zappos 1(www.youtube.com)

Tony Hsieh – Dari Budaya menjadi Bisnis

Sebelumnya tak pernah terbayang di benak Nick Swinmurn dan Tony Hsieh pengamatannyya tentang industri sepatu dan toko sepatu akan bergerak ke mode online. Pada tahun 1999, 5% dari total sales sebesar $40 Miliar transaksi di industri sepatu terjadi melalui katalog. Nick Swinmurn membagikan statistik itu kepada banyak Venture Capitalist yang semuanya mengatakan “tidak akan ada yang membeli sepatu secara online.”

Nick hampir putus asa dan mencoba kembali mengirimkan pesan suara kepada Tony Hsieh dari Venture Frog. “Saya hampir menghapus voice mail dari Nick “ kata Tony. Nick meninggalkan pesan bahwa ia ingin membuat perusahaan yang menjual sepatu secara online. Saya rasa tidak mungkin orang mau membeli sepatu yang saat itu tidak ada di depan mereka dan Nick tidak memiliki background yang terkait industri footwear. Sepertinya ini tanda-tanda dari bad internet ideas. Tetapi tepat sebelum saya menekan tombol delete, Nick mengatakan tentang size dari pasar retail sepatu yang sebesar $ 40 Billion.

Lebih menarik lagi, 5% dari angka itu dilakukan lewat mail order catalogs. Tony mengatakan “Tidak masalah apakah saya mau membeli sepatu tanpa mencobanya terlebih dahulu. Yang penting adalah consumers sudah melakukannya dan cukup beralasan untuk saya mengasumsikan bahwa suatu hari web sales akan menjadi besar seperti catalog sales”.

Nick menguji konsepnya dengan memanfaatkan beberapa toko sepatu kecil di lingkungannya, lalu menyebarkan idenya di pameran perdagangan industri sepatu. Di bulan Juni, ia mengumpulkan modal awal sebesar US$ 150 ribu dari teman-teman dan keluarganya. Lalu pada bulan Juli ia bekerja sama dengan salah satu mitra dari Nordstrom, sebuah retail department store. “Hal ini membuat perusahaan saya diakui di mata para pemilik merek sepatu,” kata Nick. Nama Zappos mengembangkan lini produknya dari sepatu sampai ke tas dan dompet. Selain itu, diluncurkan juga lini kedua untuk produk sepatu kelas atas yang dinamakan Zappos Couture. Sepatu-sepatunya juga ada yang ditujukan untuk pasar yang benar-benar niche, termasuk sepatu dengan lebar yang sempit atau besar, ukuran-ukuran yang tak lazim dan sepatu buatan Amerika.

Akhir-akhir ini, Zappos mulai menjual kacamata, pakaian, jam tangan, sampai produk-produk elektronik dan media seperti DVD. Tony Hsieh kemudian mendukung Nick dan bersama-sama menjalankan Zappos tidak langsung meledak penjualannya. Tony sendiri menjadi advisor di Zappos namun kemudian terus “tersedot” ke dalam bahkan mengambil posisi CEO. Pada awalnya tantangan yang dihadapi adalah mereka tidak bisa mengajak brand besar untuk menjual sepatu di tempat mereka. Ini masalah chicken and egg. Traffic yang datang ke Zappos masih kecil karena mereka hanya memiliki sedikit brand yang dijual dan menarik bagi hanya sebagian kecil konsumen, sangat berat.

Di tahun-tahun awal (1999-2004) mereka bisa dibilang “membakar uang” mereka bersandar pada kepercayaan bahwa suatu saat nanti brand-brand besar ini akan mau menjual kepada mereka. Saat Tony bergabung ke Zappos, Tony memiliki 1 penthouse dan 10 apartement. Di tahun 2004 saat Sequoia Capital menginvestasikan dananya ke Zappos, Tony hanya memiliki 1 apartement, tapi tetap saja ia masih mengatakan “Ok kita butuh dana lagi, saya akan menjual apartemen lagi untuk mendanainya.”

Tony mendapat banyak uangd ari menjual perusahaannya ke Microsoft (LinkExchenge) dan membelanjakan uang itu untuk apartemen yang kemudian dijual untuk membuat Zappos tetap berjalan. Tony memikirkannya dengan sangat personal, dan memutuskan untuk tidak mendengarkan orang-orang yang mulai mempertanyakan keputusannya.

Tony juga beberapa kali mengatakan kepada seluruh karyawan, “ada yang mau menjadi volunteer dan bekerja untuk saham?” Dan orang-orang yang mengambil tawaran ini mendapat bayaran mereka berupa kenaikan harga saham dengan sangat luar biasa dalam jangka panjang. Untungnya baik Nick maupun Tony, belum memiliki anak dan belum menikah, tidak ada yang punya tanggung jawab kepada seseorang, ketika ada yang mengatakan “tidurlah di sofa ini selama sebulan,” tentu kami ok saja ujar mereka.

Pendanaan first round dari Sequoia datang ditahun 2004, sekitar 4 atau 5 tahun setelah Zappos berdiri. Tony menginvestasikan sekitar $12 Million dan $15 Millon dalam jangka waktu itu, sejak awal kami udah datang ke Sequoia dan kami terus datang ke mereka. Dan mereka terus mengatakan, “mari terus jaga relas di antara kita, tetapi ini bukan sesuatu yang kami cari sekarang”. Sampai suatu saat mereka mengatakan “Hai kalian sudah sampai di point di mana kami tertarik berinvestasi ke Zappos.

Start-up ini menjadi sebuah studi kasus yang menarik karena mereka menemukan “winning formula” dari situs e-commerce secara umum, yaitu dengan mendapatkan konsumen efektif melalui search engine marketing (SEM) dan membuat konsumem datang dan datang lagi.

Selain itu, pendekatan mereka terhadap pengembangan karyawan juga tinggi. Setiap karyawan yang direkrut, apa pun posisinya diharuskan menjalani pelatihan customer loyalty selama satu bulan, setidaknya untuk menjawab telepon di bagian call center sebelum memulai pekerjaan yang sebenarnya. Walaupun demikian, gaji mereka tetap dibayar penuh. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa mereka tetap dibayar penuh. Ini dilakukan untuk memastikan bahawa mereka bekerja karena cinta dengan pekerjaannya, dan bukan karena faktor “gaki” semata. Sebanyak 97 persen dari karyawan memilih tawaran tersebut. Seperti itulah hingga Zappos bisa hebat seperti sekarang.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri