o-SILENT-MEDITATION-facebook (www.huffingtonspost.com)

Silent Please.. Sunyi Menjadikan Otak Lebih Dewasa

Tahukah Anda, kesunyian, sangat membantu otak manusia menumbuhkan dan menghubungkan sel di bagian hippocampus. Hippocampus adalah bagian otak yang berhubungan dengan ingatan, emosi dan belajar. Unik bukan? Artinya, otak kita akan semakin cepat berkembang menuju kedewasaan ketika dalam keadaan sepi. Fakta ini didapatkan dari penelitian Imke Kriste dari Duke University di tahun 2013. Efek kesunyian yang ditemukannya secara tidak sengaja sewaktu meneliti efek yang ditimbulkan dari panggilan bayi tikus, musik dan kesunyian terhadap otak tikus dewasa. Awalny, ia mengira panggilan bayi tikus yang akan menimbulkan efek besar pada otak tikus dewasa, namun ia malah dikejutkan dengan penemuan yang lebih menarik. Ketimbang panggilan bayi tikus atau musik. Ternyata kesunyian malah yang berdampak jangka panjang.

Dalam penelitiannya tersebut, ia mengungkapkan dua jam kesunyian per hari bisa merangsang produksi sel otak di bagian hippocampus. Kesenyapan justru punya efek lebih nyata daripada rangsangan suara. Kesunyian tersebut terasa sangat kontras dengan rangsangan yang biasa diterima, otak justru semakin sensitif dan waspada. Meski begitu, rangsangan lingkungan seperti mainan atau kehadiran tikus lain di sekitar  tikus penelitian memang merangsang otak tikus untuk bekerja normal. Itu artinya rangsangan kesunyian lebih efektif daripada suara musik atau lainnya. Anda ingin mencobanya?

  1. Default Mode

Selain menjadi rangsangan aktof sel bagian hippocampus otak. Kesunyian juga memiliki hal unik lainnya. Di dalam kesunyian, otak justru tetap bekerja dalam mode berbeda yakni mode default. Kesunyian akan mengembalikan mode default otak kita dan membuat otak terasa lebih segar.

Mode default-nya adalah mereflesikan diri ketika otak sedang beristirahat dari kegiatan sehari-hari. Ketika itulah otak bisa menghubungkan informasi-informasi yang sudah tersimpan, dan itulah kemampuan otak yang sebenarnya.

  1. Kesenyapan paling menenangkan

Hal serupa juga dijelaskan Luciano Bernardi sekitar 2006 ketika ia meneliti efek berbagai jenis musik terhadap kerja tubuh (physlological effect of music). Dalam penelitiannya, tekanan darah, jumlah karbondioksida dan sirkulasi oksigen di otak dapat berubah sesuai dengan aliran musik yang di dengar.

Namun, hasil yang lebih mengejutkan justru ditemukan ketika jeda dua menit antara lagu yang diputar. Dua menit kesunyian itu justru jauh lebih menenangkan daripada efek yang ditimbulkan waktu mendengar musik lembut.

  1. Berkaca dari ‘Finlandia’

Pemandangan alam Finlandia yang berkontur gunung dan danau selalu jadiposter Visit Finlandia. Finlandia bukan merupakan negara kaya raya seperti Amerika atau Tiongkok, namun mendapat urutan ke-9 di daftar negara paling sejahtera menurut CNN, jauh mengalahkan Amerika dan Tiongkok yang tidak termasuk 10 besar.

Selain itu, Finlandia juga merupakan negara yang penduduknya paling banyak membaca buku menurut penelitian John Miller, presiden Central Connecticut State University Amerika Serikat, Maret 2016 lalu. Salah satu faktornya diseut-sebut karena negara itu merupakan negara yang paling sunyi. Bahkan, negara itu menjadikan kesunyian sebagai branding negaranya. Sejak 2011, Kementerian Pariwisata Finlandia bahkan menggunakan caption “Silence, Please” sebagai slogan resmi pariwisata negaranya.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri