the best of you (crop)

The Best Of You

Setiap orang pasti ingin menampilkan yang terbaik dan memang seharusnya begitu. Kita harus berjuang, berusaha sampai akhir. Setiap orang pasti punya cita-cita, harapan, keinginan dan rencana kehidupan. Semua orang punya idealisme sendiri dalam menjalani kehidupan lengkap dengan tantanganya. Nah, bagaimana kalau ternyata tantangan itu justru orang terdekat Anda? Semoga sharing berikut menginspirasi!

1. Me vs My Parent

Wah, ini jelas bukan lawan tanding yang sepadan bukan? Harus diakui, begitu Anda beranjak SMA, kuliah hingga memutuskan untuk bekerja. Mungkin hampir 80% orang tua kita akan terlibat, termasuk memilihkan jurusan apa, fakultas apa dan yang lainnya. Salahkah? Tentu tidak. Namun bagaimana jika cita-cita Anda ingin bekerja di bank, sedangkan orang tua ingin Anda bersekolah di kebidanan. Dengan persaingan seperti sekarang, tentu sulit bagi Anda untuk mewujudkan cita-cita. Jika seandainya masih bisa bernegosiasi dengan orang tua, Anda masih bisa membicarakan antara sekolah dan cita-cita karier, namun jika tidak? Ya mau tidak mau Anda harus dapat memenuhi keinginan orang tua, dan harus dapat mengisi diri di waktu senggang untuk cita-cita Anda. Latar belakang pendidikan memang tidak selalu menjamin kesuksesan, jadi cobalah selalu mengisi diri dengan berbagai skill yang berguna di dunia kerja, kelak karena akan memudahkan Anda mewujudkan cita-cita.

2. Me vs My Boss

Setelah orang tua, tantangan selanjutnya tentu our lovely boss. Anda pasti punya pengalaman sudah kerja banting tulang tapi si bos tetap tak puas, atau Anda sudah banting tulang tapi si bos merasa memang sudah seharusnya lah Anda begitu. Anda tidak bisa membuat semua orang happy, pun begitu sebaliknya. Namun yang pasti bisa kita kontrol adalah diri sendiri. Daripada Anda bolak-balik resign karena tak cocok pada atasan, bersungut-sungut karena tak dapat pujian bos, dan aneka keluhan lainnya, cobalah paham dan mengertikan maksud atasan. Si bos tidak berniat jahat, dia hanya men-challenge Anda untuk maksimal dan jangan pernah menjelek-jelekkan bos Anda “sekejam” apapun dia. Selama kita bekerja, memang sudah seharusnya kita memberikan yang terbaik bukan? Dan yang terbaik tidak berarti sepenuhnya versi Anda, tapi versi perusahaan.

3. Me vs My Friend

Dunia serasa runtuh jika ternyata ide briliant Anda untuk proyek penting di kantor disabotase teman satu tim. Anda pasti jengkel luar biasa jika justru teman Anda sendiri menggosipkan Anda kepada atasan, atau justru karyawan Anda sendiri yang menggosipkan Anda dengan atasan lain, tidak akan ada habisnya bukan? Dimana pun, sekeren apapun perusahaan Anda, sudah pasti ada saja satu atau dua orang yang berpotensi menguji kesabaran. Daripada kepikiram atau justru balas sibuk menggosipkan orang lain, cobalah bicarakan dengan yang bersangkutan, atau jika Anda tak punya “keberanian” untuk berbuat itu, ya lupakan saja, move on. Ingat, waktu kita hanya 24 jam sehari. Daripada mencari musuh, lebih baik Anda menambah teman dan jadikan selalu sebagai bahan intropeksi diri.

4. Me vs My Soulmate

Apa jadinya jika justru soulmate tak mendukung karir Anda dan hobi Anda? Boro-boro berjuang bersama menggapai cita-cita? Ponsel Anda selalu berdenting dan isinya hanya untuk mengecek keberadaan Anda. Semua promosi dan celotehan tentang pekerjaan atau harapan Anda selali negatif di matanya. Waduu, dukungan orang tercinta tentu penting bagi Anda. Namun jika support itu tak muncul juga, pasti ada yang salah pengertian. Karena tak mungkin seseorang tak memberikan support tanpa alasan yang jelas. Cobalah bicarakan pada pasangan, bisa jadi karena iatak paham pekerjaan Anda, tak paham budaya perusahaan Anda, tak mengerti pada bidang pekerjaan Anda, justru si dia kasihan pada Anda yang sudah banting tulang tapi si bos tetap tutup mata. Yakinlah semua bisa dibicarakan.

5. Me vs My Self

Inilah dia tantangan terberat bagi Anda. The one and only adalah diri kita sendiri. Rasa takut gagal, takut mencoba, pasrah pada kehidupan, egoius, ambisi, emosi, emosi yang meletup-letup, iri hati, tak sabaran, semua sifat dan karakter itu sungguh sulit ditangani. Belum lagi keharusan kita untuk selalu positif dan always think the bright side. Untuk menjadi the best of me, kita justru dituntut mutlak untuk bisa mengendalikan diri sendiri. Manusia tumbuh tentu harus dapat saling menginspirasi, saling memotivasi dan memberikan teladan bagi sekitarnya. Sudah pasti jika kita tak bisa mengendalikan diri, maka orang lain justru memajukan kita. Memperbaiki diri sendiri adalah langkah yang paling awla untuk menunjukkan potensi diri. Create Your Own Destiny, If You Don’t, Someone Else Will (Chris Leber).

 

by : Ina Lestari

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2017 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri