Communication chat icon above cityscape in the night light of th

Satu Hati dengan Teknologi

Dulu, orang harus menuju agen untuk membeli tiket perjalanan transportasi, kemudian menempatkan down payment di hotel (sejumlah hotel memiliki aturan ini). Untuk booking harus dilakukan via telepon dan transfer uang. Setelah transfer, baru bisa dipastikan sehari setelahnya apakah uang sudah masuk atau belum. Dalam perjalanan, kita harus telepon taksi untuk mengantarkan ke terminal. Di terminal, ada sejumlah orang yang mengarahkan, bahkan petugas karcis pun lalu lalang di sana. Dalam perjalanan, kita setidaknya membawa sejumlah uang tunai untuk berbelanja.

Inilah gambaran traveling yang dilakukan oleh banyak orang ketika zaman TV masih pakai tabung. Sekarang, lupakan itu semua. Setiap orang bisa pesan Tiket.com, membeli tiket wahana permainan lewat Blibli.com, memesan hotel lewat Agoda, dan mencari hostel lewat Pegipegi.com. bahkan hanya untuk reservasi saja, bisa dilakukan lewat Booking.com dimana-mana, transportasi publik semakin murah dan terkomputerisasi. Tak ada lagi loket penjualan karcis, tak ada lagi petugas jaga yang hilir mudik menjaga calon penumpang yang datang tanpa karcis. Taksi pun bisa dipesan via aplikasi GrabTaxi atau Uber. Di lokasi-lokasi perbelanjaan, kita tidak harus membawa uang tunai, cukup gesek kartu maka transaksi berjalan.

Berbelanja barang bekas pun sama. Dulu pasar loak adalah tempat paling strategis, tapi sekarang barang bekas dari pemilik tangan pertama pun bisa kita miliki dengan mudah, cepat dan harga yang sesuai melalui OLX atau bukalapak.com

Inilah yang orang sebut sebagai era terakhir dalam sejarah evolusi teknologi informasi. Sebuah era yang oleh para praktisi teknlogi informasi tidak pernah disangka akan mengalami revolusi hinga sejauh ini. Gelembung digital yang membawa transaksi perdagangan dapat dengan mudah dilakukan di cyber space melalui electronic transaction atau electronic money, yang pada gilirannya mengubah model bisnis sejumlah perusahaan. Dari perusahaan skala besar maupun mikro, semuanya tergerak untuk menciptakan omzet. Inilah periode lahirnya digital bisnis yang kian masif dipelajari banyak orang.

Saat ini, tidak banyak praktisi IT yang mempredikso masa depan era IT akan seperti apa. Guru pemasaran Hermawan Kartajaya menyebutkan bahwa era masa depan IT berikutnya adalah masa artificial intellegent, di mana teknologi akan semakin agresif mengambil peran-peran sebagaimana dulu dikerjakan manusia. Itulah sebabnya, era IT saat ini diprediksi sebagai awal dari sejumlah revolusi yang masih akan terus berjalan, dan peluang bagi setiap insan untuk ikut terlibat di dalamnya.

Di Indonesia sendiri telah banyak pelaku digital bisnis yang sangat berhasil memanfaatkan kemajuan era ini. Riyeke Ustadiyanto atau yang biasa di panggil Keke misalnya, founder dari iPaymu ini menciptakan program pembayaran elektronik serupa PayPal, yang saat ini telah memiliki 35 ribu user dari Sabang sampai Merauke. Keberhasilan Keke lantaran jeli melihat peluang penggunaan uang elektronik yang mudah oleh masyarakat Indonesia. Berawal dari ide sederhana inilah kemudian iPaymu menjadi salah satu solusi praktis dalam pembayaran di transaksi jagat maya yang disukai. Ketika semakin banyak proses transaksi dilakukan dengan uang elektronik, maka user dari iPaymu semakin besar.

6 Kunsi Rahasia Bisnis Digital Versi Denny Santoso

Masih banyak peluang-peluang lainnya yang bisa digarap dalam industri ini. Sekalipun tentu saja tidaj mudah, terutama dalam mengundang orang datang ke website atau aplikasi yang kita miliki. Namun potensi berkembangnya bisnis in masih terus terbuka. Denny Santoso, pelaku digital bisnis yang merupakan founder Sixreps.com punya tips menarik yang disampaikan dalam blognya tentang 6 kunci rahasia bisnis digital. Bagi Anda yang tertarik terjun di industri ini, 6 tips ini bisa menjadi salah satu strategi Anda di bisnis digital dan meningkatkan traffic pengunjung ke website atau aplikasi Anda.

1. No Cold Calling, Ever

Traffic bisa dikategorikan menjadi tiga, yaitu Cold, Warm dan Hot Traffic. Cold Traffic adalah orang asing yang belum pernah mengenal Anda sebelumnya. Warm Traffic adalah mereka yang sudah pernah mendengar tentang Anda dan Hot Traffic adalah orang-orang yang sudah pernah membeli dari Anda. Menjual ke Cold Traffic sama dengan berjualan di pinggir jalan; sangat sulit dan membuang-buang waktu. Ini ibarat ketemu cewek di jalan dan langsung Anda lamar buat nikah.

2. Budget

Sebelum Anda mencoba untuk menjual apapun itu, Anda harus tahu berapa budget yang rela dikeluarkan untuk mendapatkan custmoer baru tersebut (user acquistion cost). Untuk mendapatkan customer, Anda perlu mengubah mereka dari cold ke warm, dan itu butuh biaya. Anda harus memberikan sesi perkenalan, memberikan value untuk mereka, sampai mereka percaya kepada Anda, baru Anda bisa menjual produk ke mereka. Sama dengan orang pacaran, proses sebelum menikah butuh biaya besar. Mulai dari berkenalan, pacaran, mau makan, nonton, jalan-jalan atau apapun itu, adalah biaya Anda sebelum akhirnya berhasil menikahi dia.

Dalam bisnis, Anda harus menghitung biaya itu semua sebelum Anda menjual apapun, karena nantu harus Anda kalkulasikan itu dengan profit margin Anda. Apakah akhirnya dengan mengeluarkan biaya sebanyak itu, Anda bisa mendapatkan untung. Kalau tidak, mengapa diteruskan?

3. Lihat Siapa pembelinya

Orang yang menemukan Anda terlebih dahulu akan lebih besar kemungkinannya membeli dari Anda daripada orang yang Anda temui terlebih dahulu. Simply, karena ketika mereka menemukan Anda terlebih dahulu, artinya mereka tahu tentang Anda. Itulah warm traffic. Ini dibangun dengan branding yang kuat dan menggunakan strategy digital, di mana bisa di dapatkan lebih cepat di zaman sekarang ini.

4. Tingkatkan kredibilitas kita.

Anda akan meningkatkan kredibilitas Anda dengan sangat cepat dengan cara menulis buku (fisik), berbicara di tempat umum (public speaker) dan sering memberikan informasi berkualitas. Itu alasan kenapa dulu saya menulis dua buku tentang diet. Buku sebaiknya fisik kalau untuk meningkatkan kredibilitas, bukan e-book. Saya juga sering membagikan informasi berkualitas melalui social media di YouTube.

5. Value

Kumpulkan database dengan memberikan informasi spesifik tentang solusi sebuah problem spesifik, bukan tentang fitur produk Anda. Saya membangun database panduandiet.com dan duniafitness.com dengan memberikan solusi tentang bagaimana menurunkan berat badan, bukan tentang susu protein dengan kandungan lemak rendah untuk menurunkan berat badan. Saya juga membangun database dan komunitas di DigitalMarketer.id dengan memberikan value yang luar biasa sekaligus kesempatan networking untuk memperluas munculnya peluang-peluang bisnis baru. Itulah value yang saya bangun dan berikan ke member dari komunitas saya.

6. Database

Aset paling berharga Anda adalah database customer yang Anda jaga dengan baik, karena orang yang sudah kenal dengan Anda terutama pernah beli dari Anda akan lebih mudah membeli dari Anda lagi daripada orang asing. Enam tips diatas bisa menjadi panduan bagi Anda yang tertarik untuk terlibat dalam era IT ini. Cepat atau lambat, teknologi digital akan menjadi bagian penting dalam hidup kita. Kenali caranya dan ikutlah menuai benih dari sekarang. Jika caranya benar, maka kita akan panen satu nanti.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri