang bagus, tapi tanpa mengeluarkan budget besar.

Banyak klien kami dahulu menggunakan freelancer perorangan dari perusahaan agency dengan harga yang mahal. Nah kami bisa menawarkan kepada klien dengan harga terjangkau dengan hasil luar biasa.

Potensi 2017 seperti apa?

Kalau kami lihat, sistem online sedang happening ya sekarang, jadi semoga trend-nya positif. Meskipun kalau kita lihat ke politik lumayan panas, tapi secara bisnis sih trennya positif. Dan di 2017 ini kita fokus mendapatkan klien banyak. Kemudian ke depan kami berencana ekspansi ke luar kota dan luar negeri. Karena ini kan internet base, kita tinggal cari klien luar negeri aja.

Punya rencana untuk mengembangkan bisnis di bidang lain?

Enggak sih, kami fokus di sini. Karena “dua” ini pun sudah sangat banyak yang mesti dikerjakan dan harus konsentrasi. Di sisi lain, bisnis ini masih punya potensi sangat besar.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri