Young woman reading a book sitting on the chair. Relaxing holida

What Woman Want

Krisis boleh-boleh saja menerpa, daya beli menurun adalah fenoma lazim di tengah gejolak nilai tukar rupiah yang struggle fluktuatif. Namun, jika bicara soal wanita dan kecantikannya, maka kita bicara soal satu dimensi yang berbeda. Pasalnya, berdasarkan Euromonitor International, industri kosmetik Indonesia telah mencapai lebih dari US$ 5 miliar dengan pertumbuhan rata-rata 12% dan diperkirakan Indonesia akan menjadi negara dengan potensi pertumbuhan tinggi di industri kecantikan. Bahkan pada tahun ini, diprediksi sanggup mencapai angka 20%.

Modernisasi telah menjadikan kaum perempuan sebagai pasar paling seksi. Kebutuhan untuk tampil young and impressive mendorong para wanita –baik secara logika maupun terkadang emosional– untuk semakin terbuka pada akses industri feminim, seperti spa, salon, dan kecantikan. Sejalan dengan meningkatnya kepercayaan diri serta peran perempuan di berbagai bidang, kebutuhan akan produk perawatan kulit (skincare) tumbuh semakin pesat. Situasi ini mendorong berbagai perusahaan yang bergerak di bidang beauty and personal care untuk terus berinovasi menciptakan produk berkualitas yang dicari konsumen untuk dapat memenangkan pasar.

Inilah yang mendorong para marketer untuk berlomba-lomba menaklukan “kaum perempuan”. Menaklukkan perempuan sama dengan telah menaklukan pasar. Jumlah usaha kecantikan pun terus menggurita tak terbendung, jenisnya beragam. Mulai dari salon kecantikan dan pasar produk perawatan kulit hingga spa. Di Bali sendiri, industri spa terpilih sebagai “Tujuan Spa Terbaik Dunia 2009” versi majalah kesehatan International Senses. Kemajuan usaha spa di Indonesia ditunjukkan dengan adanya beberapa gerai yang mampu memperoleh penghargaan tingkat Asia (Spa Asia Award).

Menggeliatnya pasar industri kecantikan di tanah air diprediksi akan menjadikan Indonesia sebagai pemimpin di kawasan wilayah Asia pasifik. Posisi Indonesia saat ini berada di peringkat lima setelah Jepang, Korea, Thailand, dan Taiwan dengan kontribusinya mencapai USD 3 miliar.

Menariknya, sejumlah bisnis kecantikan dimotori oleh para perempuan. Wajar saja, mereka diyakini sebagai orang yang paling memahami kebutuhan mereka. Seperti yang dilakukan Enrina Diah dari Ultimo Aesthetic & Dental Care yang telah melebarkan sayap bisnisnya ke kelas yang lebih premium.

“Berdasarkan penelitian di beberapa negara maju, orang yang punya penampilan baik akan mendapatkan kesempatan yang lebih baik secara sosial dan karir. Seperti di Korea, anak-anak lulus kuliah langsung mulai operasi hidung, karena persaingan demi dapat jodoh dan karir yang bagus. Seseorang enggak ingin bisnis dengan orang yang terlihat lebih tua dan capek. Saya yakin orang-orang di Bali 5 tahun ke depan akan memperhatikan hal seperti itu, ujar Enrina.
Ia pun memaparkan secara detail bagaimana fokus dan strategi bisnis kecantikannya di rubrik interview khusus edisi ini.

Pada akhirnya, industri kecantikan saat ini telah menjadi bagian dari sebuah gaya hidup baru. Tak peduli seberapa pun harga premium melambung, dan harga kebutuhan pokok meningkat, industri kecantikan selalu mendapat tempat di pasar tanah air yang terus bertumbuh.

Related News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Flag Counter

Copyright © 2018 ISEEBALI . All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri