DSC_0103

Technicolor Lirik Denpasar – Investor Para Startup mulai Berdatangan

Bali kembali menarik perhatian penanaman modal asing. Bedanya kali ini berkaitan tentang pariwisata, namun untuk dunia teknologi dan informasi. Sebuah perusahaan teknologi digital ternama berbasis Amerika Serikat tengah menyasar sejumlah kota di Indonesia yang akan dipertimbangkan sebagai lokasi investasi mereka. Sebut saja Batam, Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan terakhir Bali yang disurvei pada (31/8) lalu.

Kota Denpasar menjadi representatif Bali yang dianggap prospektif untuk investasi tersebut, terlebih Denpasar tengah gencar-gencarnya  membangun pondasi sebagai smart city yang berbasis TI dan kreativitas. Dalam kunjungannya ke Denpasar, Technicolor yang di wakili oleh Christie Thaarup selaku Business Development Consultant Technicolor meninjau Tohpati, dimana notabene menjadi pusat kegiatan IT dan inkubasi startup di Denpasar saat ini.

Christie Thaarup belum bisa memastikan apakah proyek investasi Technicolor akan jatuh di Bali atau kota lainnya di Indonesia. Mesi begitu, Thaarup menilai Bali punya berbagai faktor yang potensial untuk pengembangan industri digital.

“Terlalu dini untuk menyimpulkan hal tesebut, karena ini masih awal perjalanan kami di Bali. Secara potensi Bali memang punya hal tersebut, tapi kami belum bisa membuat kesimpulan tentang apakah kami akan memilih Bali untuk project ini atau tidak. Project ini untuk Indonesia, bukan untuk Bali semata, jadi kami harus pikirkan lagi lebih  matang. Kami pikir sangat baik jika bisa merangkul komunitas profesional dan Bali punya atmosfer kreativitas, talenta dna banyak hal atistik di sini, “ujar Thaarup.

Pembina Tohpati Center Putu Sudiartha juga mengatakan bahwa Technicolor  memberikan sinyal antusiasmenya yang begitu serius untuk bisa berinvestasi di Indonesia, hanya saja mereka harus mengecek kota mana yang layak untuk project tersebut. Sementara itu, Thaarup mengungkapkan bahwa Indonesia dipertimbangkan sebagai lokasi invetasi Technicolor lantaran memiliki banyak talenta di dunia digital serta ditunjang dengan suasana sosial politik yang kondusif.

“saya akan biacara dalam cakupan Asia. Karnea saya sudah bekerja 20 tahun terakhir ini di berbagai bangsa dalam kerjasama animasi dan games. Banyak faktor yang kami pertimbangkan untuk melihat tempat yang bersahabt untuk investasi kami, entah itu dari segi komunitas profesional, talenta, hingga sosial politik negara bersangkutan,” paparnya.

Tidak hanya terjuan ke Tohpati IT Park, representative Technicolor juga meninjau sekolah-sekolah IT di Denpasar dan Dinas Perizinan Kota Denpasar. “Untuk membuat fasilitas yang besar, kamu juga harus mempertimbangkan seberapa besar talenta di negara tersebut serta infrastruktur pendidikannya,” tambahnya.

Technicolor sendiri merupakan perusahaan yang fokus di bidang jasa digital dan multimedia yang kerap menangani efek visual untuk film-film Hollywood, TV Series, untuk game, produksi audio, periklanan dan masih banyak lagi. Perusahaan multinasional ini pertama kali di dirikan di Boulogne-Billancourt, Perancis pada tahun 1893, dimana pada tahun 2004 memiliki sekitar 60.000 karyawan di 30 negara di dunia. Perusahaan yang di nahkodai CEO Frederic Rose ini juga tercatat berhasil mencapai pendapatan konsolidasi sekitar 8,5 miliar euro pada tahun 2005.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2017 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri